
Kanzha baru akan pulang dari kampus. jam pelajaran sudah usai dan dia segera bergegas ingin segera kembali. rasa lelah sudah mengelayuti tubuh ramping nya. Dia sudah berubah menjadi wanita yang cantik juga menawan. semua pria terkagum dengan dirinya yang pandai dan cerdas. Dia sudah biasa menyetir sendiri dan biasa pergi ke mana mana tanpa sopir.
karena mesti segera ke pesantren Kanzha segera bergegas kembali karena masih ada tugas menanti. sebenarnya Kanzha sudah tidak tinggal di al azhar lagi. tapi dia masih menjadi dewan pengurus pondok jadi masih sering datang untuk mengecek para santri.
tok... to.. tok...
"mbak Kanzha tunggu?" Panggil seorang gadis manis berkerudung biru. sambil mengetuk kaca pintu mobil khanzha.
"hei.... afifa kamu mau balik?" tanya khanzha ramah membuka kaca pintu mobil nya.
"iya. .. mbak mau ke pondok kan. ? boleh afif ikut bareng?" mohon gadis manis teman di pondok khanzha itu.
"boleh... ayo...." khanzha membuka pengunci pintu agar afif bisa masuk.
"syukron ya. ..." ucap afif ramah
"afwan....'' khanzha membalas senyum tak kalah cantiknya.
nuril afifa khumaira adalah putri dari ustadz manaf dan umi tiar sepupu abi alwi yang ikut mengelola pesantren. sudah lama ke dua gadis cantik ini bersahabat.
Kanzha melajukan mobil nya menuju pondok pesantren. akan ada acara haul yang akan di adakan di pesantren secara besar besaran. saat SMA afif sekolah madrasah di pondok sedang khanzha sekolah di SMA umum yang bunda nya pimpin. sekarang sang bunda pilih di rumah saja menghabiskan waktu bersama. 2 buah hatinya khanzha dan si bungsu niam. niamullah akbar ammar syahreza. dia seusia hus syam dan tinggal di pondok untuk mendalami ilmu agama.
sudah lama kanzha tidak menerima telpon dari sabg gus kesayangan. rasanya tidak sabar menunggu fazha kembali. Alex, mario dab satria sudah kembali bersatu. tinggal fazha saja yang masih senang dengan ego nya sendiri untuk mengajar karir. kanzha tidak pernah membahas tentang kapan sang gus akan kembali. ingin rasanya kanzha menuntut untuk segera di khalalkan topi mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur berjalan seperti ini.
__ADS_1
"apa haul tahun ini gus akan pulang ya?" tanya afif penasaran.
"aku tidak tau mbak?" kanzha jujur tidak tahu kapan fazha akan kembali dari pengembaraan nya.
"mbak kanzha tidak rindu dengan gus?" selidik afif melirik sang sahabat.
"rindu. ... tapi beliau masih ingin seperti ini mau bagaimana?" kanzha hanya senyum syahdu membalas tatapan afif.
"sabar ya mbak. ... Kalau jodoh tidak akan ke mana.... apa pun rintangan nya pasti akan barsama" afif memberi dukungan agar kanzha sabar.
" mbak benar" kanzha setuju.
"kuliah gus... s2 sudah. selesaikan?" afif masih ingin tau semua tentang sang gus dari kanzha. sudah lama afif juga menaruh hati pada faz tapi setatus kanzha sebagai wanita yang di jodohkan dengan sang gus maka afif hanya bisa memendam rasa saja.
"mbak tak takut. ...di itali gus kita punya wanita lain?" tanya afif mengetes hati dari sang sahabat.
"kalaupun ada mau bagaimana lagi. ... iklaskan saja pada Allah.... kita sebagai manusia tinggal berharap dan memohon saja... kalau hasilnya semuanya itu tergantung takdir Allah." pasrah kanzha.
"mbak kanzha adalah contoh wanita yang di idamkan surga" puji afif.
"aamiin....."
memang akhlak kanzha tidak bisa di ragukan lagi. cantik lemah lembut berbudi dan taat agama dan Tuhanya. siapa saja yang bertemu dan melihat baik budinya pasti akan langsung jatuh hati.
__ADS_1
"kalau ning zora?" afif masih ingin ngobrol banyak dengan kanzha.
"kayaknya juga tidak.... gus zidn ada di cardoba, ning zora ada di Jombang , gus syam ada di Kudus kasihan.... umi dan abi tinggal ning niha saja di ndalem" cerita kanzha. seakan akan dia tau semua kegiatan keluarga guru nya itu.
Memang kanzha sering menemani umi naf dalam kegiatan pengajian. itu pun kalau dua tidak di sibuk kan dengan perkuliahan dan kegiatan kantor sang ayah.
rindu jujur kanzha sangat rindu pada sosok pria yang sudah papa pilih untuk nya. sudah cukup lama mereka terpisah demi mencari kedewasaan dan menyimpan segudang rasa rindu di antara mereka. kapan mereka bisa bersama tinggal menunggu takdir dari yang kuasa.
tapi tidak ada yang tahu faz sudah berusaha untuk kembali demi kanzha. tapi hatinya yang lembut seolah di permainan orang orang di sekitarnya hingga faz hanya bisa bersabar dengan waktu. kini faz sudah membulat kan tekat untuk bisa kembali berkumpul dengan orang orang yang dia sayangi . hanya menunggu waktu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1