
"Mama ke mana Nenek?" tanya Liona.
"Mama kamu sedang pergi ke minimarket" jawab Nenek Liona
"Kenapa Mama tidak ajak Liona" ujar Liona kecil cemberut.
"Tadi Liona sedang tidur sayang" jawab Nenek Liona.
Tak lama kemudian Mama Liona sudah kembali dari minimarket. Dia membawa banyak cemilan untuk Liona.
"Mamaaaaaa" ujar Liona.
"Wah putri Mama sudah bangun" ujar Lina.
"Mama kenapa pergi" ujar Liona.
"Mama terburu-buru tadi, Mama tidak tega bangunin kamu" ujar Lina.
"Ma, tadi Leo nitip salam, dia tidak sempat datang hari ini, besok dia janji akan membawa kita liburan" ujar Liona.
"Tidak masalah, kamu harus memanggilnya Mas Leo, jangan hanya namanya" ujar Mama.
"Lina geli Ma, bagaimanapun juga dia dulunya teman Lina" ujar Lina merasa lucu.
"Hmm, kamu ini" ujar Mama.
Mereka makan bersama dan menonton kartun kesukaan Liona. Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi.
"Linaaa" ujar Mirna bahagia.
"lo kapan balik dari Amerika" ujar Mirna.
__ADS_1
"Baru kemaren" jawab Lina.
"Gimana liburannya?" tanya Mirna penasaran.
"Menyenangkan, kami juga mengunjungi kampus gua dulu" ujar Lina.
"Wah lain kali kita harus liburan bareng" ujar Mirna bahagia.
"Tentu saja, hai Milea kamu cantik sekali" ujar Lina kepada putrinya Mirna.
"Halo Tante cantik" balas Milea.
"Btw lo benar-benar buat nama anak lo Milea supaya dia dapat jodoh seganteng Iqbal Ramadhan?" tanya Lina hampir tidak percaya.
"Yup, betul sekali, pemikiran yang bagus bukan" ujar Mirna.
"Udah gila lo ya Mir" balas Lina tertawa.
"Biasa, dia sibuk kerja" ujar Mirna kesal.
"Leo juga gila kerja tahu" ujar Lina jadi ikut kesal.
"Ih kalian ini gak boleh begitu, suami kalian kerja untuk memenuhi kebutuhan kalian yang banyak" ujar Mama Lina.
"Iya Tante" jawab Mirna.
"Eh Lin, lo mau dengar berita terkini nggak?" tanya Mirna seperti biasa memulai gosip.
"Apaan tuh?" tanya Lina mulai penasaran.
"Diandra udah lahiran anak kedua" ujar Mirna.
__ADS_1
"Serius?" tanya Lina.
"Iya, laki-laki, mirip seperti Revan" ujar Mirna lagi.
"Revan junior dong" tawa Lina ikut bahagia.
"Sekarang lo udah gak ada perasaan apa-apa lagi kan ke Revan?" tanya Mirna mulai serius.
"Haha, ya nggak lah, gua kan udah punya Leo" jawab Lina.
"Syukurlah, dulu gua selalu khawatir kalau lo bakal suka sama Revan seumur hidup lo" ujar Mirna.
"Kenapa Mir" tanya Lina penasaran.
"Lo ingat nggak sih, dulu lo itu wanita paling iyuh saat ngejar-ngejar Revan" ledek Mirna.
"Kurang asem lo Mir" canda Lina.
"Dari sekian banyaknya cowok yang mendekat, lo tolak semua demi Revan" ujar Mirna.
"Tapi syukurlah akhirnya lo sadar ada Leo yang selalu ada buat lo, bahkan rasa suka lo ke Revan dikalahkan oleh rasa suka Leo ke elo" ujar Mirna bahagia.
"Hmm, iya makasih sabahat gilaku, orang yang sudah menyaksikan kisah percintaan gua sejak awal hingga akhir, bahkan menyaksikan kebucinan gua yang tiada akhir hahaha" ujar Lina geli mengingat dirinya yang dulu.
"Hahaha sama-sama Lin, lo tahu kan kalo gua juga sama gilanya, makasih udah jadi sahabat baik gua" jawab Mirna mulai terharu.
Mereka berdua saling berpelukan dengan perasaan masing-masing. Persahabatan yang sudah bertahan selama tiga belas tahun lamanya tidak lekang oleh waktu
"Kita sahabat selamanya kan" ujar Mirna.
"Pasti, lo itu tidak tergantikan" jawab Lina.
__ADS_1
Mereka segera bergabung dengan putri mereka yang sudah menonton bersama. Mama Lina menjaga kedua cucunya, dia sudah menganggap putri Mirna sebagai cucunya juga.