
ternyata di luar pintu bibi al mendenggar semuanya. semua ucapan serius dan semua canda an yang di. uraikan faz untuk memggoda sang adik. semua juga yang di ucap zora tentang kesalahan dan dosa yang dia buat.
karena kaget dengan cepat bibi menerobos masuk. mendengar keributan itu bibi jadi sangat marah. mode abi pisesif muncul seketika. dan mulai mengeluarkan taring nya.
"apa putriku melihat Alex telanjang?" triak bibi tiba tiba tanpa salam dengan wajah merah marah.
"abi... ..."
"bibi....."
"kyai. ..."
"ini tidak bisa di biarkan begitu saja. ... abi akan menghukum kalalian" bibi al makin emosi melihat alex ada di kamar putrinya.
"sabar bi.... ayo kita bicara di luar saja.... " bujuk mimi berusaha meredam kemarahan bibi alwi.
"tapi abi tidak bisa mentelorir masalah ini begitu saja" bibi masih panas kepalanya.
"abi........" mim menenangkan.
"faz... bawa alex ganti baju kita turun bicara di bawah" pernah mimi.
"iya... mi...."
mimi naf menuntun sang putri turun dan di ikuti abi. faz mengajak alex untuk ganti baju yang lebih sopan. mungkin bagi alex yang dia kenakan biasa saja. tapi kayaknya hal serius akan di bahas bibi al jadi mimi minta alex ganti baju.
"nih ganti....." faz menyodorkan baju dan sarung.
"apa ada yang aneh dengan kaos ini faz hingga gue mesti ganti" alex melihat pakaian nya.
" bukan masalah aneh tapi kayaknya abi akan menyampaikan hal penting. .. aku juga biasa bergaya begitu tapi sejak aku kembali ke sini belum pernah lihat abi semarah tadi" faz menerangkan.
"tapi apa benar abimu akan menghukum ku dan adik mu?" alex mulai takut khawatir.
"mana aku tau lex.... makanya ayo cepat buruan ganti?" faz sendiri bingung melihat kemarahan bininya.
__ADS_1
alex menurut daripada kelamaan abi akan lebih marah. alex memakai sarung dengan di bantu faz dan atasan baju koko. faz mengantar alex ke ruang tengah. di sana abi sedang menginterogasi zora dengan sikap posesif.
"bagaimana bisa zora. ... bibi dan mimi selama ini mendidik kamu dengan hati hati menyembunyikan kamu dari dunia luar agar kamu tidak terjerumus pergaulan bebas tapi bagaimana hal ceroboh ini bisa terjadi?" selidik abi kemarahan mulai mereda dan mau bicara dengan nada halus.
"afwan bibi...." zora sudah menangis sesugukan.
"bi.... faz juga minta maaf karena lupa kalau ada alex di kamar. tadi faz lupa bawa kitap saat ngajar jadi minta toling zora" faz menceritakan kronologi.
"zora tak tau bi.... Kalau ada orang lain di sana jadi asal masuk" zora menimpali
"saya juga minta maaf kyai. ... Saya menyesal jangan hukum zora ini murni kesalahan saya karena lupa mengunci pintu" alex ikut angkat bicara
"pokoknya abi tidak mau tau. .. kalian akan abi hukum...." abi masih berambisi.
"abi..."
"tenang bi.... Mereka cuma anak anak" mimi menenangkan.
"ini aib mi... dosa... Mereka harus tanggung jawab" abi kesal.
"tapi hukuman apa yang akan abi berikan?" tanya mimi.
"abi..."
"kyai. ..."
"abi.... serius. ... akan menjodohkan mereka" mimi tidak terima.
"kenapa tidak?" tanya bibi.
"bukannya abi benci perjodohan" mimi mengingat kan.
"terpaksa. ..." beo abi.
"dan kalian akan menikah setelah alex lulus kuliah dan bisa mendalami ilmu agama atau saat kalian sudah siap. jadi mulai besok alex.... kamu pindah sekolah pesantren untuk jaga jaga dari musuh mu.... dan zora mulai besok tinggal di pondok titik keputusan abi tidak bisa di ganggu gugat" keputusan bibi tidak bisa di ubah lagi.
__ADS_1
"baik bibi.... tapi untuk perjodohan zora mohon abi pikirkan lagi" zora tidak bisa terima.
"ini untuk menebus kesalahan mu zora.... dan kabar ini kita simpan dulu sampai keadaannya alex setabil" bibi mengingatkan.
"baik bibi"
abi pergi masih memendam rasa marah. umi pergi mengikuti untuk menghibur dan menenangkan.
sedang alex masih bingung dengan semua ini. tadi faz menggoda agar alex bertanggung jawab saja sudah kalang kabut. kini canda faz itu jadi nyata alex di jodoh kan dengan zora gadis pemalu dan pendiam.
apa alex siap dengan itu. saat dia sendiri banyak masalah. punya musuh dan selalu di hantui rasa takut akan kehilangan
zora masih bersedih menangis faz hanya bisa menatap nanar sang adik yang sangat terpukul.
"kenapa kamu menangis zora?" tanya faz membelai punggung sang adik.
"aak.... aku...." zora tak mampu berkata lagi.
"jangan menyesal dengan keadaan mungkin ini yang di sebut takdir" hibur faz bijak
"faz. ...." alex tak terima.
"mulai sekarang Panggil aku aak!" perintah faz
"tidak mau...." tolak alex.
"ya sudah.... besok aku akan bicara pada reza kalo kamu ada di sini. .... aku pergi mengajar kalian ngobrol biar saling kenal!" ancam faz sambil pergi meninggalkan zora dan alex berdua.
"faz...." beo alex
"aak.... lex" faz mengingatkan.
"ya.... aak faz... jangan bilang pada reza...." mohon alex
"iya. .. asal kamu terus Panggil aak" faz tidak menyerah.
__ADS_1
"iya... aak faz....."
"ha..ha..ha.."