
Setelah satu hari Lina habiskan untuk diet kecil-kecilan, kini tiba saatnya hari dimana ia akan muncul sebagai perwakilan dari kelasnya dalam ajang pencarian king and Queen. Tradisi ini merupakan bagian dari class meeting, lebih tepatnya hal yang di tunggu-tunggu dalam acara puncak class meeting.
Lina datang terlambat ke sekolah guna untuk merias diri dan berganti pakaian mengenakan gaun. Mirna sudah mengatur bagian tata rias sahabatnya itu.
Lina di rias oleh Tante Ani yang merupakan ibu dari Mirna. Ibu Mirna bekerja sebagai makeup artist atau yang lebih dikenal dengan MUA sekaligus merupakan sahabat Mama Lina.
"Aduh maaf ya ngerepotin kamu ni " ujar Mama sambil membawa cemilan untuk Tante Ani.
"Gak perlu sungkan Lidya" jawab Tante Ani.
"Ma, makeup yang bagus ya, kelas kami harus juara nih" seru Mirna yang tidak mau diam.
Tante Ani hanya tertawa melihat tingkah Mirna. Setelah hampir satu jam makeup plus berganti pakaian, Lina akhirnya selesai.
"Mirna, Tante aja yang nganterin kalian ya" ucap Mama.
__ADS_1
"Iya Lid, kamu aja yang anterin mereka, saya masih ada urusan makeup in orang kondangan" seru Tante Ani.
Mereka berdua mengangguk setuju diantar oleh Mama Lina. Sesampainya Lina di sekolah, semua mata tertuju padanya. Gadis itu sedikit risih dengan tatapan mereka.
"PD aja kali, Lo cakep banget tau" ujar Mirna pada sahabatnya.
Lina tersenyum melangkah lebih PD seperti anjuran dari Mirna. Mereka tiba di kelas dan di sambut teriakan kemenangan dari teman sekelas mereka.
"Kalau gini caranya, kelas kita bakal keluar jadi King and Queen" ujar Soraya salah satu teman sekelas mereka.
"Ehh guys, Lina dah datang belom?" terdengar teriakan dari luar seperti sedang mencari Lina.
Tak lama setelah itu Leo masuk ke kelas Lina, gadis itu sudah yakin Leo lah yang berteriak tadi. Mata Leo terus memandangi Lina. Leo melihat gadis itu dari atas hingga bawah.
Rambutnya di sanggul ala-ala Cinderella, sesuai dengan gaunnya yang berwarna biru muda. Lina mengangkat tema Cinderella dalam dandanannya.
__ADS_1
"Mata Lo hampir copot tu" ujar Mirna kepada Leo yang di ikuti suara tawa dari anak kelas.
Leo sedikit malu dan tersenyum kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelah keseluruhan lomba olahraga dan seni telah di pertandingkan, tibalah di acar puncak dari class meeting, yaitu pemilihan King and Queen.
Ada tujuh kelas yang bersedia mengikuti King and Queen, salah satunya adalah kelas Lina. Tetapi hal yang tidak disangka-sangka terjadi pada Lina. Revan maju sebagai King yang didampingi oleh Lia sebagai Queen nya.
Hatinya sakit melihat Revan berdiri berdampingan dengan Lia. Kenapa bukan dirinya, Lina hanya terdiam dan berusaha tersenyum seolah tidak ada apa-apa. Revan tersenyum kearah gadis itu dan melambai, Lina hanya membalas dengan senyuman balik.
Revan memandangi Lina sejenak, gadis itu tidak tahu makna dari pandangan lelaki itu. Selang beberapa waktu, Niko mulai berbisik pada Lina mengenai apa yang akan mereka sampaikan dan persembahkan.
"Lo bisa nyanyi nggak?" tanya Lina.
Niko hanya menggeleng dan mengatakan bahwa ia hanya bisa main gitar. Tetapi Lina tidak mempermasalahkan itu semua.
"Oke nanti Lo main gitar gua yang nyanyi" bisik Lina kepada Niko, Niko tersenyum mengiyakan usulan dari Lina.
__ADS_1