
Butik Bude Sarah kelihatan mewah sekali, Lina baru beberapa kali datang ke Butik ini. Suasana Butik Bude sedikit berbeda, motif wallpaper Bude sudah berubah sejak terakhir kali Lina kesini.
Gadis itu lebih suka motif wallpaper yang sekarang, lebih hidup dan bercahaya. Setelah bertemu sapa dengan Bude, Lina mulai berjalan mengelilingi butik Bude.
"Coba lihat, ada nggak gaun yang kamu suka?" tanya Mama sambil melihat beberapa gaun yang mereka lewati.
Setelah berjalan beberapa saat, mata Lina tertuju pada gaun warna biru muda di sudut butik, gaun tersebut di pajang berbeda dari gaun yang lain. Bentuknya seperti gaun ala Cinderella.
"Ma, yang itu bagus nggak?" tanya Lina sambil menunjuk kearah gaun tersebut.
"Mata kamu jeli banget ya Nak, Mama setuju kalau kamu pilih yang itu" balas Mama tersenyum.
Mama langsung menemui Bude dan menyampaikan ketertarikan Lina pada gaun biru muda itu. Bude tersenyum setelah Mama menunjuk ke arah Gaun tersebut.
"Aduh Lina pintar fashion ya" ujar Bude memuji. Bude mulai menurunkan gaun biru muda itu dari pajangannya.
"Nih kamu coba dulu" ujar Bude sambil memberikan gaun tersebut.
__ADS_1
Lina memegang gaun pilihannya, berbahan lembut juga halus, ia yakin pasti dingin jika digunakan. Dia menyukai gaun tersebut karena sederhana tapi terkesan mewah alias tidak lebay.
"Kamu ke fitting room dulu ya sayang, Mama pengen lihat kamu coba gaun ini" pinta Mama yang dibalas anggukan dari putri semata wayangnya.
Gaun itu pas di tubuhnya, badan Lina terlihat ramping memakainya. Gadis itu pun berjalan berlahan menunju arah Mamanya. Mata Mama langsung berbinar melihat putrinya dibaluti gaun tersebut.
"Sungguh cantik ya putri Mama, coba sini Mama foto, Mama pengen send ke Papa" ujar Mama sambil mengeluarkan handphone dan mulai memotret.
Lina tersipu dengan pujian Mama, dalam hatinya ingin Revan berkata seperti itu juga lusa nanti. Tapi rasanya hal itu tidaklah mungkin, seperti biasa lelaki itu pasti hanya menatapnya dengan tatapan biasa. Seolah-olah tidak ada yang spesial dari gadis itu untuk menarik perhatiannya.
Mama segera menyelesaikan mengenai harga dengan Bude Sarah. Setelah itu Mama dan Lina berpamitan dengan Bude Sarah
Lina tersenyum ramah kepada Bude Sarah. Sejak kecil Bude memang suka memuji ponakannya, Lina jadi terbiasa mendengar pujian dari Bude.
"Sayang kita ke minimarket dulu ya" ujar Mama setelah mereka masuk ke mobil. Sepanjang perjalanan ke minimarket Mama dan Lina asik menyanyikan lagu K-Pop kesukaan Mama.
Sesampainya di minimarket, Mama membeli beberapa keperluan dapur. Berbeda dari Mama, Lina malah mencari cemilan yang bagus untuk diet, seperti cemilan yang rendah lemak dan kalori.
__ADS_1
Gadis itu ingin satu hari tersisa besok ia habiskan untuk mengecilkan perutnya, setidaknya tidak menambah berat badannya. Walaupun hanya satu hari, Lina tidak mau membuangnya secara cuma-cuma.
"Nih Ma, belanjaan Lina" ujar Lina sambil menyodorkan barang belanjaannya pada Mama.
Mama hanya tersenyum mengerti dengan program diet kilat putrinya. Mereka melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah.
Lina baru sempat membuka pesan WhatsApp dari Mirna yang di kirim sejak jam 19.00 WIB. Isinya mengenai Mirna tidak bisa datang ke rumah Lina karena rumahnya kedatangan tamu.
Syukurlah, Lina juga lupa kalau Mirna ada rencana datang tadi. Terlebih lagi ia juga sedang fitting baju. Lina sungguh kelelahan dan ingin segera tidur.
"Langsung istirahat ya sayang, biar badan kamu fit" ujar Mama.
"Siap Mom" balas Lina singkat.
Lina berlari ke lantai dua, kamarnya terlihat lebih rapi, pasti si mbok sudah membereskan kamarnya. Padahal gadis itu sudah melarang si mbok untuk membereskan kamarnya, ia sudah mandiri dalam kebersihan kamar.
Tetapi terkadang si Mbok merasa sungkan karena kebersihan kamar gadis itu merupakan tanggung jawabnya. Setelah cuci muka dan menggosok gigi, Lina beranjak ke tempat tidur.
__ADS_1
Gadis itu memeluk Teddy, boneka kesukaannya yang merupakan kado Papa saat ia berusia 14 tahun. Memang sudah lama, tetapi ia tetap suka dan setia kepada boneka pemberian Papanya, sama halnya dengan perasaannya kepada Revan, setia.