Future Husband

Future Husband
Bab 34


__ADS_3

Hari ini merupakan hari kelulusan. Lina sudah kehabisan gaya saat berfoto dengan Mirna sahabatnya. Lina juga berfoto dengan Revan dan Diandra sebagai kenang-kenangan. Diandra sudah jadian dengan Revan, tetapi entah bagaimana hati Lina tidak sakit.


"Wah akhirnya kita lulus juga" ujar Mirna girang.


"Selamat my best friend" ujar Lina.


"Seharusnya gua yang beri selamat" jawab Mirna.


"Selamat sahabatku, telah menjadi juara satu umum sekolah kita" jawab Mirna bangga.


"Terima kasih sahabat, lo juga patut dipuji" ujar Lina.


Mereka berdua tertawa bersama. Lina sudah memberitahu Mirna bahwa ia akan melanjutkan sekolah di Amerika. Pengumuman kelulusan akan keluar dua Minggu lagi. Lina sudah tidak sabar menunggu hasilnya, dia deg-degan diterima atau tidak di kampus favoritnya.


"Lin" ujar Mirna.


"Gua mau kasih sesuatu buat lo" ujar Mirna.


"Apa itu?" tanya Lina.


"Surat yang dititipkan oleh Leo" jawab Mirna.

__ADS_1


"Loh kok baru dikasih sekarang?" tanya Lina kaget.


"Soalnya Leo berpesan kalau surat ini diberikan jika hari kelulusan sekolah tiba" ujar Mirna.


"Ini harinya" lanjut Mirna lagi seraya memberikan surat beramplop merah muda.


"Makasih banyak Mir" ujar Lina seraya menyimpan surat tersebut.


********


Sesampainya di rumah, Lina segera membuka surat yang diberikan oleh Leo. Tampilannya menarik, Lina menyukai warna merah muda. Lina mulai membaca surat yang bertuliskan tinta berwarna hitam.


*Teruntuk Lina Queen Tercantik Di Dunia


Sejak SMP, gua selalu memperhatikan lo. Walaupun lo gak pernah sedikitpun melirik ke arah gua, kata menyerah tidak ada dalam kamus gua. Gua senang lo gak pernah jadian dari SMP hingga SMA.


Hingga gua sadar akan sesuatu, lo teramat menyukai sepupu gua Revan. Jujur saja hati gua sakit ketika lo selalu tersenyum bahagia menghadap Revan. Tetapi gua bahagia, setidaknya gua bisa melihat lo tersenyum.


Gua tahu gua tidak sebaik Revan, tidak sekeren Revan, dan tidak sepintar Revan. Tapi percayalah Lin, cinta gua jauh lebih besar dari cinta Revan. Eh salah, maksud gua cinta gua bahkan mengalahkan cinta lo ke Revan.


Semoga lo selalu bahagia Lina

__ADS_1


Dari seseorang yang akan selalu menyayangimu, Leo*.


Lina menangis membaca surat dari Leo. Ternyata benar adanya bahwa cinta Leo ke Lina mengalahkan cinta Lina pada Revan. Tangan Lina bergetar, hatinya penuh penyesalan.


"Gua gak boleh begini, gua harus lulus di Amerika" ujar Lina mengembalikan semangatnya.


"Tunggu gua Leo, kali ini biarkan gua yang berjuang untuk menemukan lo" ujar Lina tersenyum.


Lina melipat kembali surat dari Leo. Dia menyimpannya dengan rapi. Lina tidak ingin surat itu sampai hilang. Itu adalah bukti, bahwa Leo akan menjadi laki-laki yang akan selalu mencintai Lina.


********


Di Amerika, Leo tengah menikmati tehnya di sebuah cafe. Dia tersenyum melihat pemandangan di sekitarnya.


"Lo apa kabar Lin" ujar Leo lirih.


"Gua kangen" ujar Leo lagi.


"Apakah lo masih menyukai Revan?" ujar Leo berbicara dengan dirinya sendiri.


"Apapun keadaannya, gua harap lo bahagia Lin" ujar Leo lagi.

__ADS_1


"Semoga lo selalu menjadi wanita paling bahagia" ujar Leo menutup ucapannya dan meninggalkan cafe.


__ADS_2