Future Husband

Future Husband
Bab 29


__ADS_3

Lina naik ke mobil Leo dan mereka bergegas untuk kulineran. Ini merupakan usul dari Leo, kulineran merupakan pilihan terbaik dikala suasana hati sedang buruk.


"Ini cobain" ujar Leo.


"Em enak banget" ujar Lina setelah mencoba makanan tradisional yang diberikan Leo.


"Makasih ya Le, lo udah bersedia menemani gua" ujar Lina.


"Dengan senang hati princess" jawab Leo.


"Habis ini kita beli es krim ya" lanjut Lina.


"Sip deh" balas Leo bersemangat.


Setelah mereka puas kulineran, Lina mulai bingung harus apa lagi. Melihat gadis idamannya kebingungan, Leo langsung memberikan saran.


"Lo ikut gua deh ke suatu tempat" ajak Leo.


"Kemana?" tanya Lina penasaran.


"Ke tempat yang tenang, lo bisa mengeluarkan keluh kesah mu di sana" jelas Leo.


"Baiklah, ayo kita ke sana" jawab Lina bersemangat.


Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan bernyanyi bersama. Lina berusaha melupakan segala kesedihan yang dialaminya.


"Lo cantik kalo lagi senyum" puji Leo.


"Berarti gua gak cantik kalo gak senyum?" tanya Lina.

__ADS_1


"Cantik sih, tapi ketika tersenyum lebih cantik lagi" lanjut Leo.


Mereka akhirnya sampai di tempat yang dijanjikan Leo. Tempatnya tenang dan tidak berisik. Lina baru tahu ada tempat seperti ini di Jakarta.


"Wah benar-benar tenang" ujar Lina.


"Makasih Leo" lanjut Lina lagi.


"Dari tadi lo makasih terus" jawab Leo.


"Udah rileks, lepaskan kegundahan hati lo". ujar Leo.


"Kenapa cinta begitu menyakitkan ya Le?" tanya Lina.


"Kalau cinta tidak menyakiti, lo gak bakal tahu arti sebuah perjuangan Lin" jawab Leo bijak.


"Oiya?" tanya Lina.


"Wah tidak biasanya lo bijak gini" puji Lina.


"Sepertinya lo udah mulai tenang, sekarang gua boleh dong bertanya?" ujar Leo.


"Lo mau nanya apa?" tanya Lina.


"Kenapa tadi lo nangis?" ujar Leo penasaran.


"Bukan apa-apa" jawab Lina.


"Ya sudah kalau lo gak mau kasih tahu, gak masalah" jawab Leo.

__ADS_1


Keheningan diantara mereka pun terjadi. Lina ingin menceritakan segalanya pada Leo, tetapi gadis itu merasa bahwa sekarang bukan waktu yang tepat.


"Le, lo masih suka sama gua?" tanya Lina dengan tanpa basa-basi.


"Iya, tentu saja" jawab Leo spontan.


"Kenapa? jelas-jelas lo tahu kalau gua sukanya sama sepupu lo" jawab Lina.


"Kenapa lo suka sama Revan? padahal lo tahu kalau dia masih mencintai Diandra" balas Leo bertanya balik.


"Karena gua masih mau berjuang" jawab Lina.


"Gua juga begitu, walaupun lo menyukai pria lain, gua bakal selalu ada buat lo" jawab Leo.


Lina tersentuh mendengar jawaban Leo. Lelaki itu benar-benar baik dan tulus, salahnya cinta tidak dapat dipaksa.


"Makasih ya Le, sudah suka sama gua" ujar Lina.


"Terima kasih Lin, lo udah izinin gua suka sama lo" jawab Leo.


"Gua harap lo mau jadi sahabat gua" ujar Lina.


"Kalau itu yang lo mau gua bakal penuhi Lin" jawab Leo tersenyum walaupun hatinya sakit.


"Terima kasih Le" ujar Lina.


"Jangan terlalu sering berterima kasih Lin, mulai sekarang lo sahabat gua, lo bebas nyusahin gua" balas Leo dengan senyuman manisnya.


"Gua terlalu bahagia, makanya gua berterima kasih" balas Lina lagi.

__ADS_1


Mereka saling terharu satu sama lain. Langit mulai mendung, mereka memutuskan untuk pulang sebelum hujan turun.


__ADS_2