
Leo memarkir mobilnya di halaman sekolah. Revan tengah menggendong Lina saat Lina terjatuh di dekat gerbang sekolah. Kaki wanita itu keseleo.
Ingin rasanya Leo menggantikan posisi Revan pada saat itu. Tetapi ia tahu bahwa hal itu tidak akan mungkin. Dia tahu gadis yang begitu ia cintai menyukai Revan, bahkan sangat menyukai Revan sejak dulu.
"Hmm, kapan ya gua ada di hati lo Lin"ujar Leo.
Leo berlari menuju UKS, ia berinisiatif membukakan UKS sebelum Lina dan Revan sampai. Ternyata pintu UKS telah dibuka oleh teman Revan.
Leo juga pergi menuju bibi kantin untuk memastikan adanya es batu. Dia ingin kaki Lina yang keseleo segera di kompres.
"Mbok, es batunya ada?" tanya Leo.
"Ada nak Leo" jawab si Mbok kantin.
"Mbok, sebentar lagi teman saya akan ke sini meminta es batu, Mbok kasih ke dia ya, tapi Mbok gausah ngasih tahu kalau saya yang mesan, ini uangnya Mbok" ujar Leo panjang Lebar.
__ADS_1
Leo yakin Revan akan mencari es batu untuk mengompres kaki Lina. Betul saja, Leo melihat Revan berlarian ke arah kantin dan meminta es batu.
Tidak hanya itu, jika di depan Lina, Leo tidak terlalu memperlihatkan rasa pedulinya. Dia lebih condong bersikap humoris ketika bersama Lina. Tetapi jauh di lubuk hati Leo, dia ingin Lina menatap dia walau hanya sekali.
Pernah sekali saat Papa Lina kecelakaan. Leo ingin sekali mengunjungi Papa Lina. Tetapi Leo takut itu bukan waktu yang tepat karena suasana hati Lina sedang tidak baik.
Lina tidak tahu Leo sering ke rumah sakit. Bahkan Leo juga tahu Revan datang ke rumah sakit. Tapi entah kenapa Leo bahagia melihat Revan datang, karena itu akan menjadi kebahagiaan besar bagi Lina.
Saat Lina sedang sedih, Leo selalu berusaha menghibur Lina. Sejak awal Leo tahu kalau Revan hanya sekedar tertarik dengan Lina, bukan mencintainya. Revan bahkan mengetahui bahwa wanita yang disukai Revan itu adalah Diandra.
Saat kenaikan kelas tiga dulu, Leo meminta Mamanya untuk mengurus sesuatu. Dia ingin mewujudkan mimpi Lina sekelas dengan Revan.
"Kenapa sayang? kamu pengen sekelas sama mereka?" tanya Mama.
"Iya Ma" jawab Leo.
__ADS_1
Mama Leo segera menghubungi saudaranya Rara yang merupakan bagian kesiswaan yang mengurus pembagian kelas. Setelah selesai berbicara Mama memberitahu hasilnya pada Leo.
"Kamu dan Lina sejak awal memang sekelas, kalian IPA 2, sedangkan lelaki yang bernama Revan IPA 1, dan perempuan bernama Mirna di IPA 3" ujar Mama menjelaskan.
"Ya gak sekelas dong" ujar Leo.
"IPA 1 masih menampung dua siswa lagi, kamu bisa memilih siapa yang pindah" ujar Mama Leo.
Leo berpikir bahwa Lina akan bahagia jika bisa sekelas dengan Revan. Tetapi dia juga harus memilih karena kouta hanya dua orang. Akhirnya Leo memutuskan dia dan Lina yang akan pindah ke IPA 1. Lina bisa saja bertemu dengan Mirna di luar kelas.
"Ya sudah Ma, Leo dan Lina yang akan pindah ke IPA 1" ujar Leo.
"Ya sudah nanti Mama kabari Tante kamu" jawab Mama.
Untuk kesekian kalinya Leo mewujudkan impian gadis tersayangnya. Mungkin Lina tidak akan pernah tahu dengan hal-hal besar yang telah ia lakukan. Lina hanya fokus pada perasaannya terhadap Revan.
__ADS_1
Tetapi Leo merasa gagal membahagiakan Lina saat Diandra berhasil masuk ke kelas mereka yang koutanya sudah penuh. Mungkin Diandra juga mengurus kepindahannya demi sekelas dengan Revan.
"Lo beruntung Van, disukai oleh Lina" ujar Leo dalam hatinya.