
Ruangan kelas terasa berbeda setelah Diandra hadir diantara mereka. Setelah semuanya terkendali seperti biasa, Pak Budi melanjutkan pemilihan ketua, wakil, sekretaris, dan bendahara.
"Siapa yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua dan wakil ketua kelas?" tanya Pak Budi.
"Saya mengusulkan Revan Pak, dia sudah menjadi ketua sejak kelas sepuluh" usul Rio sahabat Revan.
"Baiklah, apakah ada lagi?" tanya Pak Budi, "Revan apakah kamu bersedia?" tanya Pak Budi pada Revan.
"Saya bersedia Pak", ujar Revan sembari mengangguk.
"Apakah ada lagi yang bersedia menjadi ketua kelas?" tanya Pak Budi lagi.
"Saya mengajukan diri menjadi ketua kelas Pak" ujar Leo.
"Bagus, mengajukan diri sendiri itu baik. Apa ada lagi?" lanjut Pak Budi.
Ruangan senyap tanpa suara, pertanda tidak ada lagi yang ingin mencalonkan diri. Pak Budi memberikan waktu sejenak untuk menunggu apakah masih ada yang bersedia menjadi calon ketua kelas.
"Jika tidak ada, kita akan vote mereka berdua, suara terbanyak akan di nobatkan menjadi ketua dan yang kalah menjadi wakil ketua" jelas Pak Budi.
__ADS_1
"Setuju Pak" sahut para murid serentak.
Lina tidak tahu harus menulis nama siapa di atas kertas itu. Revan merupakan orang yang sangat ia sukai, sedangkan Leo adalah orang yang sangat menyukainya. Setelah menimbang-nimbang akhirnya Lina memutuskan untuk menulis nama Revan.
Setelah semua murid selesai menuliskan pilihannya, kini saatnya untuk menghitung jumlah suara terbanyak. Rio maju ke depan kelas untuk menuliskan hasil pemilihan suara.
"Revan" nama Revan disebutkan setelah kertas terakhir dibuka. Tanpa dihitung pun orang akan tahu bahwa Revan pemenangnya. Sejak tadi namanya yang selalu muncul. Hanya ada 8 orang yang memilih Leo, mungkin para wanita penggemar Leo.
"Baiklah sudah di putuskan bahwa Revan akan menjadi ketua kelas dan dibantu oleh Leo sebagai wakil" ucap Pak Budi.
Seluruh siswa di kelas bertepuk tangan dan memberi selamat kepada mereka berdua.
"Saya ingin mengajukan diri sebagai sekretaris Pak" ujar suara yang tampak asing, dia adalah Diandra.
"Bagus sekali, murid baru berani mengajukan diri, kalian gak malu sama anak baru?" Puji Pak Budi pada Diandra.
"Ada lagi yang mau menjadi sekretaris?" lanjut Pak Budi.
Nihil, tidak ada satu pun suara yang mau mengajukan diri lagi selain Diandra. Sepertinya mereka sudah menerima kemenangan Diandra.
__ADS_1
"Baiklah berhubung hanya Diandra satu-satunya yang mengajukan diri, maka jabatan sekretaris berada di tangan Diandra, beri tepuk tangan yang meriah" ujar Pak Budi yang tak ada habisnya memuji Diandra.
"Selanjutnya yang terakhir adalah bendahara. Ada yang ingin menjadi bendahara?" tanya Pak Budi.
"Saya mengajukan Lina sebagai bendahara Pak, dia berpengalaman dalam hitung-hitungan" ujar Leo mempromosikan Lina.
"Saya juga setuju Pak kalau Lina menjadi bendahara" lanjut Revan menyetujui.
"Baiklah terimakasih, apakah Lina bersedia?" tanya Pak Budi.
Lina takut jika ia menolak teman-temannya akan kecewa, lagi pula Lina memang berpengalaman di bidang kebendaharaan. "Saya menerima Pak" balas Lina.
"Gitu dong, apakah masih ada yang mau menjadi bendahara?" tanya Pak Budi lagi.
Berhubung Lina tidak memiliki saingan, ia di nobatkan menjadi bendahara kelas. Ternyata perangkat kelas di pegang oleh mereka berempat, yaitu Revan sebagai ketua, Leo sebagai wakil, Diandra sebagai sekretaris, dan Lina sebagai bendahara.
"Baiklah jadwal piket bapak serahkan kepada pengurus kelas untuk menyiapkannya" ujar Pak Budi.
" Berhubung sekarang hari pertama masuk, kita akan cepat pulang" lanjut Pak Budi lagi.
__ADS_1
Setelah Pak Budi pamit dari kelas mereka, Revan mengajak ketiga rekannya untuk berdiskusi.