
"assalamualaikum nak kamu di mana?" salam abi menhubungi sang putra
"di rumah bi ada apa?" jawab dari sebrang
"bisa datang ke rumah sakit dwi samudra tidak nak?" pinta abi dia. sedang duduk di kursi tunggu UGD rumah sakit.
"astaghfirullahal azim abi sakit.... ,? apa kecelakaan?" sang putra kaget. takut sesuatu terjadi pada orang kesayangannya. Dia yang tadi rebah an tiba tiba tersentak bangun dari tidur santainya.
"tidak abi baik baik saja kok... tadi abi nylamatin seseorang yang pingsan di jalan. " jawaban abi menenangkan sang putra
"alhamdulillah. ... faz kira bibi kenapa napa trus bagaimana keadaan orang yang sva tolong?" ternyata ada bibi alwi yang nyelamatin alex
"alhamdulillah bibi baik baik saja....kok " faz merasa lega.
"siapa namanya ?" tanya faz
"alexander siapa. . tadi ya...." abi lupa tapi dia telpon sang putra karena lihat identitas kartu osis alex sama satu sekolah dengan faz.
"itu teman sekolah faz bi... baik faz.... akan segera kesana bi ...sama satria dan rio" faz beranjak bangun dari duduk nya.
"hati hati ya nak.....abi meski tausiah nanti kamu urus dia ya!"perintah abi al.
"iya abi pergi saja..... biar kita yang urus" faz setuju dengan ide abi.
"assalamualaikum" salam abi
"wa alaikum salam" jawab faz.
__ADS_1
faz segera ganti baju dan mengambil henpone dompet dan kontak mobil. lalu segera ke pondok. faz segera mencari satria dan rio. Setelah pamit pada mimi naf faz pergi mengendarai mobil nya. Sebuah sedan mewah hadiah abi karna sudah kembali ke pelukan mereka.
faz menyetir mobilnya dan segera meluncur ke tempat yang duda abi serlook.
Rio dan satria heran bagaimana faz bisa mnyetir dengan handal. Mereka menanyakan ke lengkapnya.
"gus sudah punya sim?"tanya satria khawatir
"sudah sat... sim mobil motor" jawab faz tanpa berbalik
"gus... sim nya nembak ya...?" ledek rio dia kini sudah kembali ke pondok
"enak saja resmi..." tolak faz.
"masak baru 17 kok" satria seakan tak percaya
"pembalap.... balap liar?" rio tak percaya.
"resmi lah... bulan depan tanding di sentul kalian ikut ya...!" sanggah faz
"benaran. .. ?" satria butuh kepastian.
"bener kalian tak percaya lihat nih..." faz menunjukkan beberpa foto di hapnya.yang menunjukkan siapa dia.
"ini benar lho rio" satria tak percaya
"iya... jadi tanzala race itu kamu?" rio kagum dengan sang gus.
__ADS_1
"ya.... itu mana balap ku?" jawab raz tetap konsen.
"kok bisa..." mereka seakan tak percaya.
"ammun yang mengarah kan..."jawab faz.
"yang ngasuh kamus dari kecil itu. .. abi dan umi tau?"tebak satria.
"mereka tau... karna ini resmi... ya walo abi sempat khawatir tentang ini" cerita raz
"abi yang khawatir bukan umi?" mereka melongo
"iya...."
"ha... ha.... ha. .."
tawa mereka menggelagak memenuhi seluruh mobil. memeng kalo urusan sensitif bibi al yang lebih khawatir . apa lahi selama ini. FAZ yang tinggal jauh dari pantauan anya membuat sikap protek
tak terasa mobil yang mereka kedarai sudah sampai di rumah sakit yang di tuju. dengan segera faz menenui abi di area tunggu. alex belum selesai di periksa tapi kata perawat alex sudah sadar kan diri nya.
.
.
.
..
__ADS_1