
Kasur yang empuk memang seperti magnet yang selalu menarik sehingga Lina menjadi manusia rebahan. Hal ini sudah sering terjadi di zona kasur Lina.
"Meaow.." suara ponselnya berbunyi, ia lupa mematikan suara notifikasi, biasanya Lina hanya menghidupkan mode getar.
"Lo tadi pengen nanyain kenapa gua jadian sama Lia, iyakan?" pesan WhatsApp pertama dari Revan kembali menimbulkan rasa penasarannya.
Kata Revan Diandra menjadi satu-satunya wanita yang dicintainya. Anehnya kenapa Revan bisa jadian dengan Lia? Hal inilah yang membuat Lina penasaran.
"Iya, gua penasaran, kalo lo gak cinta kenapa lo pacarin?" balas Lina dalam pesan WhatsApp.
Lina tidak habis pikir Revan bisa-bisanya pacaran dengan orang yang tidak dia cintai. Dia tidak ingin dicintai karena terpaksa.
"Emangnya harus cinta dalam berpacaran? kan belum menikah" balas Revan lagi.
Entah kenapa Lina merasa kesal dengan ucapan Revan. Lina marah seperti tidak terima akan jawaban dari lelaki itu.
"Yaiyalah, kan kasihan kalo Lo pacarin dia tapi gak cinta" balasnya lagi.
__ADS_1
"Gua gak percaya lagi sama sama yang namanya cinta Lin" balas lelaki itu.
Malam itu Revan menceritakan tentang kenapa dia bisa berpacaran dengan Lia. Lia adalah putri dari teman Papanya Revan.
Semenjak masuk SMA, Revan sering diajak oleh Ayahnya untuk bertemu dengan rekan kerjanya, baik makan malam bersama atau sekedar berkunjung ke rumah rekannya. Begitupun dengan Papanya Lia yang selalu membawa Lia menemui rekan kerjanya yang tak lain adalah keluarga Revan.
Semenjak mereka akrab Revan tahu kalau Lia adalah wanita yang rapuh, Lia sering bercerita kepada Revan tentang masalahnya dengan laki-laki. Lia sering dimanfaatkan oleh teman laki-lakinya, Revan akan menjadi penasehat terbaik bagi Lia.
Setelah kenaikan kelas dua, Lia akhirnya sekelas dengan Revan. Selama hampir satu tahun mereka berteman dekat, Lia jatuh cinta pada Revan, baper akan sifat peduli yang diberikan Revan. Akhirnya Lia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Revan yang dibalas dengan penolakan dari Revan.
"Gua cuma anggap lo sebagai sahabat gua Li, gak lebih" kata Revan.
"Gua gak maksa lo untuk cinta sama gua karna gua yakin cepat atau lambat Lo bakal suka ke gua" tutur Lia.
"Kasih gua kesempatan, kalo memang gua gagal buat Lo suka ke gua, Lo bisa putusin gua" sambung Lia dengan penjelasan yang panjang.
Akhirnya Revan menyerah dan menerima cinta Lia, mereka berpacaran selama delapan bulan. Mereka putus, kalian tahu apa artinya, berarti Lia gagal membuat Revan jatuh cinta kepadanya.
__ADS_1
"Lia, rasanya delapan bulan udah cukup lama untuk merubah hati gua, nyatanya Lo gagal, gua gak ada rasa selain persahabatan Li, kita memang gak bisa paksain rasa satu sama lain" ucap Revan yang dibalas tangisan dari Lia.
"Jangan nangis Li, Lo berhak dapat yang lebih baik dari gua, Lo wanita yang baik, kuat, cantik, semangat dong" Revan memberikan pelukan hangat kepada sahabatnya atau mantan pacarnya itu.
Mau tidak mau Lia memang harus rela melepas Revan, dia tidak mau berlaku egois lagi. Dia sadar Revan memang tidak dapat mencintainya melebihi rasa seorang sahabat.
"Ya begitulah kisahnya hehe.. yaudah tidur yok, walaupun besok hari Minggu, gua harus bangun cepet, mau joging" balas Revan di penghujung chat mereka.
"Iya bye" balas Lina singkat, Lina belum memahami Revan dengan baik, ia belum bisa menerima pilihan Revan.
Menurutnya pacaran yang tidak didasarkan cinta dari kedua belah pihak pasti tidak akan bertahan. Tapi sudahlah, itu sudah berlalu, pastinya Lina mau menjadi bagian dari cerita masa depan Revan, tapi ia tidak mau seperti Lia atau Diandra.
Lina mau menjadi satu-satunya, ya satu-satunya wanita yang bisa membuat Revan bahagia, satu-satunya wanita yang dicintai Revan dan happy ending. Lina tidak akan mau lari seperti Diandra ataupun memaksakan cinta seperti Lia.
Angin malam yang kencang masuk sedikit ke sela-sela jendelanya. Malam ini dingin sekali, Lina mengecilkan AC dan menarik selimutnya.
"Hoamm" Lina mulai mengantuk berharap mimpi indah akan menghiasi tidurnya hari ini.
__ADS_1
Lina tidak mau hanya sekedar malam ini, Lina mau hari-hari berikutnya juga akan di hiasi mimpi-mimpi indah yang berujung dengan kenyataan. Semoga saja semua itu dapat terlaksana.