Gadis Bordil

Gadis Bordil
chapter 35 : sebaiknya kau tidak melakukan itu


__ADS_3

Keesokan harinya, sesuai yang di katakannya, dia pergi membawa semua barang-barangnya. Gadis itu berjalan menunduk menatap kedua kaki mungilnya yang tertutupi kain dan terus berjalan tanpa menoleh ke arah lainnya.


Tang Li hanya menatapnya dari luar rumah, hingga gadis itu tidak kelihatan lagi.


Tang Li bukannya tidak mempedulikannya, namun dengan perginya dia, dia akan lebih tenang menjalani hari-harinya tanpa gangguannya.


Setelah bersamanya beberapa bulan, gadis itu sangat merepotkannya dan selalu mengganggunya. Oleh sebab itu, menjaga jarak dengannya sebentar saja sangat membantunya. Terlebih lagi, jika nanti ada penyerangan di rumahnya, tentu gadis itu yang akan di serang lebih dulu.


Tang Li sebenarnya tidak menghiraukan keselamatan gadis itu, namun, dia ingin takdir gadis itu berada di tangannya.


Namun tanpa dia sadari, muncul sebuah perasaan lembut kepada gadis itu. Dia hanya saja tidak mau mengungkapkannya. Bukan karena malu, tetapi dia ragu-ragu dan tidak tahu perasaan apa yang muncul terhadap gadis kepala batu itu.


Tang Li kemudian masuk.


......................


Setelah berjalan beberapa saat, Xin Mei akhirnya menemukan sebuah penginapan yang indah dan mewah. Namun penginapan itu sepertinya telah lama sepi karena memancarkan aura suram dan penuh debu.


Tetapi gadis itu tetap menaiki undakan rumah dan menuju pintu utama berwarna merah suram itu.


Ketika dia membukanya, tiba-tiba seseorang menepuknya, dan membuatnya terkejut.


“Nona, kenapa anda berada di sini?” Lei Shi berada di sampingnya.


“Kau membuatku terkejut pangeran.”


“Maaf, tapi melihatmu sangat penasaran ingin mengetahui apa yang ada di dalam rumah ini, aku tidak tahan ingin mengerjaimu.”


Lei Shi tertawa dan memandang bungkusan besar yang di pegang Xin Mei.


“Apakah ini rumahmu? Kau membawa apa?”


Xin Mei yang sudah membuka pintu terkejut dan berpikir sejenak lalu menjawab, “Bukan apa-apa. Ini adalah rumahku yang satunya lagi. Ibuku menyuruhku tinggal di sini untuk menjaganya. Ini adalah rumah kakek dan nenekku dulu.” Jawab Xin Mei berbohong.


“Kenapa kau menutupnya lagi?” tanya Lei Shi keheranan setelah melihat Xin Mei menutup kembali pintu.


“Kita jalan-jalan. Aku kabur setelah meminum arak kemarin, jadi, ayo kita lakukan lagi.”


“Tapi, aku tidak–”


“Jangan malu-malu!” xin mei menarik tangan Lei Shi dan pergi dari sana.


Ketika malam tiba, Xin Mei akhirnya kembali ke depan rumah tadi. Dia mengangkat wajahnya menatap betapa terlihat seramnya rumah itu. Tetapi gadis itu memiliki pikiran yang sangat positif terhadap rumah itu dan, membuatnya tidak memikirkan tentang pembunuh dan hantu-hantu yang mungkin menghuni rumah itu.


Ada beberapa ruangan yang di penuhi cahaya di lantai dua, tetapi cahaya itu remang-remang dan berwarna kuning, sepertinya itu adalah beberapa lilin atau lampion yang akan mati.


Xin Mei membuka pintu utama. Bau debu langsung masuk menusuk lubang hidungnya, membuatnya menutup mulut dan hidungnya.

__ADS_1


Dia sempat berpikir untuk keluar saja dan mencari penginapan lainnya. Tetapi rasa penasaran membuatnya terus melangkah maju.


Tiga langkah ke depan, pintu itu tertutup dengan tiba-tiba. Xin Mei menatapnya dan terkejut.


Dia kemudian berlari dan ingin membuka pintu. Tetapi sebelum dia mencapai pintu, tiba-tiba suara wanita yang dingin dan misterius memanggilnya.


Xin Mei menatap wanita itu.


Seorang wanita berpakaian hitam berdiri di tempatnya tadi.


Xin Mei mengenal wanita itu, dia tidak lain adalah wanita yang dia temui di rumah bordil.


“Kau datang lagi nona, apa yang membuatmu masuk ke tempat ini? Apakah kau ingin menginap di rumah in?”


Xin Mei mengangguk ragu-ragu.


“Ikut aku.” Wanita itu kemudian berbalik dan menaiki tangga. Dia membawa Xin Mei ke sebuah ruangan. Setelah membukanya, dia berkata, “Maaf, pelayanannya kurang baik, tapi nanti aku akan menyuruh seseorang untuk membersihkannya. Tidak apa-apa kan untuk semalam?”


“Tidak usah nyonya, biarkan aku saja yang membersihkannya.”


“Baiklah, untukmu gratis, aku mengetahui tentang dirimu. Aku tinggal dulu.”


Wanita itu kemudian pergi.


Xin Mei kemudian masuk dan membersihkan kamar itu. Debu-debu memenuhi ruangan, sepertinya sudah lama ruangan itu tidak di huni ataupun di buka karena sedikit lembab. Tetapi semua barang-barangnya yang ada masih bagus.


Berapa pun dia bertanya, hasilnya tetap dia tidak tahu, karena perasaan itu muncul tiba-tiba entah dari mana.


Dia kemudian memandang ke luar merasakan dinginnya malam ini tanpa mengetahui jika sosok berjubah hitam terus mendekatinya.


Ruangan kamar mandi terbuat dari kayu dan sedikit besar, tetapi sosok itu seperti tidak mempunyai suara saat berjalan.


Pedang berkilauan di arahkan ke lantai.


Ketika sudah sangat dekat, pria itu mengangkat pedangnya, saat itu barulah Xin Mei menoleh. Dia terkejut dan pedang di ayunkan.


Wuss!


Rasa sakit tidak dia rasakan, tetapi cairan hangat menetes dari atasnya.


Saat dia membuka matanya, sebuah tangan memegang bilah pedang sosok itu, cairan hangat itu tidak lain adalah darah dari tangannya terluka.


Orang itu menendang sosok itu, kemudian melesat. Pertarungan singkat terjadi. Tidak lama setelahnya, orang itu yang memenangkannya. Dia tidak lain Tang Li, entah dari mana dia muncul.


Tetapi sosok yang di bunuhnya berubah menjadi kumpulan asap hitam dan menghilang.


“Aku hanya lewat, jika nanti pembunuh itu datang, aku tidak akan datang.”

__ADS_1


“Tunggu, tanganmu terluka.”


“Tidak penting.”


Tang Li ingin segera pergi, tetapi Xin Mei bergegas memegang tangannya dan menariknya ke sisi ranjang.


“Apakah kau ingin bermain-main?”


“Hilangkan sikap mesummu itu.”


Meski tubuh Xin mei di selimuti kain putih yang memperlihatkan lekukan dan keindahan tubuhnya, dia tidak peduli sama sekali.


“Ulurkan tanganmu.”


Tang Li melakukannya.


Xin Mei mengambil pisau dan memotong sedikit baju Tang Li dan digunakannya untuk membalut lukanya.


“Baik, sudah selesai, kau sekarang boleh pergi.”


Tang Li berdiri dan berjalan menuju jendela seraya berkata, “Sebaiknya kau tidak perlu melakukan itu.”


Xin Mei merasa terkejut. Tetapi dia tidak berusaha menolaknya, apa yang di katakan Tang Li ada benarnya, dia seharusnya tidak melakukan itu, Tang Li adalah musuhnya, seharusnya dia tidak mempedulikannya, bukan sebaliknya.


“Kau benar.”


“Tamu tidak di undang ingin pergi begitu saja. Anda harus memperbaiki ruangan ini seperti sebelumnya.” Tiba-tiba wanita pemilik rumah muncul di pintu menatap Tang Li dingin.


“Maaf, aku tidak peduli.”


“Jika anda tidak mau, jangan salahkan saya.”


Wanita itu menarik pedang yang di bawanya, kemudian berlari kencang ke depan.


Tang Li berbalik dan melakukan gerakan yang sama.


Tidak lama setelahnya, deringan bilah pedang terdengar di ruangan.


Baik wanita itu dan Tang Li sama-sama tidak memperlihatkan sedang mengeluarkan tenaga; kedua wajah mereka dingin seolah-olah seperti pembunuh berdarah dingin atau seseorang tanpa perasaan.


Percikan-percikan api menghiasi kedua bilah mereka.


Wanita itu menarik pedangnya, kemudian memutarnya ke belakang, memindahkannya ke satu tangannya, kemudian mengayunkannya ke depan.


Tang Li meresponsnya dengan gerakan mundur, tetapi wanita itu melompat kecil dan mengarahkan ujung pedangnya.


Tang!!

__ADS_1


__ADS_2