
Dion menejer faz segera menemui faz di base. dia akan menyampaikan permintaan bos besar yang akan menjadi sponsor tetap faz selama dia berkarir.
ini kesempatan langka bisa mendapat persetujuan dari perusahaan besar sekelas AmR Corp. perusahaan yang selalau jadi incaran karena selalu menolak mendukung atlet atau even yang tidak berhubungan dengan agama. tapi kali ini perusahaan itu mau ikut andik setelah tim menejemen tanzala raice mengajukan diri. semua rekomet dari alim
"tanzala para sponsor ingin bertemu denganmu!" pinta dion dengan hati hati. karena dia tau kalau sudah pasti faz akan menolak.
"apa.....? bukan mereka sudah setuju dengan saratnya?"dalam lelah nya faz jadi marah mendengar kata dion yang sudah seperti kakak bagi faz.
"iya tapi bos itu memaksa..." dion mencari pembelaan diri. dia tau kalau faz marah akan ada akibat nya.
"aku tidak mau ... ini namanya tidak menghormati prifasiku...." tolak faz dengan keras. sudah dari awal faz tidak suka di usik urusan pribadinya.
"ayolah... tanza kali ini saja kamu mau....!" bujuk dion sepenuh hati tapi faz tidak bergeming. semua yang ada di base kokpit bingung melihat sikap keras kepala faz kali ini. kalau sampai sponsor ini lepas maka karir faz akan terancam terhenti di jalan.
"masak aku mesti bilang seperti apa kata bos itu" pikir dion menejer faz yang sudah menjatwal kegiatan faz selama ini. dia sudah biasa menghadapi sikap atletnya yang betubah rubah modenya.
"tidak ya tidak. ...mas" faz masih ngotot dan keras kepala.
"ayolah sebentar saja.... ini demi karir kamu lho" dion masih membujuk secara baik baik. Dengan penuh sabar memang ini semua risiko pekerjaannya.
"tapi ini keterlaluan. .. aku selama ini sudah menuruti menejemen. aku cuma minta satu saja prifasiku jangan di langgar!" faz masih saja mengomel tidak ada hentinya.
"tapi bos itu berpesan aneh.....?" kata dion tiba tiba.
"pesan aneh apa?" faz penasaran.
"yakin kamu mau dengar. ... " dion ingin memastikan agar pemuda itu tidak akan lagi marah pada nya.
"iya....apa mas?" faz setuju.
__ADS_1
"calon mertua ingin bertemu!" Celetuk dion tiba tiba semua kru kokpit mendengar semua dengan seksama
"apa. ... ada lagi?" faz kaget dan berteriak sambil menatap dion dengan tajam.
"kalau kamu tidak mau menemuinya dia tak akan izinkan kamu menikahi putrinya" lanjut dian. walau dia sendiri tidak faham atas candaan bos AmR Corp itu apa maksutnya.
"apa ... di mana beliau?" tanya faz tiba tiba dengan tidak sabar sekali.
"dia di atas" tunjuk dion.
"kenapa tidak bilang dari tadi..." faz berubah mode lagi. hingga semua bingung melihatnya.
faz segera pergi ke peron atas penonton tempat sponsor itu menunggu. dion mengejar dengan susah payah karena faz berlari dengan cepat.
"assalamualaikum. ..." salamm faz cepat setelah membuka pintu ruangan peron lalu dion datang.
"papa. ..." Panggil faz dengan kaget. walau dari pesan aneh itu faz memang sudah bisa menebak siapa yang bisa terang terangan mengakuinya sebagai menantu.
"apa kabar nak....? kenapa kamu tidak bilang sudah di sini . sudah 2 bulan dan kamu belom mengunjungi papa?" tanya dan ptotes papa amar sambil memeluk faz dengan erat. semuanya menatap pemandangan itu dengan bingung termasuk dion. dia memang tidak mau mengulik masalah prifas faz kalau pemuda itu memang tidak mau.
"afawan pa...." faz meminta maaf.
"abimu memang tega pada papa.... kemari kita ngobrol!" gerutu papa amar pura pura marah
"iya... pa..." faz tidak bisa bicara apa lagi.
"kamu sudah ketemu kanzha.... dia cantik kan... atau jangan jangan kamu di.kudus sudah punya pacar hemmm?" amar memberondong banyak pertanyaan yang. orang orang di ruang itu belom paham sama sekali.
"memang boleh... pa..?." canda faz memancing
__ADS_1
"fazha...." amar menatap dengan smiks nya faz malah tertawa melihat wajah papa amar yang nampak lucu.
"ha..ha... ha.... afwan pa... habis ekpresi papa lucu.... saya sudah ketemu dengan dek kanzha... dan dia lupa dengan saya" faz tidak bisa menahan tawa dan menjawab pertanyaan dengan jujur.
" masak... setiap saat setiap waktu dia selalu menunggu kamu" ucapan amar lucu dengan gaya slengeknya.
"nyatanya begitu..." faz membenarkan kan ucapannya kalau tidak berbohong.
"yah... kalian kan 10 tahun tidak ketemu.... syukur dia mau nurut" papa amar membela sang putri.
"papa kesini nemui faz mau bicarakan dek kanzha atau kontrak sponsor faz" faz nggak enak karena pembicaraan mereka di dengar semua orang.
"urusan kontrak biar di urus menejermu dan asisten papa... kita bahas masalah kalian saja" papa amar menengahi dia masih ingin berbincang pemuda yang dia idam kan bisa berjodoh dengan sang putri.
"baik lah...." faz setuju
"ayo kita. jalan keliling saja!"ajak papa amar.
"oke..."
walau dion belom begitu tahu apa hubungan faz dengan bos amar sebenarnya. tapi dari keakraban itu dion berharap bisa berhubungan dengan baik. Untuk kelanjutan karir atlet faz. karena selain balap faz atlet silat juga.
.
.
.
..
__ADS_1