
pelukan itu makin erat dan hangat. ada sesuatu yang hangat menyelimuti samubari. seperti ada dinding yang roboh di batin faz hingga dia menemukan ketenangan. bibi al mendengar isakan pangeran nya. Dia pon merasa masygul. semua menatap pemandangan indah itu penuh haru. faz sepertinya enggan melepas dekapan abinya. abi al pun rasanya masih sangat rindu dengan merapatkan dekapan sang putra.
tak sedikit orang ikut meneskan air mata termasuk mimi naf. dia sangat tau perasaan putranya itu sangat mengharap sang abi di hari harinya.
kehangatan itu tak terganggu apapun. mereka juga tak peduli dengan tatapan mata yang saling pandang penasaran. sampai sebuah suara kecil niha mengagetkan semua.
"bibi cuma kangen aak faz kah?" protesan gadis kecil itu mengundang senyum.
pelukan itu terurai. keduanya saling menghapus air mata di wajah masing masing. lalu bibi menatap putri kecilnya mengangkat dan mengendong masuk kedalam rumah. setelah menyalami putra putri yang lain.
" ak...putri bibi yang pintar. .. bibi juga kangen kok sama niha" kata bibi al sambil jalan ke ruang tengah.
"Bener?" niha ingin kepastian
"iya...sayang..." sang abi senyum ramah dan sabar.
"jadi bibi nggak lupa bawa hadiah buat aku kan?" tagih niha memasang muka polos nya yang imut.
"ha..ha.. ya nggak dong... bibi tak lupa"bibi tertawa terbahat.
"trus..mana?" tagih niha serius.
"niha... biar bibi istirahat dulu ya...!" bujuk mimi naf pada sang putri
" iya ..mi..." niha setuju.
"nggak apa apa kok mi...." bibi al sabar menurunkan sang putri bungsu
"abi...istirahat dulu deh..." pinta umi tagas dengan tatapan mata tajam.
faz yang menarik koper sang abi. menaruh di dekat mereka. sangat berat mungkin banyak isinya.
"iya...tapi di sini saja ya...." abi duduk di sofa. abi mengalah baru datang tak mau debat dengan sang istri.
tak ada yang bisa membantah kata umi naf. kata beliau itu mutlak harus di ikuti semua anggota kelurga termasuk abi al.
faz nampak duduk di samping sang abi. melihat syam dan niha. sibuk membongkar koper sang abi. sedang zora datang membawa minum untuk abinya.lalu ikut duduk.di sebelah umi naf yang senang melihat tingkah polah anak anaknya.
__ADS_1
" umi kenapa tak bilang faz datang...?" abi menatap umi yang duduk di sebelah kiri nya.
"biar kejutan" umi masang senyum manisnya.
"lalau kapan datangnya. kemarin...?" tebak abi penasaran
"faz sudah satu bulan bi" jawab faz
"satu bulan... kok tak ada yang bicara kak alim juga" bibi al menatap putranya lalu kearah mimi naf.
" ammun tak tau faz ke jakarta" jawab faz menunduk takut.
"ammunmu tak tau..?" nada bicara bibi al meninggi.
"faz datang saat abi pergi tausiah... umi sama abi bilang faz mau tinggal sama kita" crita umi.
" bener kamu akan tinggal di sini nak.. bareng kita...?" pandangan itu berubah sendu.
" iya bi.. boleh kan bi...?" faz mendongak harap harap cemas takut sang abi marah.
" ya tentu..nak abi izin in... tapi telpon ammunmu ya.. kalo dia tau kamu kesini pasti marah sama abi" abi senyum kalem menepuk bahu putranya.
pasalnya abi alwi pergi taur tausiah dengan papa alim.dan. Selama sebulan bersama tak ada menyinggung tentang kepindahan sang putra. makanya abi al binggung kok tiba tiba putranya datang. kadang libur saja jarang mau paling adik adik faz yang datang ke jepara atau kudus untuk liburan.
" bagus.. trus sekolahmu....?" tanya abi
"faz lanjut bi..." jawab faz
" umi sedah masukin faz ke SMU BINA BAKTI tempatnya teteh intan" kata umi menerangkan.
" oh..hiohh....alhamdulillah kalo begitu akhirnya keluarga kita lengkap" abi nampak senang sekali.
bibi al. mameluk sang putra hangat. sedang niha masih sibuk mencari sesuatu di koper abinya.
" dek kamu cari apa sih..." tanya zora
" baju gamis.... abi sudah janji..." jawab niha polos.
__ADS_1
" kriiuik... a..bi..lu..pa... kali ..dek..." syam bicara sambil makan
" kalo ngomong jangan sambil makan..." faz nenyrobot kripik ubi dari tangan adiknya.
" aak... itu milik syam. .." sang adik tak terima
" udah.. ini punya kakak... kamu diet..." faz santai menggoda adiknya
" abi..umi... kak faz nakal...." syam mengadu.
"mulai besok kamu ikut kakak lari keliling pondok 5 kali...." pinta faz
"ah.. syam ngak mau..abi. .." mengadu lagi.
"udah.. turuti kakak mu...!"pita abi
"umiiii...."
"udah... umi.pusing dengarnya..." tolak umi
" huh..mengadu..mengadu.... manja" goda faz pada adiknya rasanya sensbg sekali.
" ha..ha..ha...ha.." syam mulai kesal
abi senang baru kali ini lihat putra kecilnya ahirnya ada yang mengalahkan. selama ini dia terlalau di turuti tapi kini ada sang kakak yang bisa jadi panutan.
faz bahagia kini saat nya dia akan mulai mencatat kisah nya sendiri mulai saat ini.
♥
♡
♥
♡
♥
__ADS_1
♡♥♡♥♡♥♡♥♡