
Mimpi ini lagi. Mengapa mimpi ini sering-sering muncul beberapa hari ini?
Kedua mata Tang Li terbuka lembut, seolah dia bangun tanpa mengalami mimpi sama sekali. Untuk pertama kalinya dia terkejut dan tidak menyangka mimpi itu muncul. Akan tetapi, mimpi ini sudah muncul untuk ketiga kalinya, membuatnya tidak terkejut lagi. Dia mulai bertanya-tanya, mengapa mimpi ini muncul, dan mengapa mimpi ini seperti memberikannya sebuah pesan. Dia tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Namun, dia sangat tidak menyukainya. Terlebih lagi ketika dia mengalami mimpi ini, dia mengingat ibunya yang bersimbah darah.
Hatinya sakit dan emosi balas dendam muncul kembali dalam benaknya.
Dia mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Jendela itu sudah terbuka lebar dan berbunyi kecil seiring angin masuk dari luar. Suara angin menderu-deru, terdengar seperti alunan musik. Di sana juga ada korden yang mengepak-ngepak.
Yang paling membuatnya tertarik, adalah seorang gadis berdiri di luar. Dia memakai han fu berwarna hijau muda yang sangat indah. Rambutnya panjang. Setiap untaiannya sangat berwarna hitam dan sehat.
Dia berdiri memegang seruling dan meniupnya dengan indah. Nada yang di hasilkannya sangat menawan, indah. Namun, jika semakin lama mendengarnya, itu seperti nada kesedihan dan kemalangan. Seperti sebuah cerita yang menyedihkan dan sangat tidak baik untuk didengar.
Tang Li berdiri dan bergegas keluar pondok. Dia menghampiri gadis itu.
Saat dia mendekatinya, gadis itu berhenti bermain suling. Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Tang Li, dia bertanya dengan nada lembut, “apakah kau akan mengulangi kejadian itu lagi?”
Tang Li diam sejenak menatapnya. Dia adalah gadis yang tidak terlalu cantik dari belakang, namun bentuk fisiknya sangat menawan dan indah. Bibirnya sangat anggun ketika di lihat dari samping.
“kejadian apa?” Tang Li bertanya dengan nada datar.
“Apa kau lupa?” gadis itu masih tidak menoleh.
Tang Li diam sejenak memikirkan apa yang di tanyakan oleh gadis itu. Setelah beberapa detik terdiam, dia akhirnya menjawab, “Tidak ada lagi yang ingin aku ulangi. Aku sudah membunuh semua musuh-musuhku. Bahkan hingga sampai keturunannya, tidak ada yang aku lakukan untuk mengulanginya. Bahkan jika di sini aku menemukan seorang musuh, aku tidak akan membunuhnya lagi.”
“Bukan itu.”
__ADS_1
“Tidak ada gunanya berbicara dengan gadis sepertimu.”
Setelah mengatakan itu, Tang Li berbalik dan pergi dari sana. Ketika dia sudah melangkahkan kakinya beberapa langkah, gadis itu kembali berbicara.
“Apakah kau ingin tahu mengapa mimpi itu selalu muncul di malam hari?”
Tang Li terdiam dan berbalik. Dia sedikit mengerutkan kening ketika menatap gadis itu. Bagaimana dia bisa mengetahui itu? Apakah dia mengawasiku setiap malam?
Sebelum Tang Li berbicara, gadis itu mendahuluinya, “Apakah kau lupa dengan gadis itu? Apakah kau lupa dengan perkataanmu kepadanya? Kau tidak menjalankan kata-katamu. Alih-alih mengirimnya ke rumah bordil, kau malahan menggiringnya untuk mati sangat menderita dan akan membunuhmu kelak. Ingatlah, dia akan berinkarnasi. Ketika dia sudah berumur tujuh tahun, dia akan membunuhmu. Tidak peduli entah kau menjadi ahli pedang terkemuka dan berada di puncaknya, kau akan tetap mati di tangannya.”
“Untuk apa kau mengatakan itu? Apakah kau hanya ingin menakut-nakutiku? Sayang sekali, aku tidak takut sama sekali.”
“Bukan. Aku berkata jujur. Jika kau ingin mencegahnya, kau harus menemukan segera dan menyelamatkannya. Tidak peduli apa yang ingin kau lakukan kepadanya, kau akan selamat. Takdirnya bersama dirimu, dia tidak akan pernah lepas darimu. Seharusnya kau mengerti mengapa ibumu mengatakan itu kepadamu di dalam mimpi.”
“Aku tidak percaya.”
“Kau anak durhaka! Mengapa kau tidak mempercayainya ibumu sendiri? Apakah kau hanya berpura-pura saja selama ini?” ketika dia berbicara seperti itu, dia menoleh. Wajahnya datar, akan tetapi sangat anggun.
“Itu bukan urusanmu! Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau mengetahui tentang diriku?”
“Tidak perlu di tanyakan. Aku hanya menyampaikan itu. Untuk melakukannya, terserah dirimu saja.” Gadis itu perlahan-lahan menghilang dan akhirnya tidak ada di sana lagi.
Tang Li bergegas kembali masuk.
Keesokan harinya, dia menyiapkan berbagai kebutuhannya kemudian pergi dari gubuk itu.
__ADS_1
......................
“bibi, apakah ini kehidupan bahagia yang kau katakan?” dia duduk di ujung tembok menghadap ke arah jeruji besi. Dia memeluk kedua lututnya, dan menenggelamkan wajahnya dalam kedua lututnya.
Air matanya mengalir deras tidak terbendung lagi. Kerongkongannya terasa mengganjal dan sangat tidak menyenangkan.
Dia sangat berharap jika kehidupannya akan lebih baik setelah pergi dari kediaman Lu yingtao, namun harapan hanya sebuah harapan. Dia ternyata di bawa ke sebuah rumah mewah dan menghadap pemilik rumah itu. Awalnya dia bertanya-tanya mengapa dia bisa berada di rumah itu, dan di mana pria kusir jahat itu. Saat dia bertanya kepada orang-orang yang ada, mereka mengatakan sudah membunuh pria itu dan menyelamatkannya.
“apakah kalian, orang-orang yang di suruh bibi ying untuk menjagaku?”
Orang itu ragu-ragu mengangguk. Kemudian menuntunnya masuk ke dalam. Dia sangat berharap mendapatkan perlakuan yang baik seperti ketika dia berada di kediaman Lu yingtao. Namun, ternyata Dia di paksa melayani kebutuhan biologis sang majikan pemilik rumah. Dia diseret-seret ke dalam kamar. Di kunci, dan di paksa melepaskan bajunya. Akan tetapi, dia tidak mau, dan berusaha mempertahankan bajunya.
Pria itu sangat kejam. Dia merobek-robek pakaiannya dan memecutnya beberapa kali di bagian punggung hingga berdarah. Dia tidak lagi merasakan bagaimana punggungnya, dan bagaimana rasa sakitnya.
Meski dia di cambuk, rambut di tarik, di tampar, dia tidak mau melakukan apa yang di perintahkannya. Bahkan meski tubuhnya berdarah dan hancur, dia tidak peduli sama sekali.
Setelah penderitaan yang sangat menyakitkan itu, dia akhirnya tersadar di jeruji besi ini. Dia sangat kesakitan dan mulai menangis. Kedua pipinya membengkak, dan sangat sakit. Kedua tangannya mengeluarkan darah. Kehidupan bahagia yang sangat di impikannya sudah kandas. Kehidupannya hancur...
Ketika dia lepas dari Tang Li, dia menduga inilah kebebasan yang sangat dia impikan. Namun ternyata salah. Tapi... Dimanakah Tang Li sekarang?
Apakah ini ulah dari Tang Li?
Dia tidak tahu, apakah perbuatan ini melibatkan Tang Li atau tidak, namun dia sangat yakin, Tang Li pasti ikut dalam perbuatan ini. Dia sangat yakin, Tang Li sangat membencinya, dan ingin mengirimnya ke rumah bordil.
Tapi... Tidak ada gunanya baginya sekarang untuk memikirkan balas dendam dan membunuh Tang Li. Rasanya sungguh sulit dilakukan. Namun... Jika Yan’er datang membantunya, dia mungkin akan ada harapan.
__ADS_1
Apakah dia akan datang lagi? Apakah dia akan menolongku? Siapapun, di mana pun, orang baik, tolong aku....