Gadis Bordil

Gadis Bordil
Chapter 48 : dia menikmati kesedihan dengan senyum


__ADS_3

Jia Hu kecewa. Tapi dia memandang Xin Mei dan tersenyum. “Jangan terlalu memikirkannya, nanti kau akan menyesal.”


Xin Mei mengangguk.


Jia Hu kemudian berdiri dan berjalan pergi. Ketika itu, dia melihat Tang Li berjalan-jalan menikmati suasana di bawah pohon dan memandang setiap jengkal ranting-ranting di atas sana.


Jia Hu tahu, Tang Li telah mengenang masa lalunya bersama Jia Jia, gadis yang pertama dia cintai dan membawa angin segar.


Dia berjalan dan duduk di sampingnya. “kakak, apakah kau akan mengirim dia ke rumah bordil?”


Jia Hu telah mengetahui rencana Tang Li untuk mengirim gadis itu ke rumah bordil. Tapi dia yakin, Tang Li tidak benar-benar akan melakukannya. Pria itu telah jatuh cinta, namun tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini. Apakah dia menyukainya atau tidak.


“Aku akan tetap membawanya ke sana. Tidak ada alasan untukku untuk menyelamatkannya.”


“Kau sudah mengatakan menyukainya.”


“Kau salah. Aku tidak benar-benar menyukainya.”


“Apakah itu benar?”


Jia Hu bertanya serius. Dia tidak yakin dan percaya dengan apa yang di katakan Tang Li. Bagaimana mungkin pria itu tidak punya perasaan kepada gadis yang telah di temaninya selama beberapa hari di ranjang. Dan bagaimana mungkin, mereka saling memegang tangan, dan Xin Mei terus menginginkan kehadirannya.


Mendengar ucapan Tang Li, dia sungguh bingung dengan apa yang terjadi.


Mereka yang sebelumnya saling mencintai, entah mengapa tiba-tiba dalam waktu semalam saja telah menjadi dingin, dan anehnya lagi, Xin Mei yang masih sedikit sakit memutuskan bangun di pagi hari sekali.


Pasti ada sesuatu yang telah terjadi di malam hari sebelumnya, yang tidak dia ketahui.


“Iya, itu benar.”


Jia Hu tidak lanjut bertanya lagi. Dia kemudian masuk ke dalam rumah dan melakukan kegiatan rutinitasnya.


Selama satu hari itu, baik Xin Mei ataupun Tang Li tidak berbicara sama sekali, seolah mereka telah bertengkar sebelumnya.


Xin Mei yang senang tiasa gembira mendadak terdiam dan menikmati setiap momen dengan diam. Tang Li berjalan-jalan melintasi halaman di mana dia sering berada di sana ketika Jia Jia masih hidup.

__ADS_1


Dia mengingat kenangannya dan menghela nafas, kemudian pergi ke tempat lainnya lagi.


Sepanjang hari itu hanya ada kebisuan.


......................


Ketika di malam hari, Xin Mei duduk di pandang rumput menikmati keindahan alam. Wajah mungil nan cantik itu sedikit berkurang, bukan karena sakit, melainkan dia telah di tolak mentah-mentah oleh seseorang yang di cintainya dan dia mengatakan tidak akan pernah bersamanya, kemudian menyuruhnya untuk menjauh.


Dia tidak tahu apa yang menyebabkannya seperti itu. Biasanya dia hanya sedikit berbicara dan tidak memiliki sikap aneh yang telah di ungkapkan dua hari sebelumnya.


Xin menghampiri Tang Li ketika itu. Dia duduk di sampingnya dan bertanya, “Apakah kita akan selalu bersama?”


Tang Li dengan nada dingin menjawab, “Tidak. Dari awal kita tidak akan pernah bersama. Aku tidak pernah menginginkanmu. Semua yang aku lakukan hanya demi keadilan orang tuaku.”


“Orang tuamu telah mengembangkan kekuatan gelap, ayah dan ibuku yang telah membunuhnya demi keselamatan dunia.”


“Aku sudah mengetahuinya sejak kecil, tapi tetap saja, kau adalah anak dari musuhku, dan musuh harus di perlakukan dengan kasar. Dan mereka tetap orang tuaku.”


“Mengapa kau memperlakukan diriku dengan lebih baik?”


Xin Mei tidak percaya dengan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya, tapi entah mengapa kata-kata itu sangat menusuknya.


Tang Li kemudian berdiri. “Kita hidup di dunia berbeda, dan akan selalu seperti itu.”


Dia kemudian meninggalkan Xin Mei sendiri.


Dia tidak tahu mengapa sikap Tang Li berubah drastis seperti itu. Dia merasa aura yang lebih dingin menyelimuti tubuhnya.


‘Mungkin apa yang di katakan sosok putih itu benar adanya, dia pada akhirnya akan mengecewakanku dan meninggalkanku sama seperti apa yang aku lihat.’


Dia tersenyum dalam kesedihan, dia menikmati kesedihan dengan senyum. Dia juga begitu bodoh harus menyukai pria itu, yang seharusnya tidak dia sukai. Dengan keputusan Tang Li, dia mungkin akan menghindari masalah.


Namun, apakah dia akan menerima takdirnya sebagai gadis bordil?


Dia menghela nafas memikirkannya. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk sekarang.

__ADS_1


“ikuti saja tanpa melibatkan perasaan.”


Dia kemudian berdiri dan pergi dari sana, masuk ke dalam rumah dan akhirnya tertidur.


......................


Tang Li telah memandang gadis yang telah bersamanya beberapa bulan ini. Kenang demi kenangan telah menumpuk di dalam hatinya. Tapi dia tidak yakin, apakah benar-benar menyukainya dan melindunginya atau hanya dia memang hanya merasa kasihan.


Tapi, semua itu tidaklah penting. Musuh-musuhnya terlalu banyak dan dia telah meramalkan masa depannya, bahwa dia akan mati. Meski dia telah memiliki kultivasi yang sangat tinggi, dia bukan berarti tidak dapat di kalahkan.


Dia selalu percaya dengan apa yang di rasakannya, di tambah lagi, sebelumnya telah terkirim surat untuknya, yang berisi tantangan dari musuh-musuhnya.


Dia telah menyebar kebencian dan mungkin dengan tidak melibatkan Xin Mei, semuanya akan berhenti. Tidak ada lagi dendam antara dirinya dan orang lain, jika menerima undangan itu.


Dalam beberapa hari, dia akan pergi untuk menerima tantangan itu dan dia tidak tahu, apakah itu hari terakhirnya atau masa depan yang baru akan tiba.


Dia kemudian masuk ke dalam kamar di mana gadis yang telah bersamanya. Dia hanya memandang dari jauh.


Ketika melihatnya tertidur, dia merasa tenang, kemudian pergi dari sana.


Jia Hu telah mengamati apa yang telah terjadi, dia telah mengetahui semuanya dari Xin Mei. Namun, Dia tidak tahu apa yang menyebabkan Tang Li berkata seperti itu. Dia ingat sekali, Tang Li menyukai gadis itu, tapi entah mengapa berubah pikiran.


Dia sepertinya harus menyelidikinya lebih lanjut.


......................


Matahari dengan cepat naik dan selalu cepat juga turun. Xin Mei telah duduk dalam waktu yang lama di atas rumput. Dia tersenyum memandangi langit, kemudian bertanya, “Apakah merupakan keputusan yang terbaik untuk saat ini?”


“Itu adalah keputusan yang terbaik. Pria itu tidak layak untukmu.” Seseorang gadis kecil berpakaian biru telah duduk di sampingnya.


Dia adalah roh yang hanya bisa Xin Mei lihat dan katanya adalah seorang yang akan membuat hidupnya lebih baik.


“Apakah kau yakin?”


“Aku benar-benar yakin.”

__ADS_1


Xin Mei mendesah. “Sepertinya aku harus meninggalkannya.”


__ADS_2