
Setelah reza pergi kanzha menangis tersedu tiada akhir. airmata membasahi pipinya. tidak bisa di pungkiri mau berusaha sekuat apa pun di depan reza kanzha tatap wanita yang berhati lembut dan rapuh. mendengar reza akan menyakiti faz rasanya dadanya sakit. ada sesuatu yang di renggut dari nya. Dia memilih duduk di tempat tidur nya menekuk kakinya. menuntaskan semua kesedihan kemarahan dan kegalauan tentang fazha. belum apa apa sudah banyak sekali halang dan rintangan. akan lah kanzha sanggup menghadapi semua ini.
tok... tok... tok...
kanzha masih bergulat dengan kesedihan nya. Hingga tidak sadar pintu kamar di ketuk seseorang dan seorang wanita cantik nan anggun sudah berjalan masuk sambil mengucapkan salam.
"kanzha. ... assalamualaikum" salam wanita setengah baya yang masih tetap cantik itu.
"waalaikumsalam ...... umi....." kanzha pelan pelan mengangkat kepalanya. melihat siapa yang datang kanzha segara bangkit.
kanzha turun dan segera menghamburkan diri di pelukan umi naf yang datang bersama abi alwi. Mereka segera datang setelah di kabari mama tiara perihal pernikahan kanzha dan reza yang di laksanakan 1 minggu lagi. kanzha menangis tidak berhenti umi naf membiarkan saja sampai tangisan anak itu terhenti sendiri.
"ayo turun. ... di bawah ada abi, Alex, Rio, santria dan soni" ajak umi naf setelah kanzha lebih tenang sedikit.
"soni... dia sudah kembali?" kanzha merasa terkaget dengan kembalinya soni.
"iya. ....sekarang dia ikut dengan alex... ayo turun!" jawab umi naf lembut demi menjelaskan pada kanzha.
"baik umi. .. sebentar kanzha abil wudhu dulu" kanzha minta izin.
"baiklah cepat. ...." umi beranjak dari kamar kanzha begegas turun.
umi naf duduk di samping abi al setelan sampai di bawah. Mereka membicarakan hal yang serius mengenai faz dan kanzha. terlalu besar rencana yang di idekan Alex. ide untuk menjebak reza dalam pernikahan palsu. tapi hanya ini kelemahan reza hingga dia mampu melawan tuan alvaro.
"kanzha sudah tidak mampu" ungkap mama tiara.
"kalau dia tidak mampu bagaimana kita bisa melepaskan jeratan atas faz" umi naf ikut panik memikirkan nasib sang putra sulung.
__ADS_1
"dia terlalu lembut" abi alwi ikut resah memikirkan hal rumit ini.
"bagaimana kalau kita membayar denda faz?" ide papa amar.
" mungkin bisa. ... tapi perusahaan oom baru pulih" ungkap rio yang baru datang dari demak tempatnya tinggal kini.
"alex. .. kamu bisa bantu kan?" tanya soni.
"bisa.... tapi risiko akan lebih besar" semua cuma bingung memikirkan solusi.
Kanzha pun turun dengan muka frees. walau bekas tangis masih ada dengan mata merah dan bengkak.
"assalamualaikum semua nya...." salam kanzha. berusaha tersenyum menutupi kesedihan.
"waalailum salam sini nak duduk" Panggil mama tiara. kanzha pun mendekat.
"bagaimana kanzha?" tanya rio yang sangat khawatir dengan sang adik.
"aku tidak sanggup kak rio.... lebih baik aku mundur saja" kanzha mendesah sedih.
"rencana kita sudah setengah jalan kanzha... kamu tidak kasihan degan gus" santria ikut bicara.
"tapi aku merasa jijik berada di sisi nya" kanzha risih jijik mengingat kembali semua perbuatan buruk reza.
"itu bukan alasan logis. ..." soni menimpali.
"kalian tidak merasakan apa yang aku rasakan. " kanzha lagi lagi terisak sedih menyadarkan diri di pindah sang mama.
__ADS_1
"bagaimana ini kyai... Kalau kanzha menyerah semua rencana yang di susun alex jadi sia sia" papa amar jadi bingung.
"kita tunggu reza mau berbuat apa" jawab abi alwi.
"menikah. .. dia ingin menikahi kanzha kyai...." ungkap mama tiara ikut bingung.
"mama. ... papa. .. kanzha pergi saja nyusul gus" ide kanzha.
"ya. .. pergi saja susul kekasih mu.... lupakan tentang menegak kan hukum untuk para karyawan yang terkena PHK. menangis lah sekuat nya. .... kamu memang lemah kanzha. kamu tidak memikirkan nasib para pekerjamu .. Lalu kalau kamu menyusul faz itu sudah menjadi aman. ... kamu belum mengenal reza dengan baik. ...Dia bisa lemah karena mu. mendengar kamu pergi semua orang yang kamu sayang akan jadi korban selanjut nya. .. karena egomu kamu akan kegilaan segala nya. " urai alex panjang lebar dia yang dari tadi diam memikirkan banyak hal.
"tapi gus akan ter luka" kanzha masih khawatir.
"hanya faz yang terluka membenci mu dan aku. mungkin itu akan sementara. seiring waktu luka nya akan sembuh.... tapi yang lain akan selamat dengan melanjutkan rencana kita.... tinggal tugas ku membereskan reza. .. pikirkan kamu melakukan ini demi faz atau semua yang kamu sayang, kenal akan hilang dari ingatan mu" herdik alex tepat.
"mas alex. ...." kanzha bangkit.
"alex benar nak ... bersabar lah. ... ALLAH selalu bersama hambanya yang sabar" bujuk umi naf.
"baiklah. kita lanjutkan" kanzha kembali semangat demi semua orang.
" gadis pintar" puji semuanya.
Setelah pertemuan itu alex menemui reza karena sang sepupu ingin curhat. walau sedang tidak mood alex segara datang tanpa ditemani oleh siapa pun. membicarakan hal pernikahan. reza meminta alex untuk mengurus beberapa hal yang perlu di lakukan. alex setuju dengan itu tanpa di curigai sama sekali.
.
.
__ADS_1
.