Future Husband

Future Husband
Bab 28


__ADS_3

"Kenapa lo terus menghindar dari gua Rev" ujar Diandra.


"Gua belum siap berhadapan dengan lo Dra" jawab Revan.


"Gua tahu lo sengaja dekat-dekat dengan Lina untuk buat gua cemburu kan?" tanya Diandra seakan tahu niat Revan.


Revan diam sejenak, dia tidak menyalahkan perkataan Diandra. Dirinya sendiri belum yakin terhadap perasaannya pada Lina. Bisa jadi perasaan pada Lina hanya sebagai selingan saat ia masih terluka dengan perlakuan Diandra.


"Sudahlah Dra, gua butuh waktu" jawab Revan.


Mereka tidak sadar Lina sedang menguping pembicaraan mereka. Hati Lina sakit, ia mengira bahwa Revan sudah mulai membuka hati untuknya. Nyatanya Revan hanya menyukai seorang wanita, Diandra.


Tanpa ia sadari air mata menetes di pipinya. Lina berjalan tanpa semangat dan tidak tahu ingin kemana. Dia sedang tidak berminat masuk ke kelas.


"Hey, lo kenapa?" tanya Leo.


"Gua gapapa Le" ujar Lina.


"Mata lo merah tu, habis menangis?" tanya Leo.


"Nggak" jawab Lina.


"Lo bisa cerita ke gua Lin, gua bakal jadi pendengar yang baik" jawab Leo.


Lina sudah tidak dapat membendung air matanya. Dia menangis untuk kedua kalinya. Tangisannya lebih kuat dibandingkan yang tadi.

__ADS_1


Dengan ragu-ragu Leo ingin menepuk pundak Lina. Baru saja ia akan mengangkat tangannya, Lina sudah mulai menghapus air matanya. Leo tersenyum, lelaki itu mengelus rambut Lina yang lembut.


"Udah tenang?" tanya Leo.


"Lumayan" jawab Lina.


"Lo kenapa?" tanya Leo.


"Gua gapapa Le, lo gak perlu mengkhawatirkan gua" jawab Lina.


"Makasih ya udah nemenin gua tadi, gua balik ke kelas dulu" ujar Lina.


"Ayo kita barengan aja" jawab Leo.


"Lo duluan aja deh Le, gua masih ada urusan" ujar Lina.


"Kalau lobmau bolos ajak gua dong, hahaha" ujar Leo semangat.


"Gua gak mau bolos, cuma lagi sakit kepala aja" ujar Lina.


"Wah wah gua ga nyangka sang juara mau bolos juga" ejek Leo.


"Ini juga yang pertama buat gua" balas Lina.


"Haha, bisa-bisa si Revan juara satu lagi" ujar Leo.

__ADS_1


Lina semakin kelas nama Revan disebut di hadapannya. Dia sungguh patah hati dikarenakan pria itu.


"Gua gak peduli, mau dia juara satu atau nggak" jawab Lina sok cuek.


"Haha, ya sudah ayo kita bersenang-senang hari ini, terkadang kamu perlu menikmati masa muda mu" ujar Leo.


Mereka berdua segera mengambil tas mereka ke dalam kelas. Lina berpura-pura lemas dan ingin permisi pulang. Sedangkan Leo sudah terlebih memanjat pagar belakang sekolah. Leo tidak ingin mempersulit Lina, sehingga ia menyuruh Lina untuk permisi pulang saja.


"Lo mau ke mana?" tanya Revan pada Lina yang hendak membawa tasnya.


"Gua kurang enak badan" jawab Lina.


"Mau gua anterin?" tanya Revan.


"Gak perlu" balas Lina cuek.


Lina berlalu keluar kelas dengan membawa tasnya. Revan bingung dengan perubahan sifat Lina yang mendadak dingin padanya.


Lina segera diizinkan untuk pulang setelah permisi karena sakit. Ibu guru terlalu percaya pada Lina, secara dia selalu memperoleh peringkat satu.


Di luar Leo telah menunggu Lina. Leo sudah yakin Lina akan diizinkan pulang terlebih dahulu. Berbeda dengan dirinya, Leo lebih memilih memanjat pagar daripada permisi ke guru. Karena dia tidak akan diizinkan pulang, guru tidak percaya pada siswa usil dan nakal seperti dirinya.


"Maaf gua lama" ujar Lina.


"Gak masalah" balas Leo.

__ADS_1


__ADS_2