FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Penyerangan Pada Alex dan Zora.


__ADS_3

semua. sudah siap untuk mengucap selamat pada fazha. selamat atas kemenangan yang dia raih. banyak yang berebut untuk mendekati nya. tapi zora merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk menunggu di tempat teduh.


melihat kerumunan itu zora merasa tidak dapat tempat yang pantas. kanzha saja memilih menunggu di peron tidak turun.


alex melihat zora duduk sendiri memutuskan untuk menemani. Dia memberanikan diri karena ini tempat umum jadi mereka tidak akan di salah kan kalau ketahuan.


"ning zora. ..." alex menyodorkan sebotol minuman dingin.


"aak alex. ... terima kasih" zora menerima dengan kikuk.


"di sini panas sekali. .. kamu mau ke peron menyusul abi dan umi.?" tawar alex menatap zora yang berkeringat.


"maunya nemuin aak faz dulu.... tapi bia di rubungi fans.... rasanya sebagai adik seperti tidak punya tempat sama sekali" gerutu zora kesal melihat sang kakak di kerubungi fans nya.


" itulah hidup seorang bintang" celoteh alex sambil minum.


"rasanya lelah lebih baik pulang saja" keluh zora mulai bosan.


"ya sudah ayo pulang. .. pamit dulu pada yang lain" tawar alex setuju untuk pulang.


"zora tak bawa hape... aak" kata zora serius hanya sejak pagi di bawa niha untuk main game.


"pakai saja" alex menyodorkan hpnya.


''baiklah ..." zora terima.


zora mengirim pesan untuk menemui sang kakak sudah tidak mungkin. Dia akan banyak wawancara dengan beberapa stasiun televisi dan wartawan media. apa lagi sepak terjang sang pembalap muda yang di idola kan banyak orang sungguh penuh misteri.


"zora sudah pamit dengan mimi... sudah di izin pulang. aak faz juga sudah izinkan" ucap zora sedikit lega.


"ya sudah ayo. .. aak antar!" alex menawarkan diri.


"biar zora pakai taxi saja aak...." zora bimbang.


"zo zo... jangan menolak aak mohon. .. sekali ini saja izin kan aak goncang kamu . mungkin setelah aak pergi kita akan jarang ketemu" alex memohon.


"plise...." pemuda itu mengatupkan tangan.


"baiklah aak.... kali ini saja" zora setuju


"iya. ... aku tidak akan memaksa lagi sebelum kamu benar benar khalal untuk aak" alex senang memasang senyum kulum.


mereka menuju parkiran motor. Alex mengambil motor yang di berikan abi untuk alex. bukan motor sport hanya motor metik yang nyaman.


"pakai dulu. ..." alex menyodorkan helm.


" gimana aak...." zora bingung cara pakai nya.


"sini aak bantu. ...." alex menawarkan diri.


" kenapa tutup mata zo....?" tanya alex gemas saat lihat zora menutup mata.


"tidak. .. cuma klilipan" alasan zora. padahal dia sangat gugup bila dekat dekat begini dengan lawan jenis .

__ADS_1


"yuk....." alex sudah siap di atas motor


zora jadi salah tingkah berada bersama alex sedekat ini. setelah abi memutuskan hubungan mereka bagaimana. ini baru ke dua kalinya zora bersama alex. rasanya ini salah tapi zora tidak mampu menolak ajakan alex yang tidak mencurigakan.


tidak salah alex minta hal kecil ini agar mereka dapat saling mengenal satu sama lainya.


alex merasa mereka ada yang mengikuti sedari tadi beberapa motor yang mencurigakan. dengan atribut serba hitam. alex berusaha tenang dia tidak ingin zora ikut panik dan ketakutan. tapi zora juga merasakan hal yang aneh apa lagi dari tadi alex selalu menoleh ke belakang walaupun dia tidak bicara tapi bisa merasakan kepanikan pemuda maskulin itu.


"zora... pegangan yang kuat" pinta alex meraih tangan zora agar pegangan pada pinggang alex.


"iya aak.... hati hati" pinta zora hawatir.


"aak akan berusaha jaga kamu dengan nyawa ini zo...." ucap alex yakin.


"aak alex....." zora merasa ketakutan.


"berlindung zo...." perintah alex. zora makin merapatkan dirinya pada tubuh alex.


adegan kejar kejaran terjadi. tapi mau bagaimana pun kendaraan alex kalah tenaga dengan mereka yang bawa motor sport.


zora merapat memeluk alex dari belakang. dia sudah tidak memikirkan batasan saat ini. yang terpenting mereka bisa terhindar dari mara bahaya.


"aak... cepat aak... Mereka di belang kita" teriak zora khawatir.


" iya...." alex setuju.


"alex berhenti atau kamin tembak" ancam salah satu mereka.


'' berhenti alex menepilah. ... atau ku jatuh kan pacar mu...." pinta penjahat itu lagi.


"aaaaaa..kkkk tolong" tubuh zora di tarik sehingga menjauh dari tubuh alex dan hampir jatuh.


"hentikan. .. lepas kan dia... aku akan menepi...." alex menyerah


"anak pintar. ... menurut lah" puji penjahat itu.


alex menepikan motor nya. alex baru sadar sedari tadi dia di giring ke tempat yang sangat sepi dari per kampungan. alex mengintruksi zora untuk berdiri di belakang nya. alex sekarang bingung kenapa zora meski terlibat dalam hal penyadaran ini.


"kalian siapa?" tanya alex penasaran


"kamu tidak perlu tau. .. kamu hanya perlu bersiap untuk menyusul orang tuamu ke alam baka alex" kata orang orang bertopeng itu.


"aku tidak sudi. ..." alex menolak.


"zora sembunyi lah ditempat aman kalau mungkin hubungi yang lain minta bantuan" pinta alex sambil berbisik.


"tapi aak...." zora menolak


"menurut lah....." pinta alex serius.


"Biarkan gadis ini pergi toh dia tidak mengetahui siapa kalian dia tidak bersangkutan. ... " mohon alex untuk keselamatan zora.


"baik. .. pergi gadis kecil" penjahat itu mengizinkan.

__ADS_1


setelah zora pergi alex mulai melawan 4 orang sekaligus. walau kemampuan silat alex tak sebaik fazha tapi kini sudah berkembang karena dia rajin latihan.


adu jotos pukulan terjadi membabi buta alex sudah nampak lebih kuat. tendang dari jurus ampuh yang alex milik sudah di keluar kan untuk melawan. Beberapa kali alex tumbang karena perlawanan mereka. tapi alex berhasil melumpuhkan mereka semua.


"dia sudah lebih hebat .... tapi belum ada apa apa nya" pikir pria yang mengenal alex sangat baik.


"bedebah. ... kita harus segera menyelesaikan misi ini" ucapnya mulai geram tak sabar. pria itu mengambil senjata dan menodong ke aeah alex.


duaaar.....


"aak.. alex. ...." teriak zora keluar dari tempat sembunyi.


"zora......" triak alex.


"ah.... sial ayo kita pergi. ..." gerutu penjahat itu


"iya ... Sebelum polisi datang" temannya setuju.


para penjahat itu kabur setelah melihat tubuh zora jatuh mulai tumbang jatuh ke tanah. alex segera datang menghampiri tubuh yang bersimbah darah. .


"zora. ... banggun zora...." alex memangku tubuh zora


"aak... alex... dingin. ..." eluh zora.


"kumohon.... zora.... tetap lah sadar. ... zora" alex mengajak bicara dan memeluk zora karena gadis itu mengeluh kedinginan.


"aak... maaf zora tidak berguna" gumam zora.


"zora. .. ku mohon. .. bangun. ... bagaimana aku bertanggung jawab pada abi dan umi" alex histeris mengoncang tubuh zora.


"aak... jangan sedih" zora memegang tangan alex menenagkan.


"zora. .. tetap lah sadar. ... aak sayang sama kamu. .. ku mohon zora bukan kah kita akan menikah" alex merasa saat ini dunia akan runtuh.


zora sudah tidak sadar kan diri. darah sudah membasahi seluru tubuh. peluru itu menembus pundak kanan zora.


"Alexander.... nazora. ...." Panggil abi alwi.


"zora....." Panggil umi.


bantuan datang tapi telat. alex dan zora kini sudah sangat mengenaskan keadaan nya segera ke 2 nya di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2