
Semua orang yang ada di dalam keluar berhamburan. Mereka menatap takut pada sosok Tang Li yang kini seperti dewa kematian. Kedua matanya terlihat gelap, namun sangat tajam. Ketika dia berjalan mendekati kumpulan orang-orang, serpihan-serpihan kayu gerbang tercabik-cabik seperti ada pedang yang tajam dan tidak terlihat memotongnya dengan cepat.
Lu yingtao dan jing heihai datang dari kerumunan orang-orang. Ketika jing heihai melihat gerbang hancur, kemudian merasakan aura yang mencekam dan menatap mata Tang Li, kedua matanya bergetar. Dia tanpa sadar melangkah mundur. Ketika ingin melangkah lagi, Lu yingtao menepuk pundaknya. “dia belum tentu datang membunuh kita.”
Jing heihai terkejut, kemudian ragu-ragu mengangguk. Rasa takut yang tidak terlukiskan muncul dalam benaknya. Ketika dia melangkah mundur, dalam benaknya, dia melihat pedang besar yang sangat tajam dengan aura merah darah keluar dari bilahnya. Jiwanya seolah-olah di tarik oleh pedang itu. Dia tidak berani menatap kedua mata Tang Li lagi.
“selamat siang tuan, apakah yang membuat tuan datang kemari dan menghancurkan gerbang rumah kami.” Dalam tatapan dan aura mencekam dari Tang Li, Lu yingtao berusaha tetap tenang.
“Di mana dia?” tanya Tang Li dingin.
Lu yingtao diam sejenak lalu menjawab, “apakah yang tuan maksud gadis itu?”
Tang Li mengangguk pelan.
“dia sudah pergi dari sini. Jika tuan ingin mencarinya, aku bisa memberikan sebuah peta.” Lu yingtao mengeluarkan sebuah gulungan. Dia selalu menyimpannya di sana.
Dalam sekejap gulungan itu muncul di genggaman Tang Li. Semua orang terkejut melihatnya, namun tidak ada satu pun yang berkomentar.
Tang Li membukanya. “Jika kau berbohong, aku akan membunuhmu.” Dia menggulungnya kembali dan pergi dari sana.
“Aku tidak berbohong tuan.”
Setelah Tang Li pergi, keributan pun pecah. Mereka membicarakan siapa orang yang memiliki ilmu tinggi seperti itu. Bagaimana jadinya jika orang itu berniat membunuh mereka.
“Kakak, siapa orang itu?”
“dia pemilik gadis itu.”
Mendengar itu, jing heihai terkejut dan berkata, “bagaimana kakak bisa mengetahuinya? Kenapa dia baru datang mencarinya, dan kenapa dia hanya mencari peta itu saja?”
“karena dia membenci gadis itu. Aku tidak tahu mengapa dia mencarinya kembali. Ayo kita masuk, tidak perlu di pertanyakan lagi.”
Lu yingtao berbalik ketika berkata seperti itu.
......................
__ADS_1
Kita tidak akan terpisahkan, meski badai mengaliri negeri ini; meski lautan api memisahkan kita. Kita akan selalu bersama-sama. Tidak akan terpisahkan lagi....
Begitu janjinya ketika bertemu dengan sosok yang di cintainya. Dia berusaha bersamanya. Meski hujan, panas, angin, dia ingin tetap bersamanya. Namun, takdir berkata lain. Orang tua pemuda itu tidak merestuinya dan menganggapnya gadis rendahan.
Memangnya kenapa jika aku gadis bordil? Memangnya kenapa jika aku melayani banyak pria? Semua itu bukan kehendakku, aku di paksa melakukan itu, kalian tidak mengalami bagaimana rasanya tidak punya pilihan, bagaimana rasanya di jual oleh orang tua karena terlilit utang, bagaimana rasanya mendapatkan siksaan dan hinaan sepanjang hari dan malam. Kalian terlalu kejam kepadaku, kalian hanya mementingkan reputasi. Aku membenci kalian, aku sangat membenci kalian!
Dia tidak pernah menghinaku, dia tidak pernah merendahkan diriku, dan mengejekku karena telah menjadi gadis murahan. Sebaliknya, dia mencintaiku, memberikanku semangat dan berusaha melepaskan cap gadis pelacur dari tubuhku.
“Setelah kau bebas, kita akan menikah...” katanya untuk memberiku semangat dan berjuang hingga akhir.
Namun, ketika aku bebas, dia pergi, meninggalkanku. Tanpa sepengetahuanku, dia di nikahkan dengan gadis lain.
“maaf, aku tidak punya pilihan lain. Maafkan aku, aku tidak bisa memenuhi kata-kataku, maaf....”
Tubuhnya hancur lebur dan berada di kekosongan.
Dia pergi ke atas lembah, menatap Kematian dari lembah itu, kemudian menatap harapan dari bintang-bintang dan bulan yang bersinar terang.
“kembalilah bersamaku. Meski kau menjadi kedua, aku akan selalu bersamamu... Kembalilah....”
Dia akhirnya menjatuhkan dirinya dalam lembah, menghadap kematian yang di rindukannya.
Pria yang mencintainya turut melompat, ingin menggapai tubuhnya.
“pergilah.... Kenapa kau ikut melompat... Aku membencimu, aku tidak akan pernah menyukaimu lagi. Pergilah....” dia kemudian memejamkan matanya. Sejenak kemudian, dia mendapatkan rasa hangat dan nyaman.
“Aku akan selalu bersamamu.”
......................
Siapa aku sebenarnya? Mengapa aku bermimpi seperti itu. Siapa pria yang memelukku? Kenapa aku bermimpi seperti itu.... Itu bukan diriku. Aku tidak mengenal mereka berdua...
Li Xin Mei berada di lorong rumah, menikmati pemandangan di sore hari seraya memikirkan mimpi aneh yang muncul ketika dia tidur di siang hari.
“Ada apa denganmu?”
__ADS_1
“T-tidak ada.”
Wanita itu mengangguk, kemudian duduk di samping Li Xin Mei.
“Ceritakan, bagaimana pengalaman hidupmu.”
“lupakan tentang pengalaman hidup, hidupku sudah hancur ketika aku masih kecil. Jika aku menceritakannya kepada bibi, itu sangat menyakiti hatiku. Aku tidak mau menceritakannya lagi. Aku tidak mau mengenangnya lagi. Biarkan semuanya berada di dalam alam bawa sadarku.” Meski dia berkata seperti itu, dia sudah mengingat bagaimana kehidupannya. Mulai dari di asingkan, di nikahkan, bertemu pria biadab itu, hingga dia berakhir seperti ini.
Wanita itu mengerti. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan. Dia sudah mengetahui berbagai wanita yang datang ke dalam rumah ini. Mereka rata-rata tidak mau menceritakan pengalaman hidupnya. Berbagai alasan, mereka ungkapkan, yang tentu saja sangat menyedihkan. Seperti : aku membencinya, tidak ada hal baik yang aku bisa ceritakan, aku muak dengan itu, semuanya tidak ada yang baik, dan lain-lain.
Wanita itu mengangkat tangannya, kemudian mengelus-elus rambut Li xin mei, kemudian menariknya untuk bersandar di dadanya. Li Xin Mei tidak menolaknya, dia sangat membutuhkannya saat ini. Dia memerlukan sandaran yang kokoh seperti lu yingtao dan ibunya. Dia sungguh rapuh.
“kamu merasa tenang?”
Li Xin Mei mengangguk pelan, dan berkata, “Aku tidak tahu, mengapa semua wanita yang aku temui baru-baru ini memiliki sikap kasih sayang yang tinggi. Apakah mereka semua begitu karena mempunyai anak? Atau... Mereka semua memang memiliki kasih sayang seperti itu? Atau.... Mereka semua memang di ajarkan untuk seperti itu ketika mereka masih kecil, karena akan memiliki seorang anak? Aku tidak tahu mana yang benar, tetapi aku sangat menyukai ketika bertemu dengan wanita seperti itu. Aku menyukainya, sangat, aku sangat menyukainya. Mereka seperti ibuku, aku melihat ibuku berada di sampingku saat aku bersandar di pangkuan wanita lain. Aku merasa sangat dekat dengan ibuku. Tidak ada kebahagiaan lain yang aku miliki selain hal itu lagi.”
“jika aku memang di takdirkan akan berakhir seperti ini, aku akan menerimanya. Tapi, asalkan aku bisa bersama bibi yang baik hati ini.”
“Bibi... apakah aku terlahir hanya untuk menderita? Apakah tidak akan ada langit biru dan cahaya matahari yang akan menerangkan kehidupanku?”
“Ada, semua itu akan ada. Apa kau sangat menginginkannya?”
“iya. Aku sangat menginginkannya...” ketika dia berkata seperti itu, dia sudah memejamkan matanya, dan melembutkan nadanya.
Wanita itu masih mengusap-usap rambut dan kepalanya dengan lembut. Li Xin Mei mendapatkan ketenangan dan kenyamanan di saat-saat seperti ini.
“Bibi... Aku mendapatkan sebuah mimpi aneh, apakah bibi bisa mencarikan jawabannya untukku?”
“bila aku mengetahuinya.”
“aku bermimpi, aku menjadi seorang gadis bordil. Aku mencintai Seorang pemuda, tetapi, kami tidak berakhir di pernikahan. Kedua orang tuanya merendahkanku dan mengejekku. Pemuda itu di nikahkan dengan gadis lain. Aku menjadi sakit hati dan melakukan bunuh diri. Aku tidak mengetahui bagaimana wajah pemuda itu. Bibi, apakah itu adalah masa depan yang akan aku alami? Tapi... Kenapa aku merasa mengingat di mimpi itu bahwa aku di jual oleh kedua orang tuaku, dan berakhir seperti itu. Aku merasa itu seperti kisah kehidupan yang lengkap. Namun saat aku bangun, aku melupakan semuanya, dan mengingat sedikit dari itu. Coba bibi pikirkan?”
Wanita itu terdiam beberapa saat, lalu menjawab, “mimpi sangat misterius, aku tidak bisa menafsirkannya. Tetapi, apakah itu masa depan atau masa lalu, kamu akan segera mengetahuinya.”
“Semoga saja...” setelah mengatakan itu, Li Xin Mei mulai tidur dengan lembut dan nyaman.
__ADS_1
Wanita itu memandangnya sambil tersenyum dan tetap mengelus-elus rambutnya. Dia mengangkat wajahnya, menatap langit biru. “kehidupan ini adalah perjuangan, kamu harus menjadi lebih kuat. Aku juga sedang berjuang mencari pemuda yang aku temui ketika masih muda. Aku menginginkannya. Dimanakah dia berada sekarang? Apakah dia masih memuji gerakan menariku atau tidak?”