
Mereka terus berjalan menuju timur. Xin Mei menikmati pemandangan di sore ini dengan hati gembira. Sungguh senangnya dia bisa menikmati alam lagi seperti ini, bahkan saking senangnya, dia melupakan perutnya.
Walaupun dia berada di cengkeraman Tang Li, dia merasa lebih baik. Dan bagaimana pun juga, Tang Li memperlakukannya lebih beradab.
“Tang Li, liontin itu sangat berharga bagiku. Kau tidak bisa memperlakukannya dengan sembarangan,” kata xin mei pelan sambil menyadarkan kepala di bahu Tang Li dan memandang ke samping.
“Aku mengerti.”
“juga... bolehkan aku melakukan apa saja yang aku inginkan selama perjalanan ini?”
“Boleh, tetapi tidak boleh mencuri dan mandi sembarangan.”
“Aku tidak lagi melakukannya. Aku sudah lebih dewasa.” Xin Mei mengangkat wajahnya, kemudian kembali bersandar.
“Sungguh, apa kau memberikannya?” Xin Mei ingin meyakininya.
Tang Li mengangguk pelan.
“hore! Aku sangat menyukainya!” Xin Mei tanpa sadar memeluk lebih erat Tang Li. Meski dia tidak bebas, setidaknya dia bisa melakukan apa saja yang di inginkannya.
Tang Li merasa tercekik, tetapi dia tidak melawan. Dia menikmati kegembiraan yang telah lama tidak di rasakannya.
Mereka berdua berjalan terus. Xin Mei menatap ke segala arah dengan wajah jenaka dan kekanak-kanakannya. Sungguh riang hatinya saat ini.
......................
Du yueliang berdiri di atas bukit memandang ufuk barat dengan wajah lembut. Kemudian tanpa sadar air matanya menetes.
Sosok kecil terbang ke arahnya kemudian mengusap air matanya.
“Ibu, ayah, kalian akhirnya bisa hidup lagi. Aku tidak akan pernah menangis. Aku sudah merelakannya pergi. Aku berterima kasih kepadanya karena telah menyadarkanku. Ibu dan ayah juga, aku sangat berterima kasih. Jika bukan karena kalian bertiga, mungkin aku sudah mengorbankan diriku untuk hal yang tidak perlu.”
Du yueliang mengingat-ingat bagaimana dirinya melakukan sesuatu teknik bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya bersama Tang Li. Namun tidak di sangka-sangka inti boneka gerimis salju muncul dan mencegahnya untuk melakukan itu. Itu adalah perwujudan dari ayah dan ibunya. Roh mereka berada di dalam boneka itu.
Namun, saat itu sudah terlambat. Akan tetapi, Tang Li muncul dan mencegah hal itu, kemudian meninggalkannya.
Dia sangat bersyukur karena teman lamanya itu menyelamatkannya dan tidak pernah menyangka dia akan melakukan itu, alih-alih membunuhnya.
Setelahnya, dia menjadi sadar dan menyesali perbuatannya dan menertawakannya. Ibu dan ayahnya, dia bertemu di dalam mimpi dan memeluknya. Dia sangat bahagia merasakan hal itu lagi. Tidak ada kebahagiaan tertinggi ketika bertemu bersama ibunya.
“ayah, ibu, ayo kita pulang.”
Du yueliang berbalik pergi bersama Boneka gerimis salju yang terbang di sekitarnya.
__ADS_1
......................
Dalam langit jauh, perlahan-lahan burung putih bersih terbang mendekat dan hinggap di tangan Fang Liang. Dia kemudian melepaskan gulungan yang ada di kakinya.
Setelah membacanya, dia berbalik. “mereka semakin dekat, bibi.”
Dia kemudian menyerahkannya kepada bibi Tao yang sedang duduk sambil merajut kain.
Bibi Tao menerimanya dan membacanya.
“Sudah aku duga, dia tidak mengecewakan sama sekali. Aku sudah memprediksinya. Dia akan menjadi menantuku.”
“Bibi, kenapa kamu sangat percaya diri?”
Bibi Tao beranjak berdiri, kemudian berdiri di depan jendela. Dia memandang ke arah sumur. Sumur yang tua di malam hari. Pantulan bulan terlihat indah dan di penuhi bintang-bintang. Dia tersenyum bagaimana mengingat Xin Mei tengah asyik menikmati pantulan bayangannya sendiri di dalam sumur. Dia merasa melihat anak gadisnya yang telah tiada waktu itu.
Sejak bertemu dengannya, dia sudah mengangkatnya menjadi anak gadisnya dan selalu akan mengawasinya. Dia sangat bersyukur memiliki Xin Mei dan diam-diam mengangkatnya menjadi anak. Anak gadisnya sangat persis sepertinya ketika masih hidup. Tao seakan-akan melihat anaknya berinkarnasi kembali.
“Dia memiliki dua bayangan di dalam tubuhnya. Dia akan menjadi wanita hebat. Dengan kehebatannya, dia mampu menjaga diri sendiri dan Tang Li.”
Dua bayangan, bibi Tao tanpa sadar melihat dua bayangan samar-samar dari tubuh gadis itu, seperti ada sosok yang akan melindunginya diam-diam. Oleh karenanya, Dia sangat yakin, Xin Mei bukan gadis biasa.
“tapi bibi, Tang Li orangnya sangat dingin. Alih-alih Xin Mei menjaganya, malahan dia yang tersiksa. Aku tidak yakin dengan surat ini. Aku harap Xin Mei baik-baik saja bersama pria es itu.”
......................
Waktu terus berlalu, angin terus berhembus, burung terus bertelur. Tang Li dan Xin mei terus berjalan ke arah timur. Mereka menikmati perjalanan penuh tantangan dan rintangan. Namun tidak pernah gadis itu kapok dengan kenakalannya. Meski dia tidak mandi dan mencuri, dia akan berjalan-jalan ke mana saja yang di inginkannya, ingin membeli manisan, telur, buah-buahan dan banyak lagi seolah-olah dia melupakan didikan Lu yingtao
Ketika Tang Li melarangnya, dia akan berkata, “Kau sudah membolehkanku melakukan apa saja yang aku inginkan!”
Maka Tang Li tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menghela nafas.
Waktu terus berlanjut, xin mei akhirnya mendapatkan batu dari perbuatannya. Suatu hari, di malam yang dingin, dia akhirnya bertemu dengan para bandit. Gadis itu hanya bisa berlari, namun karena terlalu tergesa-gesa, dia terjatuh. Belum sempat berlari, para bandit itu mengitarinya.
Dia menjadi takut dan menangis. Dia tidak tahu apa yang bisa di lakukannya. Para bandit tertawa. Mereka mengecilkan lingkarannya dan mulai melukai gadis itu.
Xin Mei menjadi lebih takut. Dia hanya bisa menangis.
“Tang Li! Aku butuh pertolonganmu..”
Meski dia berteriak seperti itu, tidak ada yang membantunya.
Pukulan, tendangan, pakaian di robek, semua bandit melakukan hal yang sama. Di saat yang sangat genting, akhirnya Tang Li datang dan menyelamatkannya.
__ADS_1
“dasar lambat! Lihat, pakaianku sudah robek seperti ini! Ke mana saja kau!?”
Tang Li tidak menjawab dan menyelimuti xin mei dengan kain. Wajah Xin Mei menjadi merah, tubuhnya lebih panas saat Tang Li Melakukan itu kepadanya.
“Ada apa denganmu?”
“T-tidak ada.”
“Apa kau bisa berdiri?”
“T-tidak.”
Tang Li menghela nafas kemudian membopong tubuhnya.
“T-tang Li, apa yang kau lakukan?” wajah xin mei lebih merah.
“inilah balasan bagi orang liar sepertimu.”
“Aku tidak liar, aku hanya ingin bermain-main.”
“terserah kau saja.”
Mereka terus berjalan dengan wajah xin mei memerah, sementara Tang Li tersenyum menikmati bagaimana gadis itu malu.
......................
Tetesan demi tetesan menjatuhkan genteng rumah hakka milik Liu Fang. Daun-daun bunga persik berjatuhan dan berterbangan di hempasan angin. Malam itu awan-awan gelap menghiasi langit, seakan langit sedang menangis dan bersedih.
Deru angin dan tetesan-tetesan hujan menciptakan suasana yang dingin, menakutkan dan kelam.
Ketika lewat tengah malam, hujan mulai reda. Genangan-genangan air menghiasi halaman rumah. Di dasarnya berhamburan kelopak-kelopak bunga persik dan daun-daunnya. Dari sana akan terlihat bulan penuh bersembunyi di balik awan dan menengok, seakan takut langit menangis lagi.
Di dalam ruangan, Liu fang menaruh kuas tinta dan menghela nafas. Dia kemudian berdiri seraya menggulung gulungan bambu. Saat dia meletakkannya di rak, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu gerbang beberapa kali. Dia sedikit memandangnya, kemudian meletakkan gulungan.
“siapa yang datang ketika malam seperti ini?”
Dia mengambil payung kemudian membuka gerbang. Perlahan-lahan sosok wanita berdiri tidak jauh dari gerbang mulai terlihat. Liu fang terkejut dan sedikit mengangkat selaput kelopak matanya. Jantungnya mulai bergetar tidak karuan, dan tubuhnya terasa lebih panas dari sebelumnya. Mulut yang sebelumnya ingin berbicara berhenti dan tidak bisa berkata-kata.
Dia sekilas melihat sosok yang sangat di nantinya. Sosok itu sangat mirip dengan orang yang di tunggunya lama, hanya saja memiliki tampilan wanita dewasa.
Dia tidak bisa berpaling dari sosok wanita yang memakai gaun putih bersih itu. Seakan-akan melihat awan putih dan bintang bercahaya saat gerimis malam seperti ini.
“tuan, apakah anda mengingat saya?” wanita itu mengangkat payungnya dan memperlihatkan wajahnya.
__ADS_1
Liu fang terpaku, dia tidak bisa berkata-kata dan melakukan apa-apa. Perasaan aneh apakah yang telah merasuki tubuhnya saat ini.