Gadis Bordil

Gadis Bordil
Chapter 51 : akhir


__ADS_3

Suara itu begitu suram dan di penuhi aura membunuh. Ketika dia memberanikan diri menatapnya, sebuah bayangan muncul dan melewatinya, seperti bayangan hantu. Kemudian terdengar suara teriakan yang membengkakkan telinga.


Lalu, orang-orang yang duduk di sana terdiam, dan semuanya tiba-tiba terdiam, bahkan orang yang telah memasukkan makanan ke dalam mulutnya tiba-tiba berhenti dan memandang kejadian menegangkan di depannya, yang bahkan tidak ada yang bisa berpikir jika itu di lakukan dalam satu kedipan mata saja.


Xin Mei merasakan ini, dia kemudian memandang ke depan lagi.


Sosok pria yang mencekik leher wanita bersamanya mulai mengeluarkan darah. Wajah pria itu sangat kelam dan aura pembunuhan yang begitu mencekam menyelimuti tubuhnya. Pria itu seperti orang kesurupan dan ekspresinya seperti seorang ibu singa menerkam musuhnya saat melindungi anaknya.


Sementara wanita itu berusaha melepas cengkeraman dengan bersusah payah, namun jari-jari Tang Li terlalu kuat untuknya, yang bahkan satu jari pun tidak bisa dia gerakkan. Akan tetapi, dia terus berusaha melakukannya.


Xin Mei tidak percaya dengan apa yang dia lihat, tapi dia tiba-tiba tidak bisa berbicara apa pun sekarang, seolah mulutnya tidak bisa terbuka.


Jari-jari Tang Li perlahan-lahan menusuk leher itu, dan darah muncrat satu kali, kemudian mengalir deras.


“Jangan bunuh dia!”


Semua orang langsung memandang Xin Mei, bahkan Tang Li dengan kedua mata merah juga memandangnya.


“Apa yang kau lakukan?” Xin Mei bertanya tegas.


Tang Li memandangnya sebentar, kemudian memandang Wanita yang ada di hadapannya. Berangsur-angsur mata merahnya perlahan-lahan berubah menjadi hitam gelap. Dan ekspresinya perlahan-lahan menjadi dingin seperti biasa.


Dia lalu melepaskan wanita itu, kemudian mendekati Xin Mei.

__ADS_1


Wanita itu kemudian menarik nafas tergesa-gesa sambil mengusap darah yang keluar dari lehernya.


Xin Mei kemudian memandang tajam ke arah Tang Li. “Ada apa denganmu?”


Tang Li terdiam, tapi wajahnya sangat dingin. Dia kemudian memandang wanita tadi, lalu menarik tangan Xin Mei dan mengajaknya keluar.


Xin Mei mengikutinya dengan terpaksa.


“Ada apa denganmu?”


“Soup itu ada racun.”


Tang Li kemudian berjalan menjauh tanpa berkata-kata lagi.


Sementara Xin Mei baru menyadari jika Tang Li telah melindunginya, akan tetapi dia tidak menyangka Tang Li akan melakukan tindakan seperti itu, yang bahkan di hadapan orang banyak.


“Kenapa kau tidak bergerak?” Tanya Tang Li dari kejauhan.


Xin Mei terkejut dan bergegas mendekatinya.


Mereka kemudian berjalan-jalan ke arah pedalaman. Karena Ada penyelidikan tentang hilangnya pusaka di kekaisaran, maka setiap orang akan dilakukan pemeriksaan ketika memasuki area yang lebih dalam, maka mereka memutuskan bergerak di malam hari untuk menghindari pemeriksaan. Meski mereka tidak bersalah, bukan berarti mereka akan terbebas dari masalah.


Dengan kekuatan Tang Li dan auranya, maka dapat disimpulkan itu akan menimbulkan masalah.

__ADS_1


Sebelum itu, mereka makan di tempat seadanya untuk mengisi perut. Karena Xin Mei begitu lapar, semua makanan yang masuk ke mulutnya sangat enak.


Di malam hari, akhirnya mereka bergerak. Xin Mei bergendong dan Tang Li melompat-lompat menuju tujuannya. Kemudian berjalan lagi. Hingga akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


Bangunan ini begitu megah yang di penuhi gadis-gadis cantik. Xin Mei tahu, ini adalah tujuannya. Dengan mata mulai berkaca-kaca bertanya kepada Tang Li, “Apakah aku berakhir di sini?”


Tang mengangguk tanpa memandang Xin Mei.


Xin Mei ingin sekali di pandang olehnya, tetapi Tang tidak melakukannya dan berjalan memasuki bangunan kayu yang megah di depannya.


Setelah mereka masuk, beberapa orang sedang minum-minum di sana. Keributan pun langsung pecah ketika mereka masuk. Bau harum dan alunan musik terdengar di mana-mana.


Mereka mendatangi seorang wanita berpakaian merah. Ketika melihat dua orang ini datang, dia tersenyum dan mendatanginya. Memberi hormat dan menanyakan apa yang di inginkannya.


“Aku membawa seseorang.”


Wanita itu mengerti kemudian memandang Xin Mei yang masih melihat-lihat ke sekitarnya.


“Untuk apa?”


“Aku hanya mengirimnya kepadamu. Tolong jaga dia.”


Wanita itu kemudian mengerti. “Kau tenang saja.”

__ADS_1


Setelahnya, Tang Li membawa Xin Mei keluar dari sana.


Xin Mei bingung juga penasaran apa yang akan terjadi kepada dirinya sekarang. Dia sekarang juga tidak tahu, apakah harus senang atau sedih dengan keadaannya.


__ADS_2