Future Husband

Future Husband
Bab 1


__ADS_3

Aku adalah seorang gadis biasa, aku sangat merindukan pelukan terutama pelukan seorang ibu dan kehangatannya. Tapi nasib berkata lain, aku tak pernah merasakannya sedari aku kecil hingga dewasa. Ntah kesalahan apa yang ku perbuat di kehidupan sebelumnya. Saat ini aku duduk di bangku SMP aku memiliki rambut panjang hitam yang lurus juga memiliki tubuh yang ramping walau wajahku tak terlalu cantik namun cukup manis menurutku. ;) . Aku hidup dikeluarga sederhana ayahku bekerja sebagai seorang supir lori yang membawa balok-balok kayu dari sumatra ke jakarta , sedangkan mamaku hanya ibu rumah tangga yang membuka warung kecil didepan rumah. Kehidupan kami sangat bahagia hingga saat aku hendak pergi bermain sepeda dengan temanku Via , aku bertemu Ica, ya Ica adalah saudariku dia anak pamanku. Ica mengatakan Tata kau mau kemana? Kerjamu hanya bermain saja ! "Ya Tata adalah namaku" . Hay Kak Ica aku mau jemput Via ingin ajak dia main bersama. Dan akupun mengajaknya ikut bersama karna usia kami tak terpaut jauh namun dia menolak dan malah mengatakan hal yang membuat jantungku serasa berhenti saat itu juga. Ica mengatakan bahwa aku bukanlah putri kandung orang tuaku, melainkan hanyalah anak pungut (angkat). Sontak saja perkataanny awalnya ku anggap gurauan tapi sesaat lewatlah tetangga kami dan beliau pun membenarkan perkataan Ica. Akupun pulang kerumah dalam keadaan marah,sedih dan menangis semua pertanyaan muncul di pikiranku, berbagai macam pikiran merasuki otak dan hatiku. Setibanya di rumah ayah yang sedang duduk minum kopi bertanya "sayang kenapa menangis? apa kamu jatuh ? ada yang sakit nak?" aku hanya menangis dan kekamarku, setibanya dikamar mama dan ayah pun datang dengan lembut mama memelukku sambil bertanya ," kamu kenapa sayang? ada masalah apa? Akupun menceritakan kejadian tadi orang tuaku hanya saling memandang , tapi aku melihat tatapan ayah penuh amarah Beliaupun langsung pergi kerumah pamanku dan minta penjelasan mengapa Ica sampai mengetahuinya padahal saat itu usia Ica baru 4 tahun tak mungkin Ica bisa mengingatnya. Pamanku pun mengatakan Bibiku lah memberitahu Ica ayahku marah dan memaki mereka saat ayah hendak keluar dari rumah pamanku Beliau kaget ada aku di depan pintu berdiri dengan mamaku. Akupun berlari pulang sambil menangis hingga mataku perih dan akhirnya aku tertidur.


Pagi harinya ayah sudah siap untuk mengantarkanku sekolah tapi aku enggan turun dari tempat tidurku. Ayah pun akhirnya kekamarku.


"ayah " sayang kenapa masih berbaring? apa kamu sakit?

__ADS_1


"aku , ya ayah. Hatiku sakit , mengapa ayah dan mama tak jujur padaku?


"ayah, tidak perduli apapun kenyataannya kamu anakku selamanya.


mamapun muncul sambil membawa susu vanila kesukaanku dan membenarkan perkataan ayah. Lalu aku bertanya dimana orang tua kadungku?

__ADS_1


Hari" ku lalui tanpa memikirkan masalah itu , hingga saat ayahkupun jatuh sakit yang menyebabkan Beliau meninggal. Belum seminggu ayah meninggal Kakakku langsung mendoktrin mama.


Yah aku punya seorang kakak anak kandungnya mama dan anak tirinya ayah.


Sontak saja kelakuan kakak dan mama berubah sejak ayah meninggal , sayang yang dulu diperlihatkan padaku hilang. Aku di perlakukan layaknya pembantu mungkin lebih namunku hanya diam. Aku di fitnah mencuri uang warung akupun diam.

__ADS_1


Lalu wanita yang mengaku ibuku pun datang Beliau tiba" ngajak aku pergi dari rumah itu , karna egoku terluka akupun menolak. Tak terasa waktu berlalu dan aku pun sudah kelas 2 SMK , dan akupun magang di kantor pemerintah bersama anak sekolah lain. Disanalah kisah cintaku dimulai..


**Happy reading kkak.. maaf kalau banyak typo.. minta saran dan kritiknya ya kk.. ;)***


__ADS_2