Future Husband

Future Husband
Bab 32


__ADS_3

Lina sedang memilih baju yang cocok untuk ia pakai saat berkencan. Dia ingin terlihat cantik di mata pacar tersayangnya. Lina sudah selesai mengaduk seluruh isi lemarinya, tetapi gadis itu belum menemukan pakaian yang tepat.


Setelah beberapa lama menimbang-nimbang, akhirnya Lina memilih dress berwarna pink muda dengan tangan tiga perempat. Lina memadukannya dengan kalung perak pemberian Ibunya.


Setelah bersolek begitu lama, akhirnya dandanan ala Lina pun siap. Setengah jam lagi dia akan bertemu dengan Revan di bioskop. Lina memakai gelang warna senada dengan kalungnya.


"Cantiknya anak Mama, mau ke mana?" tanya Mama.


"Lina mau nonton Ma" ujar Lina bahagia.


"Ya sudah ini Mama kasih uang saku" jawab Mama tersenyum melihat putrinya yang sudah beranjak dewasa.


"Terima kasih Ma, sayang Mama" ujar Lina.


Lina dan Revan menonton film romantis berdua. Revan membeli cemilan untuk teman nonton mereka. Entah kenapa ketika sedang menonton, wajah Leo terlintas di kepala Lina.


"Seru nggak?" tanya Revan.


"Seru banget, makasih ya" jawab Lina.


"Sama-sama Lin" ujar Revan.


Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Revan mengantarkan Lina sampai ke depan rumahnya. Lina tersenyum ke arah Revan yang membalas senyumannya.


"Makasih buat hari ini" ujar Revan.


"Terima kasih kembali" jawab Lina tersenyum.

__ADS_1


*******


Keesokan harinya Lina berangkat ke sekolah dengan lebih semangat. Tetapi ia merasa ada yang janggal hari ini.


"Apa ya yang aneh" ujar Lina.


Sesampainya di sekolah, Lina mencari Mirna. Dia ingin menceritakan segalanya kepada sahabatnya itu.


"Mir semalam gua ke bioskop bareng Revan" ujar Lina bersemangat.


"Pasangan baru, gua yang jomblo bisa apa" balas Mirna pura-pura sedih.


"Eh ada yang aneh nggak sih?" tanya Lina.


"Aneh gimana?" jawab Mirna.


"Lo gak tahu?" tanya Mirna.


"Tahu apa?" jawab Lina.


"Leo udah pergi" ujar Mirna.


"Kemana?" tanya Lina.


"Pindah bersama orangtuanya ke Amerika, kamu gak dikabari?" tanya Mirna.


Lina bergegas memeriksa handphonenya. Dia tidak membuka ponselnya. Dia melihat pesan masuk dari Leo yang mengabarkan keberangkatannya.

__ADS_1


"Ya ampun gua gak baca, semalam gua di bioskop, gimana dong Mir" ujar Lina resah.


"Tenang Lin, itu bukan salah kamu kok, lagi pula Leo terburu-buru perginya" ujar Mirna menenangkan.


"Gua belum sempat berpamitan" ujar Lina sedih.


"Sabar ya Lin" jawab Mirna.


Seharian Lina murung memikirkan kepergian Leo yang begitu tiba-tiba. Baru saja ia jadian dengan Revan, Leo sudah pergi meninggalkannya.


Lina pergi mencari Revan ke taman. Tanpa sengaja dia melihat Revan sedang berbicara dengan seorang perempuan. Lina mulai mendengar pembicaraan diantara mereka.


"Lo ngapain jadian bareng Lina, lo cuma ingin balas dendam kan ke gua?" ujar wanita itu.


Lina segera mengetahui siapa wanita itu. Suaranya tidak asing, terdengar seperti suara Diandra.


"Maksud lo apa?" tanya Revan.


"Gua tahu lo masih suka sama gua, tapi lo masih kesal dengan kejadian dulu saat gua tiba-tiba hilang dan ninggalin lo, iyakan?" tanya Diandra.


"Kalo iya kenapa?" tanya Revan marah.


Lina yang mendengar semua itu menangis tersedu-sedu. Dia tidak menyangka sampai sekarang Revan masih menyukai Diandra. Hati Lina hancur, ditambah lagi dengan kepergian Leo yang begitu mencintainya.


"Revan lo tega" ujar Lina.


Lina berlari meninggalkan taman. Dia pergi ke toilet untuk menghapus air matanya. Lina mengirimkan pesan kepada Revan yang isinya mengenai kata putus. Dia sudah tidak sanggup bertatap muka dengan Revan.

__ADS_1


__ADS_2