Gadis Bordil

Gadis Bordil
chapter 33 penyelidikan pembunuhan


__ADS_3

Ketika semua orang berbalik menatap apa yang terjadi, seorang gadis ada di depan tiga kuda sembari memeluk erat bola di dadanya.


“Bajingan! Apa kau tidak tahu, siapa yang datang!”


Salah seorang dari tiga orang itu menghampiri dan memarahinya.


“M-maaf aku tidak sengaja.”


“Di mana otakmu! Berdiri!”


Xin Mei perlahan-lahan berdiri dan menunduk.


“Aku akan memberikanmu...”


“Berhenti!”


Tepat saat pria itu ingin memberikan hukuman, tiba-tiba pangeran mahkota menghentikannya dan mendekati mereka berdua.


“Nona, apa anda tidak apa-apa?”


“A-aku tidak apa-apa.”


Pangeran mahkota membelai pipinya, membuat wajah xin Mei memerah dan ketakutan.


Pria yang ada di sampingnya, tidak pernah menyangka jika pangeran mahkota bersikap baik kepada gadis yang menghalangi jalannya.


“Angkat kepalamu.”


Xin Mei mengangguk dan melakukannya.


“Siapa namamu?”


“Li Xin Mei.”


“Baiklah, sekarang pergilah.”


“Tu-tunggu, siapa namamu?”


“Lancang!”


Pria tadi ingin marah lagi, tetapi di tahan oleh pangeran mahkota.


“Aku adalah pangeran mahkota dari kekaisaran ini. Sekarang pergilah. Kau pasti bukan dari tempat ini.”


Xin mei mengangguk. “baik. Tapi kau sangat tampan.”


Xin Mei kemudian buru-buru pergi dari sana.


Pangeran mahkota menatap Xin Mei pergi sambil tersenyum.

__ADS_1


“yang mulia, kenapa anda tidak memberinya hukuman? Tadi itu sangat berbahaya.”


“Cinta tidak memandang bahaya. Ayo kita pergi.”


Pangeran kembali ke kudanya, bersama pria di sampingnya tadi, kemudian pergi dari sana.


......................


Dalam ruangan yang kumuh, di hiasi suara batuk-batuk parah yang sangat menyakitkan, seorang wanita paru baya berada di ranjang. Dia terbatuk-batuk sambil melihat telapak tangannya yang di penuhi darah.


Wajahnya sangat pucat dan tubuhnya kurus kering.


Dia kemudian menghela nafas setelah melihat sebercak darah di tangannya. Dia kemudian memejamkan mata dan membaringkan tubuhnya.


“istriku! Istriku! Aku membawakan obat untukmu!”


Seorang pria muncul dari balik pintu membawa tanaman-tanaman herbal di tangannya.


Wanita itu membuka matanya dan bangun.


“Istriku?”


Pria itu memegang tangan wanita itu yang terasa dingin, dan merasa sedih melihat wajah pucat dan rambut acak-acakan.


“A-aku akan merebus ini dulu.”


“Di mana kau mendapatkan obat ini?” tanya wanita itu setelah meminum obat yang di berikan. Nadanya sangat lemah dan lembut.


Setelah bertanya, dia kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang.


Pria itu lama terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Tidak lama kemudian dia menjawab, “Aku membelinya.”


Wanita itu tidak menanggapi, namun dia bertanya sambil mata masih terpejam, “Dari mana kau mendapatkan uang?”


Pria itu terdiam. Dia terlihat sulit membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan itu. Sampai beberapa saat, dia menghela nafas, dan berkata, “aku tidak bisa menjawabnya. Sebaiknya kau beristirahat dengan tenang.”


Pria itu kemudian keluar dan menutup pintu.


Saat pria itu berjalan, wanita itu menatapnya sampai menutup pintu, dan kembali menutup mata.


......................


“Cepat laporkan bagaimana perkembangannya?” tanya Tang Li tanpa menoleh kepada dua orang di belakangnya yang membungkuk. Dia sekarang berada di salah satu kedai menikmati malam yang semakin larut.


Xin Mei pergi bermain-main bersama bola barunya. Dia akan kembali setelah selesai dengan kegiatan yang sangat menyenangkannya itu.


Sembari menunggunya, ada baiknya Tang Li memanggil dua orang suruhannya untuk menyampaikan informasi yang telah di kumpulkannya selama ini. Bagaimana pun caranya, dia harus mendapatkan uangnya kembali. Jumlah uang itu sangat banyak, meski milik keluarga Li, dia tidak bisa melepaskannya. Dia harus mendapatkannya untuk melakukan perjalanan lagi.


Untungnya saat itu, pencuri tidak mencuri semuanya, jika tidak, Tang Li sendiri harus bekerja. Dan, di dunia ini seorang kesatria sangat dihormati karena bisa membantu semua orang, sehingga dia dan xin Mei mendeklarasikan akan menangkap penjahat itu dan menghukumnya. Oleh karena itu, mereka akhirnya di berikan rumah dan beberapa uang untuk menunjang kebutuhannya selama berhari-hari.

__ADS_1


Salah seorang mengangguk dan menjawab, “Tuan, aku sudah menyelidiki semua kasus pembunuhan dan pencurian yang dia lakukan. Dari semua kejadian yang aku temukan, aku menemukan rambut yang tidak begitu panjang, sehingga membuatku curiga antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, aku langsung mencari data orang-orang yang datang dan menetap di desa ini untuk mencari daftar orang-orang yang memiliki ahli bela diri dan mengunjunginya satu persatu dengan menyamar.”


“Dari semuanya, aku belum bisa menemukan orang yang memiliki rambut dengan panjang yang sama. Dan, jika orang itu, jika aku tidak salah, memiliki kemampuan ilmu berpedang yang sangat kuat, pasti memiliki tangan yang kasar dan penuh bekas luka. Oleh sebab itu, aku menyuruh para tabib dan orang-orang aku untuk menyelidiki ini, tetapi tidak mendapatkan hasil juga.


Aku juga sudah menyelidiki daftar nama-nama dan informasi orang-orang yang tinggal di sini, tetapi tidak ada juga informasi dan tidak ada penduduk yang pergi dan datang baru-baru ini. Jadi, aku simpulkan, bahwa orang ini memiliki kemampuan penyamaran yang sangat hebat dan memiliki ilmu yang tinggi juga. Mungkin sebanding dengan anda. Dan yang paling penting, orang ini mampu menyembunyikan auranya sendiri sama seperti anda.”


“Tuan,” yang satunya lagi berkata, “aku juga memiliki informasi yang sama. Aku mulai menyelidiki, jika orang ini memiliki kemampuan yang sangat mengerikan, tentunya dia dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan, dan menghancurkan desa ini dengan muda jika ingin merampok semua penduduk desa ini, tapi kenapa dia bersembunyi dan memilih merampok penduduk, alih-alih menjadi kesatria kekaisaran yang mendapatkan gajih yang besar dan tidak berbahaya. Dengan beberapa pernyataan itu, aku menyimpulkan, orang ini memiliki hubungan yang buruk dengan kekaisaran, mungkin ada kejadian buruk yang menimpanya yang berhubungan dengan kekaisaran ini, atau mungkin desa ini. Kedua, orang ini pasti bukan penggila uang, ada maksud lain dia melakukan pencurian dan pembunuhan berkali-kali. Ketiga, orang ini sangat misterius, entah laki-laki atau perempuan. Tetapi, yang aku sangat pasti, orang ini sangat berbakat.”


“Atau mungkin sebaliknya?” tanya Tang Li.


Dua orang yang ada di belakang Tang Li menjadi bingung, tetapi Tang Li mulai melanjutkan lagi.


“Aku pikir kalian terlalu banyak berspekulasi. Aku berpendapat, jika orang ini memiliki kemampuan khusus yang tidak kita ketahui. Dia sangat pintar dan cerdas, tetapi, dia tidak memiliki hal lainnya. Oleh karena itu, dia bergerak dalam diam-diam. Yang menjadi masalahnya sekarang, kenapa di antara kita tidak bisa menangkapnya, bahkan bisa mencuri uangku?”


“kalian berdua, selidiki orang-orang tua, anak kecil dan orang-orang lemah lainnya. Aku ingin mendapatkan informasi segera dari kalian. Tetapi, kalian harus berhati-hati, jangan sampai dia mengetahuinya.”


“Baik tuan.”


Ujar mereka lalu menghilang secepat kilat.


Tang Li kemudian memandang ke bawah, Xin Mei akhirnya datang kembali. Kebetulan juga, dia sangat ingin beristirahat.


Tang Li kemudian membayar dan membuka pintu, dan berkata, “Ayo kita pergi.”


Xin Mei mengangguk dan bergendong lagi.


“Apa kau bisa berjalan sendiri?”


“Tidak.”


Mereka kemudian berjalan. Setelah beberapa saat, akhirnya Xin Mei membuka pembicaraan, “Tang Li, apakah kau pernah jatuh cinta?”


“Apakah kau sedang jatuh cinta?”


“M-mungkin saja.”


“Pernah.”


“Eh? Sungguh? Pria sepertimu yang tidak mengerti perempuan pernah jatuh cinta? Kau berbohong!”


“terserah kau saja. Aku sebenar tidak ingin jatuh cinta. Tetapi, semua tubuh manusia di rancang seperti itu. Jika aku bisa merancangnya sendiri, aku akan memilih tidak.”


“Apakah jantung berdetak lebih kencang ketika menatap laki-laki adalah ciri-ciri orang jatuh cinta?” wajah Xin Mei bersemu merah seperti bunga mawar, menandakan dia malu mempertanyakannya.


“Salah satuannya.”


“Berarti aku sekarang sedang.... Ah! Apa yang aku pikirkan, itu tidak mungkin! Selamanya tidak mungkin!”


“Nona, kita bertemu lagi.” Tiba-tiba saja terdengar suara dari belakang mereka.

__ADS_1


__ADS_2