
reza menunggu di depan kelas kanzha. entah apa yang dia rencanakan di sana. yang pasti dia datang untuk tebar pesona berusaha mendapatkan kanzha sebagai pacar nya.
kanzha keluar bersama dua temannya setelah bel bunyi jam istirahat pertama. dia tadi di pesantren belum sarapan karena hari kamis rencananya puasa batal setelah datang tamu bulanan.
kehadiran reza yang sendirian berdiri di ambang pintu mengawetkan kanzha yang masih asik ngonrol dengan teman temannya.
"hai kanzha.....?" sapa reza tiba tiba saat kanzha muncul dari dalam kelas.
"astagfirullah halazim... kak reza ngagetin saja" protes kanzha dengan memegang dada nya.
"maaf zha..." reza cengar cengir tanpa rasa bersalah sama sekali.
"assalamualaikum kak reza .. .. kakak ngapain di sini?." tanya kanzha penasaran dengan tingkah kakak kelas nya itu.
"waalaikum salam cantik....mau ketemu kamu. mau kemana?" tanya reza penasaran karena jam istirahat kanzha pergi ke mushola.
"kantin..... kak " jujur kanzha.
"boleh dong bareng....." mohon reza sambil mengerjap mgerjap matanya.
"kakak duluan deh....!" pinta kanzha dia merasa tidak nyaman karena kehadiran dari reza.
"kamu duluan deh aku yang kawal..." reza mempersoalkan dengan sopan.
"terserah kak reza lah..." kanzha menyerah.
"oke.. ayo jalan" reza senang.
kanzha memegang tangan lita dan rina yang berjalan di sisi kanan dan kirinya. dia was was takut reza berbuat tidak senonoh pada dirinya.
sedang reza berjalan dengan santai di belakang ketiga gadis itu reza sendirian karena kebetulan soni sedang pergi ke luar kota.
"kanzha kenapa itu kakak kelas baru ngikutin kita?" tanya nita bisik bisik.
" aku tidak tau nita apa maunya?" jawab kanzha dengan berbisik juga.
"atau jangan jangan dia suka kamu lagi?"ganti lita yang mengoda.
__ADS_1
"kalau suka sama kanzha itu sudah pasti kan... siapa yang tidak suka kanzha?" ucap nita membela tapi kanzha tidak merespon sama sekali.
"hus... ngawur..." kanzha melotot menatap nita.
"kanzha tuh... suka nya sama kak faz" kata kata lita membuat kanzha gelisah. Bagaimana bisa teman nya itu tau saat dia sendiri belom menyadari perasa nya pada fazha.
"kalian bicara apa sih...?" elak kanzha. berusaha menutupi mikik mukanya yang merah.
"jujur saja zha...." ledek nita
"diam kalian semua" teriak kanzha kesal dengan godaan teman teman nya.
nita dan lita bingung melihat kemarahan kanzha. Mereka tau selama ini sahabat mereka itu adalah gadis yang lemah lembut . kanzha melepas pegangan tangan nya dan berlari pelan menuju kantin. mumpung belom ramai kanzha memesan dulu karena dia memang sangat lapar.
"kok kamu tadi lari zha?" tanya fazha yang tiba tiba antri di belakang kanzha.
"eh.... kak tadi keburu lapar, kakak juga belom sarapan?"kanzha mulai salah tingkah melihat pemuda yang berhasil mencuri hatinya sejak lama.
"belom... mimi pergi sini kakak bawain!" jujur faz dan mengambilnya mangkuk bakso kanzha untuk di bawa kan.
" nggak kok... yuk duduk sana!" ajak fazha menunjuk meja kosong.
kanzha hanya menurut mengikuti fazha ke meja yang masih kosong. sedang reza marah karena tadi dia kehilangan kanzha yang berlari duluan hingga reza tak sadar karena asik memainkan henpone. pemuda itu mengepal tangan dengan marah.
sedang nita dan lita membiarkan saja sahabatnya itu berdua dengan fazha sang idola baru di sekolah dan pondok. Mereka tidak ingin mengganggu Sama sekali.
"kenapa tadi kamu lari?" tanya faz di sela sela makan.
"tadi kak reza ngikutin kak... risih" kanzha mengadu.
"jadi kita duduk disini .... cuma berdua juga risih dong?" tanya faz sambil bercanda melihat mimik wajah kanzha yang cemberut lucu.
"kak. .. serius nih ..." kanzha kesal.
"ha... ha... ha... kanzha... kanzha. ...." faz malah tertawa faz senang telah menemukan dek kanzha nya yang manja.
"kalian bicarakan apa?"satria dan rio tiba tiba datang duduk di samping kanan dan kiri fazha.
__ADS_1
"kalian ganggu" gerutu fazha pura oura kesal.
"bahaya" beo rio.
"kita di tempat umum memang nya mau ngapain?" tanya faz masang muka bingung.
"sisapa tau kalian suap suapan" sindir rio sambil bercanda.
"kak rio...." kanzha melotot marah.
"liburan rencana kemana zha?" tanya fazha ingin tau respons kanzha perihal hobi balap nya.
"belom tau kak... tapi kayaknya di rumah saja" jawab kanzha tenang sambil makan.
"mau ikut nonton balap?" ajak satria yang seakan tau arah bicara fazha.
"balap... kapan?"kanzha semangat walau dia tau itu berbahaya tapi ini demi melihat fazha tampil.
"liburan nanti" jawab rio.
"kak faz tak adakah yang mau di sampaikan?"kanzha menuntut penjelasan.
"kakak yang tapil kamu mau nonton kan,!" pinta faz dia sudah tau dari satria kalau kanzha sudah tau perihal hobinya.
"iya... akan mendukung dan mengintai kan doa semoga lancar sukses dan selamat" ucapan kanzha dengan manis.
"syukron...."
"afwan .."
.
.
.
.
__ADS_1