Future Husband

Future Husband
END


__ADS_3

Leo membuka matanya saat Mama Leo menyebutkan nama seseorang yang begitu ia kenal. Dia yakin ini bukan mimpi, tetapi untuk memastikan Leo mencubit pipinya dan mulai sadar.


"Siapa Mama bilang?" tanya Leo memastikan.


"Katanya dia bernama Lina, teman SMA mu" ujar Mama Leo.


Leo bergegas turun dari tempat tidur. Lelaki itu mencuci wajahnya dan memperbaiki penampilannya.


"Lina" ujar Leo setelah keluar dari kamarnya.


"Gua gak sedang bermimpi kan?" ucap Leo memastikan.


"Iya, ini gua Lina, gua diterima di kampus X" ujar Lina.


"Benarkah? wah itu keren sekali" jawab Leo.


"Mau keluar sebentar?" ajak Leo lagi


"Boleh" jawab Lina tanpa menolak.


Mereka jalan-jalan disekitar apartemen Leo. Banyak pertanyaan yang ingin keluar dari mulut mereka berdua. Tetapi mereka memutuskan untuk diam.


"Lo jadian dengan Revan?" tanya Leo memberanikan diri.


"Iya, tetapi hanya sebentar" jawab Lina kecewa.


"Terus bagaimana?" tanya Leo malu-malu.

__ADS_1


"Gua sudah menerima surat dari lo" ujar Lina memberanikan diri.


"Terus?" ujar Leo pura-pura tidak mengerti.


"Jadian lah denganku" ujar Lina setelah sekian lama menahan diri.


"Tidak mau" jawab Leo cepat.


"Kenapa?" tanya Lina kecewa.


"Karena pertanyaan itu seharusnya keluar dari mulut gua" ujar Leo.


"Jadian lah denganku Lina" ujar Leo seraya membungkuk.


"Ya" jawab Lina cepat dan bersemangat.


*******


Lima tahun berlalu, Lina dan Leo telah lulus dan sudah bekerja pada perusahaan yang sama di Amerika. Saat ini mereka sedang libur dan hendak kembali ke Jakarta.


"Wah, Jakarta memang kota kenangan bagi kita" ujar Lina.


"Kamu benar sayang" ujar Leo yang kini memanggil dengan sebutan aku kamu.


"Sayang" ujar Lina.


"Iya sayang" jawab Leo.

__ADS_1


"Sesampainya di Jakarta kita langsung mengunjungi SMA ya" pinta Lina.


"Oke sayang" balas Leo.


**********


Sesampainya di Jakarta, seperti yang sudah dijanjikan, Lina dan Leo bertemu di sekolah. SMA mereka terlihat lebih indah dibandingkan saat mereka bersekolah dulu. Tetapi kenangan-kenangan itu tetap melekat kuat di ingatan mereka.


Leo memegang erat tangan Lina yang hangat. Mereka menelusuri tempat-tempat yang dulu sering mereka kunjungi. Saat di taman, Lina duduk kelelahan. Leo merasa inilah timing yang tepat.


"Menikahlah denganku Lin" ujar Leo dengan mata berbinar seraya mengarahkan cincin kepada Lina.


"Betapa bodohnya aku dulu sibuk mencari sana-sini hingga mataku tidak melirik sedikitpun kepadamu" jawab Lina.


"I choose you, aku mau menikah denganmu" ujar Lina lagi seraya menerima cincin dari Leo.


Mereka memutuskan untuk menikah dan tinggal di Jakarta. Keluarga Leo juga sudah bersedia untuk pindah ke Jakarta. Memang benar, di manapun kita berada, kota kelahiran memang tidak tergantikan.


***********


Diandra sudah terlebih dahulu menikah dengan Revan. Mirna sedang menjalani hubungan serius dengan Rio sahabat Revan. Mereka semua berakhir dengan bahagia.


Lina melemparkan bunga pernikahannya, berharap Mirna yang akan mendapatkan bunga tersebut. Tetapi pemikiran Lina meleset, Rio lah yang mendapatkan bunga tersebut. Segera Rio membungkuk dan mengarahkan cincin kepada Mirna serta mengucapkan kalimat lamaran.


"Terima... terima... terima... " ujar penonton heboh.


Mirna mengangguk dan air matanya menetes. Lina yang melihat kejadian yang mengharukan bagi sahabatnya juga ikut menangis.

__ADS_1


Ya, begitulah takdir yang mempertemukan kita dengan orang yang bahkan tidak ada dalam ekspektasi kita. Takdir lebih tahu mana yang terbaik bagi diri kita. Terkadang kita berharap seseorang yang merupakan pilihan kita yang akan mendampingi. Nyatanya, akan ada orang yang benar-benar menyayangi mu dengan tulus, bahkan kamu tidak menyadarinya.


__ADS_2