
Kini alex sudah memegang pen.uh perusahaan peninggalan sang ayah. Semuanya nampak berjalan dengan baìk. proses akuisisi perusahaan sangat lancar dengan bantuan orang orang terbaik dan berpengalaman. pembalasan Alexander sudah berhasil. tuan alvaro menghilang tanpa jejak sama sekali. alex merasa semuan ini terlalu lancar dan tanpa halangan sama sekali. Dia merasa ada hal yang aneh tidak bisa di tebak apakah itu. maka alex tidak boleh lengang samasekali jika tiba tiba tuan alvaro kembali menyerang.
Alexander memimpin perusahaan dengan dingin semua karyawan tunduk padanya. tidak ada yang berani membantah apa kebijakan alex dalam menjalankan semua kebijakan.
tapi bagi para sahabat alex adalah sosok hangat dan penyayang. Begitu juga rio yang baru kembali dari kairo setelah lulus. dia khusus datang untuk menemui sahabat karibnya untuk memberikan sesuatu pada alex. Setelah kembali rio mengajar di pesantren sambil menunggu sang calon istri kembali ke tanah air.
"tumben kamu main ke sini?" tanya alex sambil mempersilakan tamunya duduk di sofa ruangan nya.
"kenapa. .. tidak boleh?" mario sewot menatap sahabat nya itu.
"yah.... sekarang kamu kan ustadz sibuk ngurus santri" ledek alex dengan niat bercanda menggoda mario
"ini. ...." rio menyodorkan sesuatu ke depan muka alex.
"apa nih.... wuih....undangan kamu mau meritd....? anak gadis siapa yang kamu. kibulin...." alex tersentak terpana sambil membuka bungkus undangan itu dengan masih meledek sang kawan.
"sial... kamu.... lex.... dia anak seorang ulama tau" rio menabok kepala alex karena gemas.
"kok... bisa....? buta apa mereka amabil kamu menantu?" alex lagi lagi sarkasme biaranya.
"b4n9sat ... kamu... lex, kamu saja bisa ... masa aku tidak...." mario kesal sampai mengumpat kesal.
"eh... ini anamira.... ning dari Demak yang waktu itu ya?... putri kyai ibra?" tanya alex sambil menikmati kemarahan rio.
"yak... betul. ..." mario bangga.
"ah.... ampun ustadz tak lagi lagi deh.... jahatin kamu" alex minta ampun dengan fersinya.
"ha.... ha ... h...." mereka tertawa bersama karena tingkah absrut mereka.
" kapan lho halalin ning zora?" pancing rio penasaran.
"nanti kalau dia lulus. ..." jawab alex ogah ogah an.
"kamu sudah ketemu beliau?" tanya rio makin penasaran.
"belum... Dia masih di Jombang" jawab alex sambil menyadarkan punggungnya di sandaran sofa.
"kamu... sudah temui umi..?" mario semakin ingin mengulik sang teman sambil menyeruput kopi yang tadi di hidangkan OB.
"belum.... sibuk aku nya..." alex berkilah.
"sesibuk apa sih tuan CEO" mario penasaran menatap sang sahabat yang sudah berubah dewasa dan mapan.
"kamu kan tau aku baru rebut perusahaan ini lagi" seloroh alex
"dan balas dendam kamu berhasil ya?" puji mario yang sedikit mendukung apa yang alex perbuat.
"tapi rasanya kok ada yang salah?" alex tidak merasa puas ada yang kurang dalam angan nya.
"apa?" rio menatap alex intens.
"aku... tak puas sama sekali" desah alex mulai gamang karena tindakan nya. ada rasa tidak puas sama sekali.
"tidak puas?" rio ikut menyadar sambil menyilang kaki.
__ADS_1
"awalnya aku menggebu ingin balas dendam, tapi ada hal yang hilang dari diri ku..." cerita alex dia merasa sangat hampa.
"itu tandanya dendam kamu sudah lunas. tapi kamu tidak puas ... tidak berhasrat untuk membalas dendam lagi" puji mario sambil tersenyum.
"mungkin kamu benar rio...." alex menatap rio nanar.
"lalu sekarang di mana oom kamu?" tanya rio.
"aku juga belum tahu pasti. .. tapi menurut intel yang aku tugas kan... Dia sembunyi di luar kota" jawab alex ogah ogahan.
"lalu reza?" rio mengingat reza.
"belum ada pergerakan sama sekali" alex mulai berfikir lagi mengenai reza sepupu nya.
"apa dia sudah kembali dari itali...." mario penasaran karena dari tadi dia selalu mengutarakan pertanyaan.
"sepertinya sudah.... dia sudah mendirikan perusahaan juga. sekarang reza lah yang mesti aku awasi. ..." alex mulai menemukan asa lagi.
"kamu harus hati-hati lex....." pesan rio
"iya..." alex setuju.
"kapan gus pulang ya?" rio mulai rindu pada gus nya. pria muda yang masih senang dengan kebebasan nya. hidup tanpa di kekang adalah mimpinya.
"dia terkenal sekarang. . pembalap internasional. ..." seloroh alex mulai santai lagi.
"yah.... bakal lama baliknya. ... gimana nasip adik ku?" mario khawatir perihal kanzha yang sudah lama ditinggal pergi.
"gara gara hobinya itu.... kuliah nya terganggu" cerita alex.
"terlalu manja" lanjut alex
"ha... ha.... ha....." mereka tertawa bersama.
mereka malah nenghibah masalah perihal gus kesayangan mereka. memang selama ini faz melebarkan karier nya ke dunia internasional. sampai kuliah nya sedikit terganggu dengan segala macam kegiatan tour balap yang kadang ke luar negeri. selama ini abi dan umi sudah melarang fazha atau paling tidak bisa mengurangi hobinya tapi yang nama nya sudah terikat tetap akan sulit untuk melepaskan diri.
tok.... tok.... tok....
"pagi bos...." sapa pria muda berkaca mata dari luar.
"masuk. ..." perintah alex.
pintu di ketuk dari luar seorang pria muda berkaca mata masuk ke dalam. membawa berkas yang mesti di tanda tangani. Dia juga membawa laporan mengenai sesuatu yang di minta sang bos muda.
"satria..." mario kaget melihat sahabat cucunya itu.
"hallo mario.... atau aku mesti Panggil ustadz mario" seloroh satria bercanda
"kamu sama bosmu sama saja" mereka bersalaman dan berpelukan saling tepuk punggung. menyalurkan kerinduan 2 sahabat
"ha.... ha... ha..." ke 3 nya tertawa ramai
"apa kabar rio....?" tanya satria.
"baik... baik... sekarang kamu kerja sama alex..." mario senang mereka kumpul lagi walau faz belum pulang.
__ADS_1
" iya... aku jadi cecunguknya sekarang" canda satria.
"lebih tepatnya asisten pribadi" alex membenarkan.
"gaya kamu lex.... gimana sat....... jadi anak buah alex?" mario meledek l
lalu beralih pada satria. .
" lumayan" jawab satria santai.
"ha..... ha..... ha..... ha....." tawa mereka.
"kalian ini" alex ikut gemas.
"sudah.... ini. bos mau lapor" satria memberikan laporan. alex tidak suka bertele tele. kalau tidak ada rio akan terkesan dingin dan kaku. walau itu pada satria.
"hm....." alex mulai mode dingin
"apa itu?" rio penasaran.
"laporan kinerja perusahaan selam pegang tuan alvaro" jawab satria menatap rio.
"apa ada yang aneh alex....." rio menangkap kekhawatiran di wajah alex.
"seperti dugaanku.... semua terlalu lancar tanpa hambatan" alex membanting map itu.
"apa yang terjadi?" rio bingung.
"berbeda aset yang ditinggalkan orang tuaku semua sudah di gadai.... dan kini aku yang mesti menanggung semuanya" cerita akex
"astagfirullahalazim. ...." ungkap rio kaget.
"tapi untung perusahaan ini masih sehat" alex bernapas lega.
"lalu bagaimana?" satria ikut khawatir akan nasip sahabatnya itu.
"aku belum tau..... sedang kan tuan anton sudah memilih pensiun sekarang."alex memijit pelipis yang mulai pening.
"minta bantuan om amar saja!!...." saran rio.
"lho benar" alex setuju.
alex mesti menghadapi masalah besar. sesuatu yang tidak ada dalam produliksinya mulai menghalang.
.
.
.
.
.
.akan kah akex mampu melewati semua ini.?
__ADS_1