Future Husband

Future Husband
Bab 23


__ADS_3

Suara alarm untuk kesekian kalinya membangunkan Lina dari tidurnya. Mama dan Papa masih di rumah sakit. Setelah lebih dari dua Minggu Papa di rumah sakit, akhirnya malam ini adalah hari kembalinya Papa ke rumah.


Mama menugaskan Lina untuk membantu si Mbok bersih-bersih rumah guna menyambut kedatangan Papa kembali. Oleh sebab itu Lina pulang ke rumah terlebih dahulu.


Gadis itu mengawali hari dengan mandi dan sarapan. Setelah jam 09.00 pagi hari, ia dan si Mbok mulai beres-beres rumah.


Lina memegang erat kemoceng dan mulai membersihkan abu jendela rumah, dilanjutkan menyapu dan mengepel lantai. Si Mbok membersihkan kamar Mama Papa dan memasak makanan kesukaan Papa.


Lina memutar musik kesukaannya sambil bekerja, kebahagiaan menyelimuti dirinya. Sambil mengelap meja dan vas bunga ia melantunkan lagu kesukaannya berjudul risalah hati yang di cover oleh Hanin dhiya.


"Aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku, beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa..." Lina menyanyi dengan penuh penghayatan.


••••••


Jam menunjukkan pukul 13.00 WIB, Lina telah selesai beres-beres rumah. Keringat bercucuran di dahinya.


"Huuft" gadis itu menghembuskan nafas sejenak, meluruskan kakinya dan beristirahat.

__ADS_1


"Lelah Non?" tanya si Mbok.


"Makan siang yuk, si Mbok sudah selesai masaknya" ajak si Mbok lagi.


Lina mengangguk dan bergegas mencuci tangannya. Dia begitu bersemangat untuk menyambut hari-hari baru dengan semangat.


"Cumi goreng kesukaanku" ujar Lina dengan mata berbinar.


"Makanan kesukaan Non sama dengan Bapak" ujar si Mbok.


Lina hanya mengangguk setuju dengan pernyataan si Mbok. Setelah membaca doa makan, gadis itu dan si Mbok bersiap menyantap makan siang mereka.


"Gimana keadaan Om Nara?" pesan Revan padanya.


"Lin, Om Nara masih di rumah sakit?" tanya Mirna pada Lina melalui WhatsApp.


Bukan hanya mereka berdua, sebuah pesan dari orang berbeda juga menghiasi layar ponsel Lina. Pesan dari lelaki yang paling menyebalkan di alam raya.

__ADS_1


"Aku dengar kabar Papa lo lagi di rumah sakit Lin? Gimana keadaannya sekarang?" pesan dari Leo.


Lina membalas pesan mereka satu persatu. Setelah itu ia bergegas mandi sore, ia sungguh tidak sabar menanti kepulangan Papanya malam ini. Walaupun liburannya di habiskan di rumah sakit dan bersih-bersih rumah, Lina tidak kecewa ataupun menyesal. Lina beranggapan bahwa cobaan ini bahkan baik untuknya agar lebih mendewasakan diri.


••••••


Jauh beberapa kilometer dari rumah Lina, seorang pemuda sedang duduk di jendela kamarnya menikmati sore hari yang tidak begitu indah baginya. Ia tak menyangka wanita yang dulu hadir di kehidupan masa kecilnya telah kembali menjadi tetangganya.


"Mama dengar Diandra sudah kembali ke rumah, dia sudah pindah dari sekolah lamanya" ujar Mama Revan memulai percakapan seusai makan siang tadi.


Revan benar-benar tidak habis pikir apa yang ada di otak Diandra sehingga ia memutuskan untuk kembali di sekitar Revan. Jauh di lubuk hati Revan masih menyukai Diandra. Tetapi ia juga bimbang tentang perasaannya pada Lina.


"Kabar yang Mama dengar dari Tante Monika, Diandra pindah ke sekolah kamu sayang" jelas Mama lagi.


Revan semakin tidak senang mendengar hal ini. Selama liburan ini mungkin ia akan sering berpapasan dengan Diandra yang berada di sebelah rumahnya.


Dia takut jika bertemu Diandra, ia akan semakin susah melupakan gadis itu. Baru saja dia berpikir seperti itu, Diandra benar-benar sudah mewujudkannya.

__ADS_1


"Hei, rupanya Lo disini, nih gua bawa oleh-oleh buat Lo" ujar Diandra tanpa basa-basi masuk ke kamar Revan.


Seakan-akan lupa dengan masa lalu mereka yang berakhir kurang baik, Diandra berbicara biasa tanpa ada kecanggungan dalam dirinya. Revan merasa kebahagiaan yang ia nanti-nantikan dahulu terulang kembali.


__ADS_2