FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Merelakan Engkau Pergi


__ADS_3

zora sudah kembali ke rumah untuk pemulihan hanya perlu beberapa kali kontrol lagi. zora sudah rindu dengan kamar. pribadinya yang sudah hampir 3 bulan dia tinggalkan karena tinggal di pesantren.


sore ini zora ingin bersantai menghirup udara segar di kebun buat di samping rumah. duduk di gazebo sambil. tadarus agar hafalanya tidak hilang dan tartil.


zora turun dari lantai dua dengan hati hati. dia. menggendong muskhaf terjemahannya. sang umi yang melihat sang putri turun sendiri jadi penasaran?


"kamu mau kemana nak?" tanya mimi melihat sang putri tutun dari lantai atas membawa mushaf nya.


"ke luar mimi.... mau ketaman.... bosan di kamar terus" jawab zora sambil melempar senyum agar sang mimi tidak merasa


"hati hati hati ya nak!" pesan mimi penuh ke hawatiran pada sang putri karena beberapa bulan ini zora sudah banyak berubah terhitung sejak alex pergi ke Jepara 5 bulan lalu.


"zora mau ke mana mi....?" tanya bibi sambil menaruh kitap Fat'ul Mu'in di meja di depannya sambil menatap punggung sang putri yang semakin menjauh.


"katanys mau ke luar ke taman cari angin.... sejak alex pergi dia sering melamun" gumam sang mimi walau sang putri tidak bicara tapi hati seorang ibu tentu bisa merasakan keresahan sang putri.


"apa maksud umi....?" bibi tidak mengerti sama sekali arah bicara mimi.


"putri kita sedang patah hati. ...bibi" ucap mimi menekan pada kata patah hati untuk menggambarkan keadaan zora saat ini.


"patah hati. ... zora? dia bahkan belum dewasa untuk tau apa itu cinta?" bibi tidak percaya dengan ucapannya mimi. menurut bibi sang putri terlalu polos untuk disebut sedang patah hati.


"abi lah yang buat dia dewasa sebelum waktunya. .... abi pikir zora diam mau menerima saja perjodohan karena siapa?" ucap mimi sarkasme menatap tajam pada bibi alwi yang berusaha mencerna ucapan sang istri.


"jadi salah abi nih..... abi cuma tidak mau zora memudahkan urusan antar lawan jenis" bibi tidak mau di salahkan karena keputusan nya itu yang terbaik adanya.


"justru bibi yang buat ada harapan di. antara mereka. ... bibi lupa zora terluka karena apa?" lagi lagi mimi sangat tegas dalam mengutarakan pendapat nya.


"karena melindungi alex" jujur bibi sambil tersenyum pada mimi yang sudah nampak kesal dan sewot.


"kalau zora tidak suka sama alex apa bibi pikir akan begini ceritanya" mimi mulai melunakkan hatinya. sebenarnya hubungan yang di anjurkan sang suami untuk sang putri penuh dengan risiko. apa lagi keadaan alex yang masih penuh dengan amarah.


"mimi benar. .. jadi yang bibi lakukan salah ya selama ini?" bibi ahirnya menyadari diri.


"bukan salah dan benarnya sekarang tapi bagaimana kita harus menjaga zora sekarang. " pinta mimi menatap lembut penuh cinta pada pria yang sudah 20 tahun. menyandang status sebagai suami nya itu.


"baik bidadari" jawab bibi mulai muncul gairah muda saat melihat tatapan penuh cinta itu.

__ADS_1


"bibi sudah lama tak Panggil mimi bidadari... ya habibal qolbi apa habib tidak malu sudah tua masih ganjen" mimi mengingatkan usia mereka kini.


"ha.... ha.... ha.... untuk zaujah apa zaujie sudah terlalu tua....." bibi tertawa renyah.


"tak sadar diri putranya sudah 18 tahun.... berapa usia habib sekarang?" protes mimi. malu mendengar celoteh sang suami yang selalu romantis itu


"tapi mimi masih cinta kan?" goda bibi sabil meraih tangan sang istri lalu mencium mesra di punggung tangan mimi.


"lillah.... masih cinta sama bibi tidak pernah berubah" ucap mimi bahagia.


"alhamdulillah. ... bibi juga lillah. .. masih sangat besar cinta ini untuk mimi" abi merangkul sang istri penuh cinta.


mimi dan bibi sudah melupakan topik masalah sang putri. Mereka malah saling melempar canda tawa berdua.


sedang zora yang dari tadi niat untuk tadarus malah duduk melamun. mushafnya juga masih terbuka. entah angan nya kini mengembara di mana. serasa dia sudah kehilangan jiwanya. faz kembali tanpa membawa belahan jiwa zora. melihat sang adik melamun faz merasa iba. memang zora gadis yang pendiam tapi tidak biasa akan melamun seperti itu.


zidn yang juga baru kembali merasa ada yang aneh dari sang tuan putri. dua pemuda tampan itu mendatangi sang adik yang asik dengan dunianya sendiri.


"aak faz lihat zora melamun di sana?" tegur zind melihat sang adik duduk sendiri di gazebo.


"sepertinya ada yang tidak beres nih" gumam faz faham akan perubahan keadaan sang adik. faz menghampiri zora di tanam


"ayo...." faz mengkode dengan ayunan tangan.


"hei.... sore sore malamun saja.." ucap zind dengan keras dan membuat zora tersentak kaget.


"astagfirullahalazim. ...aak faz....aak zidn... bikin kaget saja. salam kek...." protes zira.


"assalamualaikum adik aak yang cantik." sapa salam ke 2 pemuda tampan itu sambil duduk di samping zora.


"waalaikum salam....." jawab zora ketus.


"ngelamunin apa dek?" tanya faz hawatiran.


"nggak... kok aak....." zora mengelak dan berpaling ke arah lain.


"kelihatan bohong... pasti mikirin aak alex. ya....?" tebak zidn benar karena reaksi zora tersentak dan bergetar tangan zora.

__ADS_1


"aak zidn. ..." zora tak percaya kembarnya itu tau isi hatinya.


"bener dek kamu mikirin alex?" gantian faz yang menyelidiki.


"nggak....." zora masih pura pura tak mengaku.


"ya sudah kalau tidak ngaku... bulan depan dia bakal terbang ke irak buat kuliah. mungkin 5 sampai 8 tahun baru kembali" ungkapannfaz bikin zora kaget.


"5 sampai 8 tahun....?" tanya zora tercengang kaget.


"katanya nggak mikirin aak alex?" goda zidn dia paling suka lihat zora tersenyum malu malu. tapi ekprsi zora saat ini lebih ke rasa kecewa.


"zidn. .... " faz menepuk kepala adiknya yang menggoda kembaran nya.


"kakak sudah selesai ujian tinggal pengumuman ke lulusan. ... kepergian nya di percepatan semua demi menjaga rio dan satriya di sini setelah itu rio juga akan kuliah di solo tempat asal namanya. dan aak juga akan pergi keturki untuk lanjut stady" faz. mengutarakan semuanya dengan panjang lebar.


"lalu zora harus bagaimana?" tanya zora bingung.


"kamu bukanya akan nyantri ke Jombang.... kamu kosen saja sama pendidikan mu... aak juga akan meninggalkan kanzha.... kita butuh bekal untuk masa depan bukan ego sesaat.... sepertinya cinta datang di saat yang tidak tepat sama sekali.... kita terlalu cepat jatuh cinta" urai faz lagi. zora mengangguk mengerti.


"untung zidn tidak. ..." pemuda itu merasa beruntung tidak di pusing kan perkara jodoh.


"lklaskan dia pergi. .. kakak juga akan mengiklaskan kanzha ... kalau kita berjodoh dengan mereka serumit apa pun Allah akan menyatukan kita" faz mengelus kepala sang adik penuh sayang.


"iya kak." mulai ada pancaran ketenangan di wajah zora. mendengar nasihat sang kakak bisa membuat gadis itu sedikit tenang.


mungkin benar zora harus mengiklaskan alex untuk pergi demi masa depan mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2