Future Husband

Future Husband
Terkejut 2


__ADS_3

Aldo masih memicingkan matanya, menatap dengan pandangan menilai pada orang yang kini tengah berhadapan dengan dirinya. Seperti Ia melihat cermin, sama persis namun pria di hadapannya ini lebih berisi dan lebih tinggi beberapa senti darinya. Aldo sekali lagi menatap Jeje, dan Jeje malah melambai-lambaikan tangannya pada dua bocah kembar yang kini juga terkikik geli melihat tingkah Aldo mungkin atau mereka sudah sangat mengenal Jeje.


Aldo tidak tahu harus memulai dari mana dan dengan siapa Ia memulai. Melihat Jeje yang seperti Aldo yakin bahwa istrinya itu tidak mungkin memberi penjelasan secara detail.


Aldo menggeleng.


"Silahkan masuk." Dahlan berbicara sopan, Aldo segera menatapnya. Di sini Tuan rumah adalah dirinya tapi ke napa seolah mereka menganggap Aldo tidak ada? Aldo membuang nafas kasar. Dia juga pasrah ketika Dahlan sudah mempersilahkan mereka masuk.


Dahlan kenal dengan satu orang di antara mereka, Dahlan juga terkejut ada orang yang baru Ia temui kemarin dan sekarang orang itu sudah ada di hadapannya. Apa sebegitu dekatnya Jeje dengan pria itu? Namun Dahlan jauh lebih penasaran pada pria yang sama dengan Tuannya itu. Dahlan dapat menilai, jika orang luar menatap orang itu pasti pikiran mereka itu adalah Aldo. Tidak bisa di bedakan menggunakan mata telanjang.


Pria yang sama dengan Tuannya itu menggeleng, menatap Aldo dalam.


"Tidak Paman, Tuan Anda belum mengizinkannya." Dahlan dan Aldo terkejut saat suara pria itu juga sangat mirip dengannya. Bahkan panggilan Paman juga sedikit membuat ke duanya shock, Dahlan menatap pria yang Ia temui di Russia yang juga sempat memanggilnya Paman. Pria itu menatap pria yang sama persis dengan Aldo itu dengan kekehannya.


Aldo berdehem, Ia sedikit malu dengan perkataan jujur dari orang yang sama seperti dirinya itu. Tapi Aldo tidak mau gegabah, mereka datang dari mana lalu mereka siapa membuat Aldo sedikit was-was. Walau Jeje seperti mengenal mereka tapi tindakan Aldo untuk tetap waspada harus tetap di jalankan. Tidak akan ada masalah sebenarnya karena mereka berada di area mansion Aldo yang sudah banyak penjaga.


"Apa jaminan kalian? Bahwa kalian tidak akan menyakiti penghuni mansionku." Jeje yang mendengar kata-kata arogan Aldo hanya mampu memutar matanya malas. Ia sudah sangat rindu dan Aldo begitu lama. Seperti Aldo memang sengaja membangun tameng besar untuk mereka.


"Isteri Anda." dengan cepat Aldo berada di depan Jeje membuat Jeje membuang nafas dan menatap tajam copy dari suaminya itu dengan tatapan memperingati. Jangan membuat masalah, seperti itulah kira-kira tatapan mata Jeje.


"Jangan sekalipun menyentuh isteriku." ingin sekali semua orang yang baru tiba itu tertawa terpingkal-pingkal. Namun mereka tahan, tapi tidak dengan bocah kembar itu. Mereka sudah menyemburkan tawanya, membuat Aldo waspada dan menatap dua bocah itu dengan tatapan tajam. Namun lagi, tatapan Aldo sama sekali tidak berefect apapun pada ke duanya.

__ADS_1


Mereka tetap berani menatap Aldo dan juga tertawa melihat tingkah Aldo yang memasang badan waspada.


Pria copy Aldo mendekat, mengulurkan tangannya pada Aldo yang masih bersikap waspada di depan tubuh Jeje. Aldo menaikkan satu alisnya, mulai menormalkan ke waspadaannya. Lalu menjabat tangan pria copy dirinya itu dengan erat.


"William Kelvin." mata Aldo melotot, tunggu! Kelvin? Aldo menoleh pada Jeje, tapi Jeje bersikap biasa. Tangan Aldo yang masih di udara saat di jabat pria bernama William itu di genggam lagi oleh pria lainnya, membuat Aldo kembali fokus pada mereka.


"Roman Kelvin.".


"Marcell Kelvin.".


"Lyly Kelvin.".


"Briliant Kelvin.".


"Bisakah menurunkan badannya sedikit?" Aldo yang bingung hanya mampu mengikuti ke mauan semua orang dengan nama Kelvin yang tersemat di nama mereka.


"Jovan Kelvin dan ini Adik kembarku-".


"Ishh biarkan Aku berkenalan sendiri, Jonas Kelvin." setelah si kembar memperkenalkan diri, mereka segera memeluk kaki Aldo membuat Aldo terkejut bukan main. Apalagi saat satu kata panggilan mereka padanya.


"Dad." Aldo menegang, Dad? Aldo berkedip beberapa kali. 

__ADS_1


'Dad? Dad? Dad?' 


Aldo menggeleng, menetralkan kembali alam bawah sadarnya untuk tetap di dunia di mana Ia berpijak sekarang. Pria yang copy dirinya tiba-tiba saja membuka wajahnya dengan sebuah topeng karet dan itu menambah ke terkejutan Aldo. Sudah berapa kali Aldo terkejut malam ini? Adakah orang yang bisa menghitungnya? Atau adakah ke terkejutan Aldo yang lain nanti?.


"Kalian?" dengan suara terbata Aldo bertanya. Mereka semua menatap Jeje dan Aldo juga menatap isterinya yang hanya diam itu. Jeje tidak memeberi penjelasan akan kejutan malam ini, apa ini yang Jeje maksud dengan bukti yang akan datang? Aldo kembali menduga di saat Ia masih dalam ke adaan terkejut serta kaki yang masih di peluk oleh si kembar.


"Kalian masuklah, kita mengobrol di dalam." hanya itu yang ke luar dari bibir Jeje. Mereka mengekori Jeje, tapi tidak dengan Aldo. Kakinya berat untuk berjalan, Dahlan sama. Ia juga begitu terkejut dengan semua ini.


Jovan dan Jonas melepaskan kaki Aldo saat semua Kakaknya mengrkori Jeje masuk ke dalam mansion Aldo yang lumayan besar bagi mereka, walau tidak sebesar mansion Jeje yang ada di Russia.


Aldo berdiri di antara mereka yang duduk, Aldo melihat sekilas Jeje yang sudah di monopoli oleh dua bocah bernama Jovan dan Jonas. Aldo sama sekali belum paham dengan semua ini, adakah yang bisa menjelaskan ini? Mereka mempunyai wajah yang tidak ada ke miripannya sama sekali satu sama lainnya. Mereka terlihat dari negara yang berbeda-beda jika Aldo dapat menebaknya.


Makanan dan minuman sudah tersaji, para maid dan Dahlan juga beberapa bodyguard sudah ada di sana juga. Tinggal menunggu siapa yang akan menjelaskan ini semua. Aldo juga tidak ingin mengawali untuk bertanya, karena Ia sama sekali tidak tahu harus memulai pertanyaan dari mana dan untuk siapa dulu.


"Al, mereka semua adalah anakku." 


Aldo memijit keningnya yang terasa berdenyut, satu kalimat yang mampu membuat Aldo shock bukan main. Aldo menatap isterinya tegas meminta penjelasan lebih atas semua yang terjadi malam ini. Dan lagi kalimat itu tidak juga membuat Aldo bisa mencerna dan memproses semua ke jadian yang Ia alami dengan Jeje.


"Apa maksud semua ini Je?" Je? Jeje merasa panggilan Je dari Aldo merupakan sesuatu yang tidak baik. Biasanya pria itu akan memanggilnya dengan kata sayang, tapi apakah Aldo tidak menerima mereka? Lalu apa yang harus Jeje lakukan?.Jeje tidak tahu harus menjelaskan apa, Jeje tidak mau pembahasan yang panjang. Jeje tahu Aldo begitu terkejut akan ke datangan semua anaknya ke mansion Aldo.


Madiun, 09/07/20

__ADS_1


Jangan lupa baca cerita Author lainnya (He's My Husband) jangan lupa juga kasih Vote dan juga dukungan..



__ADS_2