FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Kehawatiran Bibi dan Mimi


__ADS_3

sudah 5 hari faz pergi. pemit pada bibi dan miminya mau menginap di rumah Rio tapi sampai hari ini belum juga kembali. yang abi ak khawatirkan adalah adanya Alex bersama dengan mereka. bibi akan merasa berdosa kalau ada apa apa dengan anak itu. Karena bibi tidak mampu menjalankan amanah dengan baik.


tapi anak anak itu yang sedang di khawatirkan malah tidak berasa sama sekali. dengan santai sebelum menjemput Zidane mereka sudah singgah di Jepara dan kudus. benar benar mereka melakukan kenakalan remaja.


"mereka di mana bi... mimi sudah menelepon mbak diaz tapi anak anak tidak di sana?" tanya bibi . diaz adalah mama rio setelah bercerai dan suaminya menikah malah meninggal dalam kecelakaan hingga kini dia masih enggan untuk berumah tangga lagi.


" coba mimi telpon kanzha mungkin dia tau dimana faz dan yang lain" ide bibi al mengingat kanzha yang sedang dekat dengan sang putra.


"iya bi.. kok mimi sampai lupa." mimi sedikit bingung.


mimi naf menghubungi kanzha yang juga sedang pulang liburan. pasalnya 3hari lagi faz mesti turnamen dia akan masuk karantina sebelum berlaga. tapi malah hilang dan sponsor menelpon pihak keluarga tidak ada yang tau di mana sebenarnya tanzala raice berada.


" bagaimana mi?" tanya bibi ingin jawaban


"kanzha tidak tau posisinya bi... faz cuma bilang sedang liburan bertiga" jawab mimi. bibi al jadi kecewa.


"faz tidak main sosial media apa lagi alex bersamanya. . tidak mungkin dia main ceroboh" bibi menganalisis.


"sayang kita tidak meganggi alex dengan henpone" mimi menyesal sekali memikirkan 3 pemuda itu tak tau rimbanya.


"iya.... kita sudah percaya saja pada faz" bibi menarik nafas.


"anak itu.... bikin khawatir ..... atau jangan jangan mereka sengaja sembunyi" pikir mimi.


"abi tidak bisa membayangkan betapa kak alim sangat kerepotan merawat faz" bibi tersenyum getir.


"bibi.... mimi...." Panggil seorang gadis kecil yang terbangun dari tidurnya.


"He nak...." sapa bibi


"belum ada kabar tentang kakak?" seolah niha tau kegelisahan orang tuanya.


"belum...." jawab bibi memangku sang putri bungsu"


" kenapa niha belom tidur?" tanya mimi.


"niha mau minum.... kak zora masih di . ya?" niha menanyakan sang kakak perempuan yang sudah 2 bulan ini tinggal di pondok bersama para santri.


"nggak... tadi sore dia pulang. mungkin sudah tidur" jawab mimi


" kalau begitu niha boleh tidur sama kak zora?" tanya niha karena biasanya anak itu masih tidur dengan bibi dan mimi. maklom dia masih 7 tahun.


"boleh.... ayo mimi anter.... bi mimi antar niha dulu ya?" miki setuju dan minta izin pada bibi untuk membawa sang putri ke kamar kakaknya.


"iya... bibi akan coba menghubungi faz lagi" bibi setuju.

__ADS_1


mimi mengantar sang putri untuk tidur dengan sang kakak. sebenarnya mereka punya kamar masing masing cuma kamar Zidane yang masih kosong tanpa penghuni. karena sudah lama tidak pernah pulang.


waktu sudah semakin larut. mimi dan bibi memutuskan segera istirahat juga karena waktu sudah menunjuk jam 22.00 kondisi pondok sepi karena libur banyak yang pulang hanya ada beberapa santri yang ada di pondok.


jam 02.00 pagi saat faz sampai semua sudah tertidur pulas pelan pelan dia memikirkan mobil dengan hati hati agar tidak mengganngu penghuni dhalem. ketiga penumpangnya pun juga terlelap. faz ganti menyetir setelah keluar tol cipali menggantikan alex.


"stuuut ...heh... bangun kita sampai?" faz membangunkan mereka ber 3.


"kita di mana?" tanya rio linglung mengusap matanya.


"kok belom sampai ya... tidur dulu ya. .." alex malah menyamankan posisi tidur nya.


"hei bangun semua. ... kita sudah sampai" faz gemas. mulai menarik lengan mereka satu satu untuk keluwar mobil.


"sampai. ...aak faz" tanya zidane


"iya... makanya bangun sana wudhu biar Seger" perintah faz.


"jam berapa gus?" tanya alex setelah wudhu.


"2...." jawab faz menurunkan barang barang adiknya di bantu rio dan zidane.


"antum ngebut ya..... gus faz?" tanya rio penasaran.


"habis kalian semua tidur tidak ada yang menemani..... ayo masuk jangan berisik" pinta faz mencari kunci rumah di tas nya.


ceklek......


"fazha.... mario..... Alexander" sapa bibi mengagetkan pemuda itu yang berdiri di depan pintu.


"abi.....'' kata mereka bertiga kaget.


''assalamualaikum bi....." salam mereka dan salaman dengan abi penuh takdhim


"waalaikum salam.... akhirnya kalian ingat pulang juga alhamdulillah" bibi mengucap syukur.


"afwan bi....." mereka menundukkan kepala merasa bersalah.


"kalian ini kemana saja? bukan kah pamit mau kerumah mu rio... kok di telpone tak bisa di cet tak di balas" mode bibi poseesif muncul.


"kuota habis bi....." jawab faz ngasal.


"tak mungkin tanzala raice kehabisan pulsa" bibi gemas dengan jawaban sang putra. ,


"kuota bi..... bukan pulsa" faz membenarkan.

__ADS_1


"iya... kuota. kalian tau tidak kami semua khawatir kalian sampai tidak bisa tidur kalian malah enak enak jalan jalan tak jelas" bibi malah mengomel marah melebihi sang mimi.


"apa sih bi.... ribut ribut. ...." akhirnya mimi muncul alamat ngomel akan lebih panjang


" lho kalian sudah sampai ... dari mana saja....kok tak kasih kabar?" mimi marah.


"ganti mimi deh ngomel. .. " beo fazha gemas.


"fazha....." mimi marah.


"faz lelah... habis nyetir besok mesti ke markas..... masuk dek kamu masuk angin tar !" fazha meminta zidane masuk dia dari tadi berdiri saja di luar.


"apa aku boleh masuk.....?" izin zidane


"zidane....." panggil bibi dan mimi kaget melihat putra keduanya yang pulang.


"mimi. ... bibi....." zidane menatap rindu pada kedua orang tuanya.


"zidane. .. anakku....." mimi memeluk hangat sang putra haru. air mata pun ikut menghiasi pertemanan itu


"gus ngajak kita jemput gus zidn umi abi..." kata rio.


"afwan... kami tidak pamit" alex menyesal


"oh.... anak itu senang sekali buat kejutan" bibi kagum dengan sang putra.


"ya.... sudah kalian kekamar istirahat" ptintah mimi pada rio dan alex.


"iya.... abi umi.kami permisi" mereka menyusul fazha ke kamarnya.


"iya. .. ayo nak.... kamu.... juga harus istirahat tapi kamar kamu belom siap. ... tidur dengan adikmu dulu ya...." mimi masih sedih ingin berlama lama ngibrol. tapi beliau tau sang putra sedang lelah.


"iya mi...." zidane menghapus air mata.


"ayo kami antar...." bibi dan mimi mengantar ke kamar syam di lantai 2.


abi al dan umi naf sangat bahagia ke 5 putra putrinya bisa berkumpul dengan bahagia. begitulah faz selalau memiliki ide yang tidak terduga sama sekali. tapi mereka berdua bangga walau faz tumbuh jauh dari keluarga tapi dia tetap tidak sayang pada adik adiknya. walaupun apa yang terjadi mereka tetap saudara.


..


.


..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2