Future Husband

Future Husband
Bab 27


__ADS_3

Setelah mengumpulkan ketiga rekannya, Revan pun memulai diskusi untuk penentuan jadwal piket. Lina duduk diantara Diandra dan Leo, sedangkan Revan berada di depannya.


"Ada yang punya usul mengenai pembagian jadwal piket?" tanya Revan.


"Menurut gua kita bagi sesuai no absen aja Rev" usul Leo.


Padahal itu hanya sekedar akal-akalan nya Leo agar ia dapat jadwal hari yang sama dengan Lina. Secara nama mereka berdua berawalan dari huruf L. Otomatis nomor absen mereka berdekatan.


"Kalau usul gua lebih baik kita bagi berdasarkan letak rumah aja, supaya anak yang piket bisa pulang bersamaan ketika anak lain sudah pulang duluan" ujar Diandra panjang lebar.


Revan tahu itu juga merupakan akal-akalan nya Diandra agar ia mendapat jadwal hari yang sama dengan Revan. Lina juga mengetahui alasan di balik usulan Diandra.


"Gimana kalau kita buat pembagiannya seperti pembagian tempat duduk tadi? cabut kertas, lebih adil dan merata. Sesuai dengan hari yang tertera di kertas pilihannya" Lina memberikan pendapatnya.


"Gua lebih setuju sama Lina, itu lebih adil dari dua pendapat sebelumnya" respon Revan.


Leo langsung setuju dengan pendapat Lina. Secara Lina adalah orang yang disukainya. Diandra menatap sinis ke arah Lina. Setelah rapat mereka selesai, keempat orang tersebut bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


"Gua anterin yuk" ajak Leo pada Lina. Mirna sudah pulang terlebih dahulu, ia ada acara keluarga.


"Gak usah repot-repot Le, gua pulang sendiri aja" balas Lina.


"Siapa yang repot sih, gua malahan senang banget" ujar Leo tidak mau menyerah.


Setelah perdebatan yang cukup lama, Leo dan Lina pun pulang bersama. Sepanjang perjalanan Leo tidak ada habis-habisnya menanyakan hal yang disukai Lina. Bukan hanya sekedar hobi, tetapi makanan kesukaan Lina, warna favorit Lina, lagu yang paling disukai Lina, hingga tempat-tempat yang paling Lina sering kunjungi.


Sesampainya di rumah Lina segera mengucapkan terimakasih kepada Leo. Lina bergegas naik ke kamarnya di lantai dua. Tak lupa ia mengambil beberapa cemilan dari kulkas sebelum menaiki anak tangga.


"Bukannya itu tugas sekretaris ya, hmm lo hubungi Diandra deh" balas Lina memberi usul.


"Malas ah, tolongin dong Lin" bujuk Revan lagi.


"Yaudah deh, besok gua bawain" Lina membalas chat dari Revan dengan tersenyum.


Tentu saja Lina bahagia, dia bahkan tidak mau Revan chatingan dengan Diandra. Lina bergegas membuat daftar piket dalam potongan-potongan kertas. Lina berharap dia akan memiliki jadwal piket di hari yang sama dengan Revan.

__ADS_1


•••••••


Keesokan harinya Lina datang lebih awal ke sekolah. Lina berjumpa dengan sahabatnya di pintu gerbang sekolah.


"Asik banget yang pulang duluan dan ninggalin temannya" sindir Lina pada sahabatnya.


"Kan Lo udah gua chat bambang, adek gua ultah" balas Mirna sedikit bercanda.


Mereka berdua berpisah setelah Lina sampai ke kelasnya. Gadis itu pun duduk, teman di sebelahnya belum tiba. Lina mengeluarkan kertas berisi hari-hari piket.


"Cepat amat lo nyampe" ujar teman semeja Lina yang baru saja tiba.


"Gua kan murid teladan" balas Lina memuji dirinya sendiri.


"Mana pesanan gua?" tanya Revan.


Lina segera menyerahkan kertas-kertas yang sudah ia persiapkan dengan baik. Gadis itu sudah memiliki rencana sedari kemarin. Lina memastikan bahwa ia akan memiliki jadwal piket yang sama dengan Revan.

__ADS_1


__ADS_2