
kini kanzha nampak gugup saat melihat siapa yang bersama gus dan umi di meja makan mereka dari tadi nampak mengobrol serius.
iya rio...
kehadiran rio di dalem membuat kanzha bertanya tanya apa gerangan pemuda yang memusuhi gusnya itu datang berkunjung. ingin menguping tapi tidak enak dan tidak sopan sama sekali . dia datang untuk sorogan siang ganti pagi zha tidak bisa ikut karena takut telat. takut mengganggu zha segera mengucap kan salam.
"assalamualaikum umi" salam zha yang baru datang dari pintu samping.
"waalaikum salam kanzha. .. kamu datang untuk sorogan...?" jawab umi naf yang senyum melihat kedatangan putri sahabatnya itu.
"iya.. umi...." jawab zha dengan memasang senyum manis.
"umi sedang halangan. .. biar faz yang semak kamu" kata umi naf.
"gus... apa mbak dhoh tidak ada?" kanza kaget.
"umi suruh dia belanja. ... nanti kamu ngajinya di ruang tengah saja" pinta umi tidak bisa di ganggu gugat.
"tapi umi.....?" kanzha ragu.
"ayo. ... tidak apa apa. ... biar umi bilang faz dulu" ajak umi naf.
umi naf meninggalkan kanzha yang diam mematung. zha tidak enak kalo meski ngaji dengan gusnya itu. bisa bisa ngebleng semua hingga hilang menguap hapalanya habis bersih tanpa sisa.
__ADS_1
sementara zha masih diam mematung umi naf menemui faz di kamarnya sefelah mengantar rio keluar pamit pulang.
tok... tok.... tok. ...
sedangkan di kamar faz baru saja membanting dirinya ke kasur. karna penat yang dan peluh yang di rasa. dia ingin memejamkan mata sebentar dan tidur siang mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
tapi ketukan di pintu mengganggu nya. saat mendengar sang umi memanggil dengan cepat faz turun membuka pintu.tidak ingin miminya menunggu lama.
"assalamualaikum faz..." panggil umi dan salam.
"waalikum salam umi... ada apa?" jawab faz sambil membuka pintu.
"umi minta tolong kamu semak kanzha ngaji" pinta umi memaksa.
"mbak dhoh lagi keluar.... umi halangan..... ya umi minta tolong kanzha nunggu di tuang tengah.! ganti banjumu" alasan umi dan beliau tidak mau di tolak
"tapi mi...." faz ragu.
"tidak ada tapi tapi an....." paksa umi.
" umi kebiasaan memaksa" faz kesal.
tanpa mendengar penolakan sang putra umi pergi menemui kanzha. lalu pergi ke ruang belakang mencari zora. ning cantik itu di minta umi nya untuk menemani sekalian dia mau sorogan sama kakak nya kapan lagi.
__ADS_1
kanzha sudah mulai tadarus karena gugup banyak yang hampir lupa. Lalu bagai mana nanti dia sorogan. bisa bisa hilang semua saat harus berhadapan dengan fazha.
zora datang ikut duduk di karpet. kanzha sedikit menyungingkan senyum di balas zora tak kalah manis senyuman nya. Dua gadis manis itu sibuk dengan hapalannya.
faz datang sudah ganti baju dengan baju koko warna merah marun masih dengan sarung hitam nya. dia nampak bernafas lega saat lihat adik nya juga ada di ruang itu. dia mengira akan di biarkan berdua saja dengan kanzha. dia sempat hawatir. bisa bisa ada setan mengoda iman.
faz mulai menyimak hapalanya kanzha. suara gadis itu lembut hafalanya bagus mahroj dan tajwid nya benar. tidak ada yang tau kalo faz sebenarnya seorang kafiz.
karena ada zora kanzha sedikit tenang dan groginya sedikit hilang. walo dari tadi kanzha tidak berani menatap faz yang duduk di depan nya. walo tidak dapat di pungkiri saat faz menginggatkan beberapa kesalahan nya dia merasa takut dan canggung grogi
" gadis yang cerdas... sebentar lagi sudah hatam hafalanya... semoga kamu menjadi wanita yang istimewa di masa depan zha.... pasti beruntung pria yang akan mendapatkamu sebagai makmum nya dan aku harap itu aku" dialog faz pada diri nya sambil kosen menyimak kanzha tanpa muskhaf.
kanza sampai kagum tak menyanga kalo gusnya juga seorang penghafal alqur an.
"YA ALLAH tolong jaga perasaan ini agar tidak memalukan di hadapannya. .. aku sungguh tidak pantas memiliki perasaan ini untuk saat ini.aku mohon pada ALLAH agar rasa ini tetap tersimpan tanpa ada yang tau....." isi hati kanzha. berusaha tenang
.
.
.
.
__ADS_1