FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Alun Alun Kota


__ADS_3

fazha sudah sampai di lokasi tenpat mereka janji an untuk ketemu kini dia duduk di kursi taman di bawah pohon rindang. kanzha sudah mengirim pesan dia masih di dalam bis karena jarak alun alun dari sekolah lumayan jauh.


kanzha sudah siap siap turun di halte dekat alun alun dan berjalan sebentar mencari keberadaan fazha. Setelah melihat fazha dia segera mendekat dengan pelan, penuh kebimbangan dan ragu. sampai saat faz sadar dengan kedatangan nya. pemuda itu menyungingkan seutai senyum khasnya yang manis bagai gulali. dan kanzha berusaha membalas senyum itu walau penuh kegugupan.


"assalamualaikum kak faz" salam sapa kanzha berusaha menenangkan perasaannya. dadanya yang berdegup kencang mulai saat melihat senyum faz yang mengoda.


"waalaikum salam zha... ayo duduk" faz mempersilahkan dengan sopan.


"baik... syukron kak" kanzha duduk dengan memangku tasnya agar dia tidak terlihat gugup.


"afwan...." jawab faz yang khawatir melihat kanzha yang mulai gugup dan pucat terlihat dari raut mukanya yang memuntih.


"kukira kamu tidak jadi datang?" canda faz untuk mencair kan suasana


"memang aku berani menolak apa? ajakan gus" dialog kanzha dengan dirinya. sebenarnya dia juga senang bisa bertemu dengan faz.


"afwan... menunggu lama ya kak?" kanzha jadi merasa bersalah mendengar canda an faz.


"tidak juga... baru sampai juga kok" faz basa basi biar kanzha tidak canggung bersama nya.


"menunggu lama kalau itu kamu aku rela zha" dialog faz dengan dirinya. padahal sudah hampir satu jam dia menunggu sambil gelisah. takut pujaan hati nya tidak bisa datang.


"afwan ya... panas panas begini malah mengajak mu di tempat terbuka begini!" faz merasa bersalah melihat kanzha harus kena panas.


"tidak apa apa?" kanzha menenangkan.


"tapi kamu sudah izin kan?" selidik faz


"sudah...." jawab kanzha berusaha santai


"kamu mau disini atau kita jalan jalan kemana gitu?" tanya faz.


"apa tidak apa apa?" kanzha ragu.


"ha...ha... ha... kamu takut apa zha?" faz malah tertawa bergelegak.


"aku sudah janji tidak akan bawa kamu ke tempat sepi. mungkin kamu mau ketoko buku.... atau nonton" faz harap kanzha tidak berpikir aneh aneh tentangnya.

__ADS_1


"bukan bukan begitu maksud kanzha" kanzha jadi salah tingkah


"kamu binggung ya? afwan ya sudah menempatkanmu dalam kondisi yang rumit.... aku tau kamu binggung" faz merasa bersalah dengan omongnnya.


"kak faz" kanzha berusaha tenang.


"ya sudah kita ngobrol di sini saja ya.... biar kamu nyaman aku cari minum dulu" pamit faz untuk mencari minum karena jam 2.30 masih lumayan panas. mungkin karena mau hujan.


faz pergi meninggalkan kanzha sendirian untuk membeli minuman karena hari itu sangat panas sekali. walau binggung kanzha berusaha menangkan hatinya debaran dadanya yang berdegup kencang mulai saat melihat seutai senyuman faz tadi . biasa tidak begini tapi kenapa kali ini dirinya tidak bisa mengontrol perasaan nya.


faz datang membawa beberapa botol minuman dingin ciki danjajan. menaruh di bangku yang kanzha tempati.


"maaf ya cuma ini...." faz menaruh di samping kanzha.


"ini apa kak banyak sekali?" kanzha bingung melihat makanan yang di beli faz sangat banyak.


"biar bisa lama ngobrol nya" canda faz dengan sebuah senyum tipis di bibir nya.


" kak... faz.. kak faz" beo kanzha tidak mengerti.


"syukron.... zha makan ya?" kanzha mengambil martabat telur dan mulai makan dengan santai. berusaha melihat jauh ke depan agar tidak grogi saat melihat faz.


"sebenarnya apa yang ingin kakak bicarakan?" tanya kanzha hati hati.


"em.... masalah kita?" jawab faz santai sambil menyadarkan punggungnya.


"kita..." kanzha berbalik melihat faz.


"iya... kamu tau kan kita di jodohkan?" tanya faz membalas tatapan kanzha. tapi dengan cepat dia berbalik.


"iya... ide gila papa bahkan sebelum kanzha lahir" jawab kanzha ingin tertawa mendengar cerita sang mama. mengenai sang ospa yang maksa2.


"menurutmu bagaimana?" faz ingin tau isi hati kanzha.


"apanya?" tanya zha tidak mengerti arah bicara dari faz.


" penilaian mu kakak....?" tanya faz

__ADS_1


"baik...." jawab kanzha singkat


"cuma baik. ...?" faz tak puas dengan jawaban itu.


"lalu apa?" kanzha menatap faz lagi.


"yang lain zha. .. masak penilaian mu cuma baik. semua orang juga baik. apa tidak ada kelebihan lagi yang kamu suka dari diri kakak?... atau hal buruk yang mesti kakak rubah agar kamu suka?" faz penasaran mengenai isi hati kanzha.


"tidak ada yang perlu kakak rubah semua baik.... bahkan sempurna" puji kanzha dengan senyum kulum.


"tidak ada sesuatu yang sempurna zha begitu juga kakak" faz masih ngotot.


"tapi bagi kanzha kakak sangat sempurna. Hingga zha mider takut tidak pantas untuk menjadi pendamping mu kelak" jujur kanzha. dia melihat faz sosok yang sempurna karena dia belum. pernah melihat kemarahan dan keganasan faz di masa lalu.


"kau pantas zha. ... sangat pantas bahkan demi kamu aku tidak ingin jatuh cinta pada gadis lain. cuma kamu? camkan itu kanzha makaila iiktifa arshada" ungkap faz.


"aku ingin ALLAH benar benar menyatukan kita sampai janahnya zha... anna ukhibika fillah" kazha diam terpaku mendengar ungkapan cinta faz. hingga tidak dia sadari bulir bening meluncur jatuh membasahi pipi nya.


"kak.. faz.. syukron" ucap kanzha lirih.


"afwan zha jangan menangis lalu perasaan mu?" faz masih menuntut jawaban.


"semoga harapan meraka dan harapan kita bisa di kabulkan oleh Allah kak...." jawab kanzha yahkin.


"amin...."


setelah itu mereka jamah sholat asar di masjid dekat alun alun. lalu faz mengajak kanzha ke toko buku mencari buku untuk referensi kuliahnya.. kanzha mencari buku untuk persiapan kelas 12. baru mereka pulang jam. 5.30. hampir magrib dan kazha masuk lewat pintu dhalem. dan di sambut oleh umi naf sediri. lalu kembalinke pondok lewat pintu belakang dhalem.






__ADS_1


__ADS_2