
Di sore hari, akhirnya mereka tiba di sebuah kediaman yang begitu megah dan luas. Li Xin Mei keluar dengan perasaan gembira. Dia langsung melompat dan memandang sekitarnya.
Di sana ada gerbang besar, lalu di dalamnya ada rumah yang indah, kolam teratai yang sangat indah dan luas. Ada jembatan panjang di sana, yang menghubungkan kediaman itu.
Setelah mengamatinya, ekspresinya berubah takut. Dia mengingat, bagaimana daging-daging manusia yang tersebar seperti makanan burung gagak dan sangat tidak manusiawi dan sungguh mengerikan di jalanan. Itu adalah pengalaman terburuk yang pernah dia lihat.
Lu yingtao sudah memperingatkan untuk tidak menengok ke luar setelah mendengar suara yang mendesing seperti itu, namun, dia tidak mempedulikannya. Kini adegan yang mengerikan itu terngiang-ngiang di kepalanya.
Tidak mau mengingat itu, dia bertanya kepada Lu yingtao, “Bibi, kita berada di mana?”
“kita sudah sampai di rumah kita. Nona cantik bisa melakukan apa pun di sini.”
“Aku sudah duga, bibi memang seorang bangsawan.” Setelah mengatakan itu, Li Xin Mei pergi dari sana dan menikmati keindahan kediaman yang megah itu.
“Kakak, kenapa kau berbohong?” jing heihai bertanya setelah menghampiri Lu yingtao.
“Kau harus memiliki pikiran yang cerdas untuk menaklukkan musuh.” Setelah mengatakan itu, Lu yingtao bergegas mendekati pria kusir dan memberikannya upah. Mereka bercakap-cakap sebentar sebelum akhirnya pria itu pergi dari sana.
Xin Mei sangat menyukai rumah itu, dia langsung mandi di halaman rumah, tidak peduli apa yang di bicarakan orang-orang terhadap dirinya. Para pelayan yang melihatnya membicarakannya dan mengejek karena tidak tahu malu. Para pria penjaga yang ada juga seperti itu, namun tentu saja mereka sangat menyukainya dan diam-diam memandang xin mei yang cantik jelita itu.
Jing heihai dan Lu yingtao menatapnya dari koridor atas. Lu yingtao memperlihatkan senyuman ketika melihat adegan itu, sementara jing heihai terlihat jijik dan bertanya-tanya bagaimana orang tuanya mendidik Xin mei hingga menjadi gadis tidak tahu malu seperti itu.
“Bagaimana penilaianmu dengan gadis itu?” Lu yingtao bertanya kepada Jing heihai dan menyangga kedua tangannya di kayu pembatas.
“Baru aku lihat, dia adalah gadis yang tidak tahu malu, naif dan terlalu takut. Aku heran, mengapa kakak menerimanya. Kenapa kita tidak cari saja gadis yang lebih baik darinya. Seorang gadis cantik sepertinya pasti ada lagi di dunia ini, mungkin akan lebih baik darinya.”
“Alasannya sederhana: aku tidak mau kehilangan kesempatan bertemu dengannya. Jika aku mencari gadis yang lain, belum tentu sebodoh dia dan belum tentu secantik dia. Dan kelebihannya, gadis itu tidak jauh dari tempat kita. Biaya yang di perlukan juga akan lebih sedikit.”
__ADS_1
“Kita bisa menyuruh orang untuk mencari seorang gadis. Jika dia tidak mau, nyawanya saja kita cabut, itu akan lebih mudah.”
“Kau pikir, setelah dia menerima dengan paksa akan menjalani tugasnya dengan baik? Tidak akan mungkin, paling tidak jika dia tidak lari, dia akan bersembunyi.”
“kakak benar juga, tidak ada gunanya membicarakan hal yang sudah terjadi. Jika pria tua itu tidak mau dengannya, aku akan berdiri di depan kakak dan membela kakak sampai mati.”
“Tidak akan berani menolaknya. Malahan pria mesum itu akan menerimanya dengan lapang dada. Siapa yang tidak akan tergoda melihat tubuhnya yang bercahaya dan putih tersebut. Selain itu, aku akan mendandaninya hingga sangat cantik seperti permaisuri. Siapapun yang melihatnya akan menetes air liur detik itu juga.”
Detik mereka berbicara, Li Xin Mei sudah keluar dari kolam. Dia dengan lembut menutupi tubuhnya dengan kain putih dan mulai memakai baju. Dia terlihat sangat indah dan cantik ketika melakukannya.
Di sekitarnya tidak ada siapapun, karena Li Xin Mei adalah gadis yang di bawa majikannya. Namun di dalam, para pelayan laki-laki berusaha melihatnya.
Setelah selesai mengganti pakaiannya dia masuk dengan santai, seolah itu adalah rumahnya.
Di malam harinya, Li Xin Mei makan bersama lu yingtao dan jing heihai. Makanan-makanan yang di hidangkan sangat enak dan bergizi. Dia tanpa berpikir panjang langsung makan semuanya.
Lu yingtao hanya tersenyum tipis melihatnya, sementara jing heihai memandangnya tidak suka dan menganggap Xin mei terlalu kekanak-kanakan.
Awalnya dia sungguh sulit, Akan tetapi dengan bantuan lu yingtao yang baik hati, yang sulit itu lebih mudah dan menyenangkan. Dan dia juga menyukai bagaimana Lu yingtao mengajarinya.
“Meski ini sulit, ketika aku bersama bibi, aku merasa bebannya lebih ringan dari sebelumnya. Aku menyukai bibi,” katanya ceria ketika belajar.
Hari-hari yang dia lewati sangat baik. Dia kembali menjadi gadis yang ceria seperti gadis lainnya. Dia tidak lagi mencuri dan mandi di kolam setelah berada di bawah bimbingan Lu yingtao. Dia merasa mendapat keluarga yang baru dan sangat menyayanginya.
Selain itu, tubuhnya lebih tampak sehat dan sangat indah. Kulitnya tampak lebih bercahaya dan putih. Terlebih lagi, wajahnya, sungguh mempesona.
Namun, detik ini juga, dia akan pergi untuk kehidupan yang baru. Jika dia bisa, dia ingin bersama Lu yingtao yang baik dan jing heihai yang menjengkelkan namun tidak pernah kasar. Akan tetapi, dia harus pergi. Katanya, “Nona cantik akan hidup bahagia di sana. Nona cantik akan mendapatkan kebahagiaan dan perlindungan.
__ADS_1
Jika bibi bisa melindungi nona cantik, bibi ingin sekali nona cantik berada di sini untuk selamanya. Pria itu sudah mendekat dan mulai mengancam kami, bibi tidak punya pilihan lain.”
Oleh karena itu, dia merelakan semua kebahagiaan yang telah satu bulan dia raih. Kedua air matanya menetes dan tidak bisa di bendung lagi. Kerongkongannya terasa ada sesuatu yang mengganjal, namun tidak bisa dia keluarkan.
Meski dia tidak ingin menangis dan pergi dengan bahagia, akan tetapi, dia tidak bisa melakukannya. Sepanjang pagi, dia menangis dan berusaha menyembunyikannya.
Sebelum pergi, dia memeluk lu yingtao dengan erat dengan iringan tangisan. “bibi, kau adalah ibu keduaku, aku tidak akan melupakanmu. Kelak nanti, jika pria itu melakukan sesuatu kepada bibi, aku akan datang sendiri membunuhnya. Aku tidak akan membiarkannya hidup tenang meski bibi hanya luka sedikit.”
“bibi sungguh senang mendengarnya. Nona cantik juga jaga kesehatan dan hidup bahagia di sana. Jika ada orang yang mencelakai nona cantik, bibi akan mencarinya. Bibi akan memotong tangannya jika tangannya di gunakan untuk mencelakakan nona cantik. Akan memotong kakinya jika di gunakan untuk menendang. Juga akan mencungkil dan merobek bibirnya jika di gunakan untuk menatap dan membicarakan aneh-aneh kepada nona cantik.”
Dia kemudian mendekati jing heihai yang acuh tak acuh menatapnya.
Dengan lembut dia berkata, “kakak jing, maaf jika aku telah membuat kakak jengkel dan kesal selama ini. Aku pergi dulu.”
Jing heihai hanya mengangguk. Dia terlihat tidak terlalu mempedulikannya. Namun dia yakin, jing heihai sedih setelah dia pergi.
Dengan han fu merah yang indah, akhirnya dia memasuki kereta kuda yang telah di persiapkan. Sebelum masuk, dia memandang keluar dan kemudian masuk. Pengalaman-pengalaman bersama dua orang yang di kenalnya dalam satu bulan sangat menyenangkan.
Lu yingtao mendekati pria kusir.
“Jika kau macam-macam dengannya, aku akan membunuhmu.”
“Macam-macam dengannya? Bagaimana aku bisa melakukan itu terhadapnya. Aku akan terancam mati jika melakukannya,” jawab pria yang memakai topi capil itu.
“baguslah jika kau sadar.”
Maka berangkatlah kereta kuda...
__ADS_1
Ketika tidak jauh dari rumah Li yingtao, dia mengulurkan tubuhnya, menatap Li yingtao dan jing heihai dari jauh dan tersenyum sambil melambaikan tangan.
Meski sulit, dia tidak punya pilihan. Mengusap air matanya dan kembali masuk ke dalam.