
Kanzha dari tadi tidak berani melihat perlombaan dengan sungguh sungguh. kerena dia sangat khawatir dengan apa yang dia lihat. walaupun semua sedang bersorak bangga tapi di hati Kanzha lebih banyak rasa khawatir pada faz.
apa lagi melihat fazha mengemudikan motor dengan membabi buta sedari tadi dia tidak berani melihat dengan langsung dia memilih di peron bersama papa nya dan para senior.
"kenapa kemu zha....?" tanya papa amar yang melihat sang putri yang sangat gelisah.
"ngeri pa.... zha nggak sanggup lihatnya" kanzha memalingkan muka dari layar besar walau tidak melihat fazha langsung dia sangat hawatir.
"faz akan senang kalau kau mau lihat dia berlaga" pinta papa tapi beliau sadar kalau hati sang putri sangat lembut dan tak tegaan.
"tapi zha... takut..... makanya zha di sini" tolak zha dengan sedikit melihat layar sebentar.
"kanzha... kanzha..." sang papa hanya tersenyum kulum.
"tidak apa zha... abi saja mending lihat faz begitu" dukung bi alwi yang juga tidak begitu senang dengan hobi sang putra.
"itu karena bibi al... terlalu lembut hatinya.... kayak ager....." ledek ayah alim yang semangat melihat anak didiknya yang membanggakan.
"kak alim ih... sukanya.... kledek terus" protes umi nafik membela sang suami.
"la... memang kenyataannya begitu" papa amar ikut mendukung ayah alim.
__ADS_1
" sepertinya siapa yang abi.... siapa
yang umi... kok kebalik" lanjut ayah alim terus melancarkan misinya menggoda abi alwi yang duduk dengan cuek dengan gaya busana yang beda dari biasanya. beliau mengenakan kemeja dan celana bahan.
"kok.... kalian pada berisik sih.... itu sudah mau putaran terakhir ni..." protes syam yang tidak konsentrasi melihat sang kakak bertanding.
"ita ih... kita mau lihat aak nih...." niha ikut protes pada para senior.
"wah pangeran dan tuan putri sudah protes" papa mengingat kan
"maaf ya sayang. ... tampan cantik..." bujuk ayak h alim mencium kening niha dan syam yang mengemaskan.
"wah...iya... sudah sangat ketat...." abi alwi batu tertarik saat sudah putar terakhir.
suasana tribun pun semakin ramai teriak sorak penonton para penggemar faz rata rata anak muda walau. sosoknya begitu misterius tapi menawan para wanita. siapa yang tidak terpikat pada fazha , berarti mata orang itu katarak.
kanzha harus ekstra menjaga pujaanya kalau tidak ingin di miliki orang lain. untung fazha punya prinsip sendiri mengenai hubungan jadi faz menghargai sekali kanzha. karena itu kanzha sangat laga sekali.
"tanzhala.... tanzhala. ..."
"ayo... kamu bisa tanzhala raice. ..."
"tanzhala raice.... aku pada mu...."
__ADS_1
"aku mencintaimu tanzhala. ... maukah jadi pacar ku...."
" uummmmuaaah... tanzhala raice kau idola ku"
teriak demi teriak kan menggema ke seluruh penjuru tribun. rata rata yang berteriak adalah wanita para gadis cantik yang tergila gils. bahkan ada yang sampai rela mati demi bisa berjumpa. tapi faz selalu ter tutup pada para fens apa lagi wanita. Maka dari itu kesan misterius dari sosok tangga raice sangat di buru.
kini kemenangan sudah di depan mata sepenuh hati faz berjuang untuk menang dalam laga nasional ini. setelah kemenangan ini faz akan melanjutkan karir internasional kalau masih memungkinkan untuk melakukan nya di sela sela kuliah di turki nanti.
akhir nya fazha bisa finis di baris pertama dan menjadi pemenang . kanzha bisa senyum dengan bangga dan penuh kelegaan akhirnya yang di takut kan tidak terjadi.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.