Future Husband

Future Husband
Bab 35


__ADS_3

"Mamaaaaaa" teriak Lina.


"Kenapa sayang?" tanya Mama penasaran.


"Lina diterima di kampus pilihannya Lina Ma" ujar Lina teramat bahagia.


"Syukurlah sayang, Mama turut bahagia" jawab Mama.


"Selamat sayang" ujar Papa.


"Terima kasih Papa" jawab Lina bahagia.


************


Lina menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya. Mirna membantunya untuk menyiapkan semua. Besok merupakan hari keberangkatan Lina ke Amerika. Lina begitu bahagia, tetapi ia juga sedih harus berpisah dengan Mama, Papa, dan juga Mirna.


"Jangan sedih gitu dong, sesekali gua bakal ke Amerika" ujar Mirna menenangkan.


"Serius nih?" tanya Lina.


"Serius Lina" jawab Mirna.


Setelah semua barang selesai, Mirna menyerahkan selembar kertas pada Lina. Lina menerima kertas itu dan membaca isinya


"Ini...." ujar Lina.


"Gua minta alamat Leo dari Revan, mereka kan sepupu dekat" ujar Mirna berinisiatif.

__ADS_1


"Mirr..." ujar Lina terharu.


"Gak perlu merasa berterima kasih, gua sahabat lo, bukan orang asing" ujar Mirna seakan mengerti.


"Lo itu bukan hanya sahabat Mir, tapi lo juga keluarga gua" ujar Lina mulai memeluk Mirna.


Mereka menangis bersama menikmati perpisahan itu. Lina terharu melihat perjuangan Mirna yang begitu banyak untuknya.


"Mir, gua beruntung punya sahabat sebaik lo" ujar Lina.


"Gua juga beruntung memiliki sahabat sejujur lo" jawab Mirna.


Mereka saling berpelukan dan menangis bahagia. Lina juga memberikan sebuah bingkisan kenang-kenangan untuk Mirna.


Keesokan harinya mereka telah berada di Bandara. Mama, Papa, dan Mirna mengantarkan Lina ke Bandara.


"Iya Ma, terima kasih banyak Ma" ujar Lina.


"Papa juga mau kamu selalu baik-baik saja, sesering mungkin hubungi Papa" ujar Papa seraya memeluk putri semata wayangnya.


"Tentu saja Papaku sayang" balas Lina.


"Lo jangan lupain gua" ujar Mirna seraya memeluk Lina setelah Papa Lina.


"Gak bakal, lo sahabat tergila gua" jawab Lina membalas pelukan sahabatnya.


***********

__ADS_1


Lina tengah sampai di Amerika. Lina begitu tercengang juga tertantang. Dia akan memulai kehidupan barunya di Amerika. Dia begitu bersemangat dan mulai menyusun rencana kedepannya.


Lina memilih apartemen di sekitaran kampusnya. Papanya telah menyiapkan itu untuknya. Papa Lina memiliki seorang sahabat di Amerika, dan dialah yang mencarikan apartemen untuk Lina.


Kegiatan kampus dimulai tiga hari lagi. Lina memutuskan untuk berjalan-jalan di negara yang baru ia kunjungi ini. Tak lupa ia juga melirik ke arah alamat yang tertera di kertas yang diberikan Mirna.


Lina memanggil taksi dan memberanikan diri untuk mengunjungi orang tersebut. Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada. Lina tidak mau mengulang kesalahan yang sama dalam dirinya.


Setelah dua puluh menit di taksi, Lina sampai di alamat yang dituju. Lina bergegas membayar tagihan dan keluar.


"Thank you Sir" ujar Lina seraya keluar dari mobil.


Lina segera berjalan ke arah tempat tinggalnya Leo. Ternyata Leo juga tinggal di sebuah apartemen. Setelah berada di depan pintu Leo, Lina mulai memberanikan dirinya.


"Permisi" ujar Lina.


Senyap, tidak ada suara yang menyahut ucapan Lina. Gadis itu tidak menyerah dan memperkuat suaranya.


"Permisiiiii" ujar Lina lagi.


Seorang wanita paruh baya membuka pintu untuk Lina. Terlihat seperti Ibunya Leo, Lina segera memberikan salam.


"Perkenalkan Tante, saya Lina teman SMA Leo saat di Jakarta" ujar Lina sopan.


"Oooo begitu, ayo silahkan masuk" jawab Mama Leo bahagia


"Sebentar ya, Tante panggilin Leo, kemungkinan dia ketiduran" ujar Mama Leo.

__ADS_1


"Baik Tante" jawab Lina.


__ADS_2