
setelah dapat izin dari kyai Ibrahim. faz memboyong adiknya kembali ke Jakarta. walau dengan perasaan kesal Zidane menurut saja pada sang kakak. perjalanan panjang akan mereka lalui lagi bersama.
mereka pamit dengan penuh haru . karena Zidane mesti rela meninggalkan tempat di mana dia tumbuh selama 7 tahun ini. dia mesti meninggalkan sahabat dan teman seperjuangan dengan berat hati dan penuh rasa sedih. tapi mau bagaimana lagi kalau dirinya menolak sang kakak akan membawa secara paksa.
selama perjalanan Zidane memilih diam seribu bahasa. dia kesal pada sang kakak yang memaksa kehendak pada nya.
sedangkan fazha yang tau sang adik marah maka di Biarkan saja sampai kemarahan Zidane akan hilang dengan sendirinya. sedari tadi faz sibuk menaikkan hapenya. membalas kanzha yang mengirim pesan padanya bahkan fazha sedang senyum sediri sehingga membuat alex yang duduk di depan penasaran melihat wajah sang gus dari kaca sepion.
"balas pesan siap gus....?" tanya alex menengok belakang.
"paling juga kanzha" beo rio sambil menyetir mobil dengan konsentrasi.
"kepo....." saut faz tidak senang
"ingat gus.... santri jangan mikir pacaran jangan mikir cewek bisa dosa !" alex mengingatkan dengan bijak.
"sudah sadar otamu" sidir rio gemas pada alex yang sudah banyak berubah sekarang.
" kamu kira aku pingsan apa?" sangat alex pada ucapan anfaidah rio.
" namanya juga sedang kasmaran lex" rio melanjut mengoda.
"awas kalia kalo main fitnah... Begitu" fazha kesal dengan 2 cecurut itu.
"aduh.... bahaya kalau gus kita jatuh cinta.... jadi temperamen" rio masih memprofokasi fazha.
" jatuh cinta boleh.... tapi ingat yang paling utama adalah cinta pada Allah dan Rosulnya" ucap alex bijak.
"tumben dia bener" rio kagum dengan perubahan sahabatnya menuju kebaikan.
" dan kalu suda jatuh cinta janganlah lupa segalanya" lanjut alex.
"iya..... lex bisa bisa kita di lupakan." rio selalu bicara menjurus keprofokasi.
__ADS_1
"cerewet kalian...." fazha menatap dengan smiks nya.
"oh.... gus faz yang jatuh cinta. ..
sama gadis bernama kanzha
ayo cepat segera menikah
biar tidak menjadi fitnah. ..." goda rio lagi sambil mengikuti lagu oh adik berkerudung biru.... milik syubannul muslimin. yang mereka putar di mobil.
"maulaya solliwasaa limdaiman abada alal habibikakhoirikhol dikulihimi....."sholawat mereka meniru lantunan lagu yang di putar di mp3.
"ledek terus kalau kalian mau ku buat babak belur" ancam fazha pura pura emosi dengan mengepal kan tangan ke arah depan. walau sebenarnya dia memang sedikit kesal dengan ledekkan rio dan alex.
"ampun gus... ampun" ucap rio gugup.
"afwan.... afwan...." ucap alex merasa bersalah.
"ha.... ha... ha.... bener kalian baru kenal 4 bulan?" Zidane melihat tingkah aak dan 2 sahabatnya dia jadi terhibur.
"memang kenapa,?" tanya rio penasaran.
"kalian akrab sekali. .. seperti sahabat karib" zidane mengungkap kan penilaian.
"sebenar nya kita teman dari kecil ya rio?" faz ingat masa lalu saat bertemu rio dan kanzha.
"iya.... Saat pertama kali umi naf kembali ke Indonesia dan kamu di kenalkam dengan kanzha" rio juga mengingat seperti nostalgia.
"kanzha lagi..... gus lagi kagen" goda alex lagi dia senang melihat gus nya sewot.
"awas kalian....."ancam faz
"ha... ha... ha..." semua tertawa.
__ADS_1
"kalian bilang tadi musuhan....?" zidane makin tertarik ikuti obrolan.
"mereka bersaing merebutkan kanzha" celetuk rio dengan jujur.
"hus ngawur..... sipa yang merebutkan. itu hanya perasaan ku saja karena dari awal kanzha milik fazha" sangat alex dia sudah tidak mau disangkut pautkan dengan kanzha.
"yah... yang sudah dapat ganti. .. kenapa kalian tidak cerita perihal ning zora?" tanya rio kesal dengan rahasia yang di simpan faz dan akex.
"zora kenapa?" zidane prasaranan kenapa sang adik sedang sembuh.
"abi menjodohkan zora dengan Alex" jawab fax
"kok bisa" zidane sangat kaget mengenai kisah saudara kembar nya.
faz menceritakan semua perihal tragedi Alex yang kehilangan orang tua dan sampai akhirnya hukuman dari abi kalau mereka di jodohkan.
"enak sekali hukuman dapat gadis cantik" ledek rio
"kamu tidak tau saja rio... banyak sarat yang di minta abi untuk berjodoh dengan ning" protes alex mulai kelemahan.
"padahal aku tadinya cuma menggoda Alex perihal menikahi zora. ternyata pikiran abi sama dengan ku tapi tekat abi serius" faz menyesal dengan candaanya.
"dan gara gara itu kini ning tinggal di pondok?" alex menyesal mendengar kabar yang ity.
"iya...." jawab zidane. .
perjalanan mereka berlanjut dengan penuh canda dan tawa juga penuh keakraban. bahkan mereka bergantian menyetir dan beberapa kali istirahat di rest area untuk melakukan dan dan melepas lelah. bicara dan ngbrol dengan teman tenan sang kakak membuat zidane sedikit terhibur dan hilanglah kekesalannya.
.
.
.
__ADS_1
...
....