Future Husband

Future Husband
Bab 15


__ADS_3

Acara yang sudah di nanti-nantikan akan segera dimulai, anak-anak lain mulai mendekati panggung, berdiri dibarisan pendukung nya. Pak Trisno mulai mengucapkan kata-kata sambutan dan di lanjutkan oleh Bu Teresa dan Bu Laura, sehingga ada tiga orang juri yang akan menilai kami.


Melihat di bawah panggung sudah mulai ramai, Lina sedikit gugup dan terlihat pucat. Matanya terus menatap ke arah Mirna untuk mengurangi kegugupannya.


"Santai aja kali" bisik Niko.


Gadis itu berdiri diantara Niko dan Revan, sedangkan Lia ada disebelah kiri Revan. Lina terlihat seperti seorang wanita muda yang tengah dilindungi dua pangeran.


"Iya agak gugup nih gua" balas Lina yang meniup kedua telapak tangannya dan kemudian mengusap keduanya.


"Btw, Lo keliatan lebih cantik hari ini" ujar Revan sambil sedikit tersenyum.


Lina tidak bisa menyembunyikan pipinya yang merona dan mengalihkan pandangannya. Lagi-lagi Revan berhasil membuat jantungnya berdetak lebih cepat.


"Lo sakit Lin? gausah di paksain pulang aja gua anterin" ucap Niko setengah panik.


Lina hanya bisa geleng-geleng kepala, ia tidak sakit sama sekali. Wanita itu hanya mengalami gugup berlebih karena keberadaan pangeran yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Setelah juri selesai menjelaskan kriteria yang akan diperhatikan dalam penilaian, jantung Lina semakin berdegup kencang. Gadis itu tidak tahu apakah suaranya bisa memenangkan kontes ini.


"Baiklah, pasangan pertama yang akan menampilkan bakatnya adalah Jessie dan Rey, beri tepuk tangan yang meriah" sebut Pak Trisno.


Pasangan pertama menampilkan hal yang menarik, yaitu berdansa. Setelah mereka ada dua pasangan lagi yang maju dengan tarian dance hingga tiba giliran Revan dan Lia. Hati Lina berdebar, gila, Revan sungguh tampan mengenakan stelan jas nya pikir Lina.


"Izinkan saya di kesempatan ini menampilkan bakat bernyanyi saya dan berduet dengan Lia" ujarnya.


"Jleeb" hati Lina terasa ditusuk berkali-kali karena harus melihat Reva berdampingan dengan Lia.


"Gimana nih Lin, gamungkin kita samaan bareng mereka" ujarnya cemas.


"Gapapa Nik, yang penting Lo bagus ya nanti main gitarnya, mereka nggak pakai alat musik, jelas berbeda dengan kita" ujar Lina menenangkan.


Revan dan Lia mempersembahkan duet vokal, mereka membawakan lagu berjudul cinta yang dipopulerkan oleh Chrisye. Jujur saja, Lina menilai bukan berdasarkan ia menyukai Revan atau membenci Lia, suara Revan memang bagus dan enak di dengar, sedangkan suara Lia melenceng dari nada lagu.


Rasanya bukan hanya Lina yang berpendapat demikian, ia mulai mendengar bisikan-bisikan dari penonton yang bisa di tebak sedang membahas penampilan pasangan itu. Setelah Revan dan Lia selesai dengan penampilan mereka, acara dilanjutkan oleh dua pasangan sebelum Lina dan Niko. Salah satu dari pasangan tersebut menampilkan puisi dan satunya lagi stand up komedi yang lumayan garing.

__ADS_1


Sekarang tibalah saatnya Lina dan Niko sebagai pasangan terakhir yang akan menampilkan bakat mereka. Niko segera mengambil gitar dan mengatur tempat duduk. Lina mulai memegang mikrofon sambil mengucapkan salam pembuka.


"Saya beserta rekan saya akan membawakan lagu berjudul sempurna dari Gita Gutawa" ujar gadis itu sambil tersenyum manis menahan kegugupannya.


Niko mulai memetik gitarnya dan terdengarlah alunan suara yang indah. Suara Lina sangat cocok dengan nada yang dihasilkan oleh gitar Niko.


"Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah, kau membuat diriku akan selalu memujamu..." alunan gitar dipadukan dengan suara Lina menjadi melodi yang indah.


"Janganlah kau tinggalkan diriku, takkan mampu menghadapi semua, hanya bersamamu ku akan bisa... sempurna..." Lina tidak hanya bernyanyi tetapi menghayati setiap kalimat yang ia ucapkan.


Suara tepuk tangan terdengar sangat meriah untuk penampilan mereka, Lina bangga sebagai pasangan terakhir dapat menutup acara dengan sangat baik. Niko tersenyum sambil memberikan kedua jempol tangan nya pada Lina.


Dari kejauhan gadis itu melihat Leo yang tidak ada habis-habisnya berteriak menyebut namanya. Lina melirik sedikit ke arah Revan, mata mereka bertemu, Lina bertahan untuk tidak memalingkan wajahnya, Revan tersenyum pada Lina. Senyumannya kali ini berbeda, lebih tulus dan terlihat sangat lepas, Lina menyukainya.


••••••


"Baiklah anak-anak pasangan King and Queen harap naik kembali ke atas panggung, kami para juri akan mengumumkan hasil akhir yang hanya menyisakan satu pasangan King and Queen sesungguhnya" ujar Bu Teresa setelah mereka beristirahat selama satu jam.

__ADS_1


__ADS_2