Future Husband

Future Husband
Bab 10


__ADS_3

Cafe terlihat indah dengan design yang unik. Sama halnya dengan wajah lelaki tampan yang berada di depan gadis itu. Lina duduk berhadapan dengan Revan dan Mirna duduk berhadapan dengan Leo. Sepertinya Mirna sudah mengatur semua ini sesuai dengan siasat nakalnya.


"Mau pesan apa neng" ucap Leo pada Lina.


"Gua gak ditanyain gitu?" gerutu Mirna iseng.


"Gua pesan lemon tea ya" ujar Lina.


"Lo gak makan?" tanya Revan pada Lina.


"Belum lapar nih" balas gadis itu sembari tersenyum.


"Semuanya wajib makan, gak ada diet-dietan" tegas Mirna.


"Lina biasanya suka spaghetti, pesanin itu aja buat makan dia" lanjut Mirna lagi.


Sahabatnya benar-benar tahu apa yang Lina suka. Dasar Mirna, walaupun ia menyebalkan tetapi Mirna romantis sebagai seorang sahabat.


"Ooo, tenyata makanan kesukaan si neng spaghetti toh" ujar Leo bersemangat.


"Apaan sih lo" balas Lina singkat.


"Eh kok orang pada gak tahu kalo kalian itu sepupu?" tanya Mirna pada Revan.


"Gua gak sekelas sama Leo, gua juga aktivis sekolah jadi agak sibuk, sedangkan Leo juga asik dengan band-nya" jawab Revan dengan wajah memesona seperti biasanya.

__ADS_1


"Ternyata anak band, waw" ujar Mirna excited.


Mirna dari dulu sangat mengagumi anak band. Tetapi ia juga pernah disakiti oleh anak band.


"Udah move on, anak band udah pernah nyakitin Lo, hati-hati" balas Lina mengingatkan yang dibalas oleh cubitan dari Mirna.


"Gak semua anak band brengsek Lin" ucap Leo dengan tegas.


"Iya jangan langsung berprasangka buruk gitu dong" lanjut Revan.


Mendengar komentar dari Revan gadis itu langsung malu, memang benar tidak seharusnya ia langsung berpikiran bahwa semua anak band itu buruk. Lina menunduk malu dan merasa bersalah pada Leo.


"Iya maaf, gua masih kesal sama mantan si Mirna yang nyakitin dia" balas Lina dengan suara yang pelan.


"Ooooo so sweet, makasih dear" balas Mirna terharu sambil memegang tangan Lina.


"Kok Lo tahu?" tanya Revan sedikit penasaran.


Lina suka wajah penasaran Revan, dia terlihat lebih imut dan antusias. Tetapi kegantengannya tidak berkurang sedikit pun walaupun menunjukkan ekspresi yang aneh.


"Gua kan penggemar setianya Lina bro" jawab Leo sambil tersenyum ke arah Lina.


"Sejak kapan?" tanya Revan lagi.


"Ihh Revan kepo nih" goda Mirna.

__ADS_1


"Bukan kepo, cuma kaget aja sepupu gua suka sama teman gua" ucap Revan santai.


Lina penasaran apa yang ada di hati Revan. Mulutnya bisa mengucapkan itu dengan mudah dan santai, apakah hatinya juga demikian? atau malah sebaliknya? tanya hati Lina.


Selama dua jam di cafe mereka habiskan dengan cerita serta menyantap pesanan mereka. Lina menghabiskan spaghetti kesukaannya.


"Katanya gak mau makan, nyatanya habis juga, Lo lapar apa doyan" ejek Revan jahil seperti biasa.


"Doyan kali" jawab Lina dengan kesal, Leo menatap ke arah gadis itu.


Sepertinya Leo paham dari tatapan mata Lina saat berbicara dengan Revan lebih bersemangat dan ekspresif dibandingkan berbicara dengan dirinya. Lina melihat Leo hanya tersenyum, entah apa yang tersembunyi di balik senyumannya.


"Eh guys, udah jam 3 aja nih, pulang yuk" ajak Mirna ketika bahan pembicaraan mereka sudah mulai habis.


"Gua anterin kalian aja ke rumah masing-masing" jawab Revan yang dibalas anggukan oleh Mirna.


"Gua ke sekolah aja ya Le, motor gua masih di sekolah" ucap Revan.


"Oke bro" balas Leo.


Revan memutuskan menemani Leo untuk mengantarkan Lina dan Mirna terlebih dahulu sebelum dia diantar ke sekolah. Leo mengantar Mirna terlebih dahulu dikarenakan rumah Mirna yang paling dekat dengan Cafe.


Setelah itu kedua lelaki itu menuju ke rumah Lina. Di jalan mereka tidak banyak bicara. Lina tidak mengerti apa isi pikiran mereka masing-masing. Gadis itu hanya berharap semua akan baik-baik saja.


"Makasih ya dah nganterin gua pulang" ucap Lina pada Leo dari kaca mobil yang dibalas anggukan serta senyuman manis dari Leo.

__ADS_1


"Gua duluan ya guys" sambung Lina menghadap Revan dan Leo secara bergantian.


"Hati-hati Lin" balas Revan, gadis itu tersenyum mengangguk, ia bahagia.


__ADS_2