Gadis Bordil

Gadis Bordil
chapter 33.2 : penyelidikan pembunuhan


__ADS_3

Saat Tang Li berbalik, seorang pemuda dan beberapa prajurit bersamanya datang menghampiri mereka. Dia tersenyum agak memaksa.


“Ah, kau lagi.” Xin Mei tersenyum dan turun menghampirinya.


“Xin Mei, siapa dia?”. Tanya pemuda itu sembari menatap Tang Li dan melayangkan dendam.


“Bukan siapa-siapa. Hanya orang yang sangat aku benci. Ayo kita pergi! Akan aku ingin membeli manisan sekarang.” Xin Mei menarik tangan pemuda itu dan mengajaknya pergi, seolah tidak menganggap Tang Li berada di sekitarnya.


Tang Li kemudian berjalan pergi dari sana tanpa mempedulikan apa yang terjadi. Dia merasa, Xin Mei sudah jatuh cinta dengan pemuda itu. Dia harus pergi dan membiarkannya menikmati hari dengan indah.


......................


Bulan purnama terbentuk indah di langit, membuat cahaya putihnya membasuh semua yang ada di bumi. Pantulannya sangat sempurna dan jelas terlihat di dasar danau.


Seseorang wanita berlari membelah angin di gang pasar sempit. Wajahnya terlihat sangat ketakutan, dan berlari dengan sekuat tenaga. Sesekali dia memandang ke belakang yang tidak ada apa-apa. Namun setelah melihatnya beberapa kali, dia tiba-tiba melihat seseorang berpakaian hitam berdiri di depannya.


Orang itu memakai pakaian hitam, semuanya hitam, tidak di ketahui apakah dia laki-laki atau perempuan. Di tangannya pedang putih panjang dia pegang erat-erat yang memantulkan cahaya bulan.


Wanita itu langsung berbalik arah dengan rasa takut yang tinggi. Tetapi, tiba-tiba terdengar suara mendesing yang sangat cepat.


Dia merasakan ada sesuatu yang menusuknya dari belakang. Dia ingin melihat apa yang menusuknya, tetapi dia tiba-tiba ambruk dan darah segar mengalir dari lubang yang terbentuk di perutnya.


Tidak ada perubahan ekspresi di wajah orang itu ketika menatap korbannya sudah mati. Dalam sekejap mata, dia hilang tanpa jejak.


......................


Di pagi harinya para penduduk mengitari mayat wanita itu. Tetapi sangat berbeda dari yang kemarin. Wajah wanita itu membiru dan pucat pasi, darah yang keluar berwarna hitam gelap, kedua pupil matanya terbuka lebar dan menunjukkan ekspresi aneh yang sangat menyeramkan.


Para penduduk berdiskusi jika orang yang terbunuh itu karena racun yang aneh, bukan dari pembunuh yang selalu terjadi baru-baru ini.


Biasanya, penduduk akan menemukan jika mayat yang di bunuh akan di rampok dan di bunuh dengan wajar, tetapi yang mereka lihat di pagi hari ini sangat berbeda dari biasanya, membuat mereka menduga-duga jika pembunuhan yang terjadi di sebabkan oleh orang lain.


Mereka menjadi semakin takut dan waspada setelah menyaksikannya.


Dalam kebisingan dan kekhawatiran para orang-orang, tiba-tiba saja kerumunan itu terbelah, memberikan pangeran dan orang-orangnya melihat.

__ADS_1


Ketika pangeran melihat mayat wanita itu, dia menjadi semakin penasaran dan ingin mengungkapkan siapa dalang di balik ini semua. Selain terlihat sangat buruk, mayat ini tercium bau aneh yang sedikit menyengat.


Pangeran kemudian memerintahkan dua orang bawahannya untuk membawa mayat perempuan itu untuk di selidiki.


Ketika dua orang mulai melakukan tugasnya, tiba-tiba seseorang menghentikan mereka berdua.


“Yang mulia pangeran, ijinkan saya memeriksanya sebentar sebelum anda melakukannya.”


Orang yang menghentikan mereka tidak lain adalah orang-orang Tang Li yang di perintahkan untuk menyelidiki kasus pembunuhan. Orang ini salah satu darinya yang bernama Ping Rushui.


Ping Rushui kemudian berjalan tanpa menunggu jawaban, tetapi tidak ada satu pun di antara prajurit yang mencoba menghentikannya atau pun berusaha membawa mayat itu. Mereka hanya diam di tempat, bahkan pangeran dan orang-orangnya membiarkan dia melakukan apa yang di inginkannya.


Bukan tanpa sebab, orang-orang membiarkannya melangkah maju. Dia adalah salah satu Kesatria berbakat yang berasal dari desa dan merupakan orang yang sangat di hormati di desa. Selama dia berada di desa, dia selalu melakukan kebaikan-kebaikan dan menumpas kejahatan, yang membuatnya sangat di percaya.


Pangeran pun juga berpikir seperti itu, dia hanya mendengar nama dan rupanya saja dari beberapa orang. Ternyata apa yang dikatakan orang-orang ada benarnya. Orang yang di kirim Tang Li sangat misterius dan mengeluarkan aura menyegarkan yang tinggi, membuat orang lain sangat nyaman berada di sisinya.


Ping Rushui kemudian berjongkok dan memandang darah hitam di tanah. Dalam sekejap dia memahami apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi, dia kesulitan mengidentifikasi, apakah pembunuh dan perampokan yang terjadi beberapa bulan ini di sebabkan oleh orang yang sama.


Sebab, lubang pedang yang ada di perut wanita itu sangat kasar dan tidak memiliki ilmu berpedang sedikit pun. Namun, dia tidak buru-buru menyimpulkan apa yang ada di pikirannya.


Dia tidak berani mengambil kesimpulan lagi. Dia kemudian berdiri dan menatap orang-orang yang ada di sekitarnya. Dengan suara lantang dia mengumumkan, “adakah di antara kalian yang mengenal wanita ini?”


Semua saling bertanya-tanya dan menggelengkan kepalanya.


“Apakah ada?”


Lagi-lagi semua orang menggelengkan pelan dan mengucapkan tidak mengenalnya.


Dia menjadi kecewa dan berjalan mendekati pangeran mahkota.


“Maaf, mengganggu kegiatanmu pangeran.” Dia memberi hormat. “silakan, anda bisa melakukan apa pun dengan mayat itu.”


Pangeran mengangguk dan memerintahkan dua orang tadi untuk melakukan tugasnya.


“Apakah kau menemukan sesuatu?”

__ADS_1


Dia menggeleng pasrah, kemudian memberi hormat dan pergi.


......................


Kenapa aku sangat mengenal rumah ini, di mana aku mengenalnya?


Xin Mei berdiri di depan rumah yang sangat megah dua lantai dengan kain-kain merah yang menghiasi setiap sisi rumah. Dia merasa sangat mengenal tempat ini, tetapi tidak tahu di mana dia melihatnya selain tempat ini.


Rumah itu memiliki kesan yang familiar dan menyakitkan di dalam hatinya. Perasaan aneh ini membuatnya tidak tenang. Keringat mulai mengalir deras di pelipisnya. Bibirnya mulai bergetar tidak karuan. Perlahan-lahan dia melihat sekitarnya mulai berwarna merah dan tidak ada yang lain selain warna merah dan bangunan itu. Aura hitam mulai muncul dan bisikan demi bisikan terdengar memanggilnya untuk masuk.


Dia tanpa sadar berteriak dan menutup kedua telinganya. Tetapi bisikan-bisikan itu semakin keras dan aura itu semakin mendekatinya. Mendekat, mendekat, sangat dekat.


......................


“Gadis nakal, apa yang kau lakukan di sini?” tiba-tiba xin Mei menjadi sadar dan menatap orang yang telah menepuknya.


“Paman, kenapa kau bisa berada di sini?”


Orang yang menepuk Xin Mei adalah penjual bola yang membuatnya kesal satu hari sebelumnya. Dia sekarang berdiri di samping sambil menatap ke arah rumah megah di depannya.


Orang ini memiliki tubuh yang gagah dengan wajah yang di penuhi kumis yang sangar dan rambut di ikat satu. Orang-orang pasti menduga dia ahli dalam bela diri, tetapi faktanya dia mengatakan memiliki tubuh seperti sekarang karena selalu berolahraga demi menjaga tubuhnya.


“Apa yang kau lakukan di sini?” pria itu tidak menjawab Xin Mei tetapi malah bertanya tentang itu.


“Aku hanya jalan-jalan.”


Pria itu tidak lanjut bertanya; dia melangkah pergi menuju ke dalam rumah.


“hey, Paman aku ikut.” Xin Mei mengejarnya.


Setelah Xin Mei dan pria itu masuk dua sosok kemudian muncul di tempat sebelumnya mereka berdiri.


“Apakah kita ikut campur dalam plot hari ini?”


“Kita tidak akan mencampurinya.”

__ADS_1


Kemudian mereka menghilang.


__ADS_2