
sudah pukul 17.00 wib dan waktunya untuk pulang aku hendak membereskan barang-barangku tiba-tiba ponselku berdering Assalamualaikum Mama apa kabar? Ada apa ma? dengan senyum lebar dibibirku :-) terang saja karena mama tidak pernah mau mengangkat teleponku dan tiba-tiba menelpon ku. Tentu saja aku bertanya-tanya dan senang. Waalaikumsalam ya apa setelah kamu bekerja kamu lupa kalau kamu punya orang tua angkat yang udah besarin kamu? dimana sopan mu? apa ini yang ku ajarkan? Dasar anak tidak tahu diri! Maaf Ma Tata selalu nelpon mama tapi nggak pernah diangkat Tata juga barusan SMS kakak, Tata bilang tolong kasih tahu Mama kalau Tata transfer uang buat bantu Mama, Memangnya Kakak nggak bilang ya Ma?" Yah selama aku bekerja disini aku selalu kirim buat mama memang tak banyak tapi kiranya cukuplah buat mama, teriak Mama membuatku kaget Kau pikir uang segitu cukup buat uang sekolah untuk Reza, Dila, Dea, Raka apalagi Dila akan masuk masa prakerin itu perlu biaya, Reza sudah mau kuliah, uang pendaftarannya aja tak ada belum lagi Dea mau masuk SMA dan Raka masuk SMP Kau pikir itu nggak pakai uang? bentaknya Sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri Aku nggak mau tahu karena sekarang kau sudah kerja sebagai tante yang baik kau harus belikan mereka pakaian buat lebaran nanti juga THR untuk mereka jangan lupa untukku dan kakakmu Oh iya kau juga harus siapkan kue kue dan minuman untuk lebaran kami disini apa kau ngerti? Bukannya apa hanya saja Apa kau mau dengar kata orang nanti? eh si Tata itu udah kerja di kota B nggak pernah perhatikan orang tuanya kue aja tak ada di rumahnya apalagi belikan baju buat ponakan-ponakannya pokoknya 2 minggu mau lebaran kau harus sudah siapkan semuanya kau dengar.
tut tut tut telepon terputus, aku duduk memangku dagu lancip ku tak terasa air mataku menetes. God aku nggak pernah minta dilahirkan apa lagi dibesarkan di dalam keadaan keluarga seperti ini. kenapa tak ada yang paham akan hatiku aku juga ingin ditanya kabar bukan hanya uang ku saja dengan air mata berlinang, suara isakan tangis ku menggema di ruangan kerja aku yang kini kosong hanya ada aku dan air mataku tanpa kusadari suara tangisku dan raungan kian besar hingga Bryan yang hendak pulang menghentikan langkahnya di lorong pintu ruanganku tanpa mengetuk pintu dia sudah ada di hadapanku kamu kenapa apa kamu baik-baik aja suaranya terdengar lembut dan hangat Bryan apa salahku Yan Kenapa semua yang kusayangi memperlakukan aku begini kesalahan apa yang udah kubuat Yan apa Kelahiranku atau adanya Aku di dunia ini sebuah kesalahan Kalau iya aku akan mengakhiri kesalahan ini Yan aku nggak minta apa-apa Yan Aku hanya ingin dipeluk kita nyanyi Saat ku pulang Bagaimana harimu apa semua lancar apa salah aku ingin itu Yan Apa itu tidak bisa ku dapat aku dulu sangat disayang saat almarhum Ayah aku masih hidup Yan sangat dimanja Aku rindu saat saat itu aku mau kaya aku saja Yan aku meninggalkan mimpiku meninggalkan cintaku untuk mereka berharap mereka dapat melihat ke arahku tapi aku salah tetap selalu salah aku masih tetap menangis brand hanya memeluk ku mencoba menenangkanku aku diam sesaat dan tiba-tiba melepas pelukannya aku berdiri dan