
Pernahkah kamu menyukai seseorang yang begitu menyukai seseorang lainnya?
Setiap saat kamu ingin selalu berjuang untuk cintamu. Akan tetapi terkadang dirimu merasa lelah dan ingin menyerah dikarenakan itu terlihat mustahil untuk dapat diraih.
Begitu pula yang dirasakan oleh Leo terhadap Lina. Pria itu teramat menyukai Lina yang matanya selalu tertuju pada lelaki bernama Revan. Terlebih lagi Revan merupakan saudara sepupu Leo.
Cinta nyatanya serumit dan sesakit itu. Tetapi semua ini bukan salahnya Lina. Sejak awal Lina sudah menolak pernyataan cinta dari Leo.
"Maaf Leo, lo kan tahu gua sukanya sama Revan" begitu jawaban Lina.
Leo merasa egois jika memaksa Lina untuk menyukai dirinya. Leo bahkan berusaha membantu Lina untuk mendapatkan apa yang wanita itu inginkan. Karena kebahagiaan Lina merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Leo.
Suatu hari Leo pergi menemui Revan untuk memastikan sesuatu. Dia tidak ingin Lina lebih terluka dari sebelumnya.
"Bro, sebenarnya lo suka nggak sih ke Lina?" tanya Leo.
"Gimana ya bro, harus banget gua jawab?" tanya Revan.
"Iya harus" ujar Leo.
"Lo suka sama Lina?" tanya Revan pada Leo.
"Iya gua suka, makanya gua mau pastiin gimana perasaan lo ke Lina" ujar Leo.
__ADS_1
"Kenapa bro?" tanya Revan pada sepupunya.
"Karena lo tahu kan, dia suka banget sama lo, bahkan sejak SMP" jawab Leo tegas.
"Gua bingung dengan perasaan gua sendiri bro" jawab Revan jujur.
"Maksud lo?" tanya Leo.
"Awalnya gua gak ada perasaan apa-apa ke Lina, tetapi tanpa sadar gua merasa dia mirip dengan Diandra" ujar Revan.
"Gua kumpulin semua pemberian dari Lina tanpa sepengetahuannya, karena hal itu biasa gua lakuin saat Diandra memberikan sesuatu ke gua" lanjut Revan.
"Ternyata lo hanya sekedar tertarik Van, karena kelakuan Lina dan Diandra sama saat hendak menyatakan cinta" ujar Leo mengerti dengan situasi.
"Gua musti gimana lagi bro" ujar Revan.
"Bro, kenapa? bukannya lo suka sama dia?" ujar Revan.
"Mencintai tanpa memiliki bahkan lebih baik dari memaksakan perasaan gua yang tak terlihat oleh Lina bro" ujar Leo mengalah.
"Jaga dia buat gua" ujar Leo lagi seraya pergi meninggalkan Revan.
Sejak saat itu Revan mulai membuka hati untuk Lina. Dia mulai bersikap ramah dan tidak secuek dulu. Berlahan-lahan Revan mulai terbiasa dengan Lina.
__ADS_1
Nyatanya sekuat apapun Revan mencoba menyukai Lina, hasilnya tetap nihil. Apalagi semenjak Diandra kembali ke kehidupannya. Ditambah lagi Diandra masuk ke kelas yang sama dengan mereka. Hal ini menyebabkan Revan semakin sulit melupakan Diandra dan membuka hati untuk Lina.
Beberapa bulan berlalu, tiba saatnya dimana orangtua Leo hendak pindah ke Amerika. Awalnya tentu saja Leo menolak. Hal ini disebabkan masih ada Lina dihatinya. Leo harus benar-benar memastikan kebahagiaan Lina sebelum meninggalkan Indonesia.
"Revan, gua ada permintaan" ujar Leo.
"Apa itu?" tanya Revan.
"Jadian lah dengan Lina" ujar Leo.
"Ha? kenapa?" tanya Revan.
"Gua bakal pindah ke Amerika" ujar Leo.
"Kenapa lo musti pindah?" tanya Revan.
"Gua ikut orangtua" jawab Leo.
"Kalau Lina terima lo sebagai kekasihnya gua bakal pergi ke Amerika, tetapi kalau Lina nolak elo, gua bakal perjuangin cinta gua ke dia" ujar Leo di penghujung kepasrahannya.
"Baiklah, gua akan memenuhi permintaan lo" jawab Revan.
Begitulah alasannya kenapa Revan tiba-tiba menyatakan cinta pada Lina. Semuanya adalah perjuangan Leo yang tidak terlihat, dia adalah pahlawan cinta Lina di balik layar.
__ADS_1
Bagaimanapun juga perjuangan yang tulus akan membuahkan hasil yang tulus pula. Seperti ketulusan Leo yang berhasil meluluhkan hati Lina yang awalnya di isi hanya untuk Revan.
Kita dapat memilih siapa yang akan menjadi pasangan hidup kita. Akan tetapi kita tidak dapat memastikan apakah dia orang yang telah ditakdirkan untuk bersama kita, SELAMANYA.