FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Ku Temui Kamu..... dengan Berani.


__ADS_3

7 tahun kemudian.


kini Mereka sudah beranjak dewasa. menjadi wanita dan pria yang membanggakan. kanzha sudah lulus s1 melanjutkan s2 di samping itu dia ikut membantu sang papa di perusahaan. faz pindah lanjut s 3 di Italia mengeluti menejemen bisnis. rio sudah menemukan cinta sejatinya seorang ning dari demak dan yunior 2 tingkat dari nya. Alex sudah kembali ke Indonesia setelah lulus dan bertekat akan merebut kembali semuanya. walau sebenarnya sudah tidak banyak yang tersisa dari semua peninggalan ayang nya. tapi rasa sakit kehilangan semuanya orang yang di cintai membuat pikiran menjadi kalap dan penuh ambisi untuk merebut segalanya.


seusai kembali dari london alex tidak kembali ke pesantren. dia sudah bertekat untuk hidup mandiri tanpa menyusahkan keluarga faz lagi. dengan di bantu tuan anton alex mulai mengakuisisi perusahaan yang sudah mulai maju pesat. tidak tanggung tanggung kedatangan alex membuat semua pemegang saham tercengang kaget dengan datang nya putra mahkota AW Corp. pangeran yang sudah 8 tahun menghilang kini tiba tiba muncul dengan segala ambisi dan emosi. sang oom , tuan alvaro juga tercengang dengan kembalinya Alexander aldo wibowo.


"selamat pagi mari kita sambut pemilik sah AW Corp tuan muda Alexander aldo wobowo. ... beliau salak satu exekutif ternama dunia dan berhasil mengembangkan sebuah perusahaan perhiasan ternama di london" ucap tuan anton memperkenalkan Alex. mengetahui hal mendadak ini tuan alvaro tercengang dan tidak menyangka sang pangeran terbuang telah kembali dengan persiapan yang sudah matang. Selama ini dia sudah salah sasaran.


"selamat pagi semua. ... kalian pasti kaget dengan kembalinya saya yang tiba tiba tapi ini sudah sesuai wasiat orang tua saya untuk memegang kendali perusahaan ini saat usia 26 tahun. Jadi saya kembali" ucap Alex optimis penuh rasa percaya diri tinggi. selain dukungan dari tuan anton juga ada tuan handoko dan tuan amar. tuan handoko salah satu sahabat papa Alex.


"mana mungkin? perusahaan ini sudah atas nama saya" tuan alvaro tidak terima atas pengakuan dari sang penakan. ternyata selama ini Alex menggunakan nama aldo dalam pengembang perusahaan di luar negri.


"silakan periksa tuan!" ucap seorang pengacara setelah di beri kide. tangan oleh Alex. pria itu menyerahkan beberapa bukti kepemilikan sah atas nama properti tuan aldo dan berapa aset yang sudah dia dapat dari hasil kerjasama kontrak perusahaan.


"ah.... sial. ...." umpat tuan alvaro kesal.


"kalau semua oom ambil dengan cara kotor. .. Maka akan hilang juga dengan cara kotor" ucap alex sinis pada tuan alvaro.


"Alexander. ....." tuan alvaro geram atas ucapan alex.

__ADS_1


"oom... seharusnya tau jangan merendah seseorang yang sudah teraniaya.... doa orang yang teraniaya itu muntajab.... di dengar oleh Allah" ungkap alex tersenyum sinis menatap kemarahan sang om.


"jadi selama ini kontrak dari luar negeri atas mana Aldo Corp itu viktif" tuan alvaro bertanya tanya.


"tidak. .... itu benar adanya .... itu perusahaan yang di dirikan tuan muda" tuan anton yang menjawab dengan bangga.


"anton seharusnya aku menyingkirkan mu" tuan alvaro menyesal.


"salah anda sendiri masih percaya pada saya. .. Saya tidak seperti tuan anggara yang mudah anda iming imingi uang saya tidak seperti itu" ucap tuan anton bangga. tapi ucapan pria itu semakin membuat tuan alvaro marah dan naik pitam.


"jadi tuan alvaro yang terhormat silakan pergi meninggal perusahaan!" tuan handoko mempersilakan dengan sopan dan baik.


"kalau kalian ikut membela maka ku anggap ikut andil dalam pembunuhan orang tuaku" seloroh alex saat ada yang akan mulai angkat bicara. akhirnya tidak berani melihat ekspresi akex yang berubah gahar dan dingin.


semua tercengang mendengar kata " pembunuhan" mereka semua tidak berani angkat bicara untuk memberikan pembelaan. memang kabar kalau pasangan tuan aldo dan istri meninggal karena sabotase sudah ramai dan gencar di utarakan. tapi mereka tidak berani untuk ikut ikut bicara. tuan alvaro memang terkenal sadis dan bertangan dingin dalam memimpin perusahaan. makanya mereka bisa percaya kalau kabar itu mungkin benar adanya.


tuan alvaro pergi dengan rasa malu. Dia tidak bisa dituntut atas perbuatan penghalang nyawa karena tidak ada bukti. tapi paling tidak alex sudah berhasil menyingkirkan nya dari perusahaan.


"aku sudah pernah bilang dulu.... Kalau anak ini cerdas dan licik" puji papa amar melihat semua sepak terjang alex barusan.

__ADS_1


"kamu benar tuan amar... dari gaya ekspersinya alex memang bisa di bilang pebisnis sejati" puji tuan handoko. beliau juga jajaran pengusaha ternama.


"mata penuh dendam yang berbahaya" tambah papa amar terlalu kagum tapi juta khawatir.


" semoga anak itu punya prinsip dan batasan agar tidak terlalu jauh terjerumus" ucap abi alwi khawatir sedari tadi.


"apa kau meragukan calon menantu mu kyai" canda papa amar.


"ha.... ha..... ha....."


mereka bertiga melihat semua kejadian dari ruang kontrol kamera pengawas. berjaga jaga takut sesuatu terjadi.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2