FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Pertemanan


__ADS_3

" satria....." faz memasang smiknya menatap satria penuh kemarahan.


" maaf gus jangn marah" satria menunduk takzim dan takut kalo sabg gus benar benar marah


" apa maksutmu bilang ke kanza kalo aku ke uks?"nada suara faz mulai tinggi penuh amarah dan kekesalan.


"aku cuma pingin tau kanzha peduli tidak dengan gus...."satria asal bicara. memberanikan menatap gus yang sudah jadi teman dekatnya itu.


"maksutmu apa sat.....?" faz melotot pada temanya itu.


"ya.... gus kan sudah nolongin dia.... aku mau tau dia itu cuma secara tulus atau sekerdar formalitas bilang trimakasihnya" satria bicara hati hati. walo kini faz jadi temannya tapi tetap gus yang meski dia hormati.


"sat kita tak boleh menilai orang semudah itu.... mau itu tulus pura pura atau bercanda kalo semua tampak bagus ya trima saja.... siapa tau ada hikmah di balik semuanya mahu itu manfaat ataupun mudhorat" faz menerangkannya panjang lebar dengan penuh kearifan


"iya gus afwannn" satria merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan.


" ya.... di ulangi saja terus sampai.... .aku jengkel pada mu" faz pura pur marah.


" dengan Senang hati gus ku...." jawab satria senang tahu kalo sang gus hanya bercanda.


"oh..... dasar satria kesoen...." balas faz dengan bahasa jawa


"apa an itu?" satria tidak faham ucapan faz


"pikir diri....." perintah faz.


dengan bengong satria mengikuti faz yang sudah mulai berlalau pergi lebih dulu. dengan setengah berlari di kejarnya sang gus.


" eh... afwan ya gus mau tanya sedikit?" satria mulai lagi pingin menyelidiki tentang sang gus


" apa...?" tanya faz penasaran

__ADS_1


"gus nggak naksir sama kanzha?" selidik satria.


"naksir....?" faz berfikir sambil melirik satria yang jalan di samping faz menuju kelas. melihat tatapan itu satria takut.


" afwan. ..gus afwan....." satria memelas


" ha...ha...ha... sat...sat... naksir boleh tapi tidak boleh pikir hal lebih dari itu dosa" jawab faz bercanda melihat mimik ikhwan berkacamata itu dia tertawa.


"gus... gus... buat aku syok saja...." satria mengelus dadanya yang berdetak kencang.


" aku senang lihat ekpresimu itu" faz makin terkekeh


"hah..... nyaesel aku tanyanya...." grutu satria


"tak munggkin kan baru ketemu sekali langsung naksir?" ucap faz santai


" siapa tau cinta pandangan pertama?" goda satria.


"benar kah?" satria seakan tak percaya.


" tapi sayang gue sudah punya jodoh" jujur faz pada sahabatnya.


"wah.... alhamdulillah. ... siapa dia? seorang ning pasti.....cantik ngak gus?....cantik pasti...wah. trus kapan nikahnya"satria kaget campur senang hingga membrondong banyak pertanyaan dan dia jawab sendiri


"sat sat ...kamu tanya... kau jawab sendiri" faz geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


"aku kan penasaran faz....." satria mulai menganti pengilan saat sampai di tempat ramai.


"belom saatnya tau...." jawab faz


" kejutan ya?" stria cengar cengir nggak jelas

__ADS_1


" anggap saja gitu...." jawab faz


mereka sampai kelas mengikuti pelajaran dengan hitmat. sejak tadi seseorang menatap faz dengan tatapan tajam mendengar semua obrolan satria dan faz tadi membuat rasa penasaran semakin besar.


teeet.......teeeeeeet....


bel pulang sekolah. faz naik motornya sediri satria masih ada urusan osis karena dia salah satu anggota . dari kejauhan nampak kanza sudah naik ke angkat di temani beberapa santri pondok lain. motor faz di stater dan segera melaju menjauh dari sekolahan.


sebuah motor spotr mengikuti dari kejauhan. rasa penasaran seseorang sudah memuncak ingin tau sebenarnya siapa faz. dengan santai faz melaju pelan dan membelokkan motornya kesebuah gerbang besar yang menjulang tinggi. dari tadi faz sadar sudah di ikuti. setelah masuk di perkiraan motornya di perkiran asrama putra.


"gus faz ada pa..?" tanya seorang santri. penasaran melihat kewaspadaan sang gus.


"saya di ikuti. .." jujur faz


"apa perlu kami selidiki?" tanya mereka


"tidak dia sudah pergi" larang faz.


faz tsu siapa yang mengikuti nya. tapi kenapa dia penasaran dengan faz. fazha belom mengerti


.


.


.


.


.


....

__ADS_1


__ADS_2