Future Husband

Future Husband
Bab 16


__ADS_3

Setelah satu persatu pasangan kembali menaiki panggung, juri mulai sibuk berdiskusi sebentar. Setelah tujuh pasangan telah lengkap berada di atas panggung, Bu Laura kemudian berdiri dan memegang mikrofonnya.


"Kami menilai anda semua bukan hanya berdasarkan apa yang kalian tampilkan, tetapi juga berdasarkan apa yang kalian kenakan, kekompakan kalian, kecerdasan memilih apa yang kalian tampilkan, keserasian penampilan dan masih banyak lagi" ucap Bu Laura memperjelas sistem penilaiannya.


Lina tidak bisa tenang dan mulai merasa resah. Rasa tidak percaya diri mulai merasuki Lina.


"Saya akan membacakan penilaian kami terlebih dahulu sebelum memberitahukan pemenang King and Queen semester ini" lanjut Bu Laura.


Bu Laura menyebutkan satu persatu kelebihan dan kekurangan mereka tiap pasangan, Rey dan Jessie berdansa dengan rapi tetapi terlalu monoton. Frisca dan Ken berpuisi dengan baik tetapi mimiknya kurang.


Jack dan Karina stand up dengan PD tetapi garing. Sesuai dengan pendapatku Revan memang bagus dalam bernyanyi tetapi Lia tidak bisa mengimbangi. Hingga tibalah kelebihan dan kekurangan tim Lina dan Niko.


"Lina dan Niko menampilkan hal yang sederhana, walaupun hanya menyanyi menggunakan gitar, tetapi di balik kesederhanaan itu tidak terdapat celah kesalahan" ucap Bu Laura dengan bersemangat.


Suara tepuk tangan riuh dihadiahkan kepada mereka. Terlebih lagi dukungan dari anak sekelas Lina.

__ADS_1


"MIPA 3 terbaik" ujar anak teman-teman sekelas Lina dengan bangganya.


Walaupun ia dan Niko sudah mendapatkan pujian dari juri, Lina tetap belum bisa sepenuhnya tenang sebelum nama pemenang disebutkan. Gadis itu melihat ke arah sahabatnya Mirna, si bawel sedang berdebat dengan anak kelas lain mengenai siapa yang akan memenangkan kontes King and Queen ini.


"Pemenang kontes King and Queen pada semester genap ini jatuh kepada pasangan... Niko dan Lina, walaupun penampilan mereka tergolong sederhana, tetapi mereka tidak memiliki celah kesalahan, Niko bermain gitar dengan nada yang bagus dan yang terpenting Lina menyanyi dengan penuh penghayatan" ucap Bu Laura sambil berikan tepuk tangan yang meriah yang diikuti oleh para penonton di bawah panggung.


"Satu hal lagi yang tidak bisa kita lupakan adalah keanggunan Lina pada hari ini mengalahkan calon Queen yang lainnya" tambah Bu Laura lagi yang membuat kuping Lina memerah dan seakan ingin terbang.


"Yes, kita berhasil Lin" ujar Niko kegirangan, Lina juga sangat bahagia.


Gadis itu merasa memenangkan kontes Putri Indonesia dengan gaya berjalan seperti ini. Dalam hati ia merasa lucu dengan gaya berjalan dan lambaian mereka.


Setelah acara penobatan dan foto bersama juri selesai, kini tibalah acara bebas yaitu berfoto dengan kawan sekelas atau dengan orang yang kita inginkan. Tentu saja Mirna orang pertama yang ingin Lina ajak berfoto.


" 1... 2... Cheese" ujar teman Lina sebagai fotografer.

__ADS_1


Lina dan Mirna bergaya bebas dengan sedikit alay. Mirna akhirnya puas berfoto setelah take sebanyak lebih dari dua puluh kali.


"Lo pengen kan foto bareng Revan, secara dia ganteng banget pakai stelan jasnya" puji Mirna, tentu saja Lina mengangguk.


Mirna yang sudah lebih paham dirinya dan kebiasaannya langsung bisa menebak keinginan sahabatnya. Setelah berfoto dengan Mirna dan Niko, gadis itu berfoto dengan anak-anak kelasnya.


"Selamat ya Queen" ujar mereka kepada Lina.


Lina hanya bisa berterimakasih dan tersenyum bahagia. Gadis itu melihat Leo yang berlarian menuju ke arahnya.


"Foto dong Queen" ajaknya.


"Oke" balas balas Lina singkat.


Akhirnya mereka berfoto sebanyak tiga kali. Setelah berfoto dengan Leo, banyak anak-anak lain yang minta berfoto dengan Lina dan Niko.

__ADS_1


Mata Lina terus mencari ke arah Revan, setelan ada kesempatan untuk kabur, gadis itu berlari menjauh dari kerumunan menuju taman. Astaga lihat siapa di sana, ternyata dari tadi pangerannya sudah ada di taman.


__ADS_2