
Setelah mereka masuk, ruangan megah yang di penuhi selendang -selendang berwarna merah menghiasi setiap sudut ruangan.
Beberapa wanita cantik berdiri di sekitar lorong-lorong.
Ketika mereka mencapai ruangan yang lebih besar, pria itu berkata kepada salah seorang wanita di sana.
“Ajak Gadis ini berkeliling.”
Wanita itu mengangguk.
“paman mau ke mana?” Tanya xin Mei tetapi pria itu tidak mempedulikannya dan tetap berjalan menuju kerumunan para gadis yang sedang menari-nari indah.
Xin Mei ingin mengejarnya, tetapi wanita tadi menghalanginya.
“Dia sedang sibuk. Ikut aku.”
Wanita itu menarik tangan xin mei dan mengajaknya menuju ke lorong di sampingnya.
Ketika xin mei melewati lorong-lorong tersebut, dia melihat-lihat dari dinding pembatas yang hanya terbuat dari kertas. Dia melihat bagaimana seseorang wanita berpelukan dengan laki-laki. Dan suara tawa feminin menghiasi lorong-lorong itu.
Semua adegan yang di lihat xin mei hanya tentang cinta. Dia merasa penasaran dan bertanya, “apakah ini rumah bordil?”
“Jika iya, apakah kau akan mengejek kami?” wanita itu terus berjalan tanpa menatap xin Mei.
“B-bukan begitu. Tetapi kenapa Paman datang ke sini? Apakah dia ingin mencari wanita?”
“Dia sudah mempunyai seorang wanita.” Wanita itu tiba-tiba berhenti dan bertanya sembari berbalik, “Apakah kau juga ingin bergabung bersama kami?”
Xin Mei terkejut dengan pertanyaan mendadak itu, tetapi dia menjawab ragu-ragu tidak.
“gadis seumuran denganmu tidak akan mengerti tentang hal ini. Tetapi kau beruntung bertemu denganku di sini.”
Wanita itu kemudian berbalik dan melanjutkan perjalanan. Xin Mei mengikuti.
“Ada banyak wanita cantik di dunia ini. Tetapi sedikit saja yang berani bermain dengan banyak laki-laki seperti kami. Kami adalah wanita yang sedikit itu.”
“Itu buruk.”
“semua ada buruknya. Wanita-wanita yang ada di sini, sudah merasakan bagaimana patah hati dengan satu laki-laki. Mereka semua ada yang memiliki melanjutkan perjalanan hidup tanpa laki-laki, ada juga mereka yang menjalaninya dengan melakukan ini. Ini adalah kesenangan bagi mereka yang patah hati atau ingin menikmati hidup sebentar tetapi sangat menyenangkan. Mereka semua cantik dan laki-laki terhormat mencari mereka semua untuk di peristri, tetapi semua pria seperti itu akan meninggalkan mereka yang sudah merasa bosan. Mereka yang ada di sini membalas atau ingin merasakan bagaimana berada di posisi laki-laki itu. Kalu laki-laki bisa mempunyai lebih dari satu perempuan, kenapa tidak dengan kami yang patah hati ini?”
Wanita itu terdiam beberapa saat dan melanjutkan, “Aku terlalu ngawur berbicara. Tetapi aku penasaran, apakah kau sedang jatuh cinta?”
Xin Mei terdiam, dan bertanya, “K-kenapa kau tahu?”
“karena aku wanita. Semua wanita akan berseri-seri jika sedang di landa asmara. Namun, aku sarankan, berhati-hati dalam memilih laki-laki.”
Mereka kemudian keluar menuju taman dengan telaga tunjung.
Sang wanita terdiam, “Kalau boleh aku tahu, siapa laki-laki yang kau cintai?”
__ADS_1
“Dia.... adalah pria yang aneh.....”
“kenapa kau menyukainya?”
“Aku tidak tahu.”
“berhati-hatilah dengannya.”
Sang wanita dan xin mei berjalan menelusuri pinggiran danau menuju salah satu bangunan yang berada di tengah danau. Namun, mereka terdiam ketika tiba di jembatan yang menghubungkannya.
“Nyonya, ada tamu cantik di pagi hari ini!” Ujar wanita itu kepada seorang wanita yang sedang berdiri di dalam bangunan tengah danau sambil menjahit.
“Apakah dia ingin bergabung dengan kita?”
“Tidak nyonya! Tuan yang membawanya, katanya hanya ingin melihat-lihat.”
“Kau pergilah.”
Wanita itu kemudian menatap xin mei, “Tunggu tuan di sini, dia akan datang sebentar lagi.”
Xin Mei mengangguk, meski dia sebenarnya hanya ingin melihat-lihat sebentar saja, bukan untuk berkunjung.
Setelah wanita itu pergi, Xin Mei memperhatikan wanita yang ada di dalam bangunan itu. Wanita itu membuatnya tertarik, dia memiliki rambut putih bersih yang serasi dengan pakaiannya, dan rambut panjang terurai indah.
Tidak lama kemudian, wanita itu terbatuk-batuk yang sangat menyakitkan, kemudian mendekati Xin Mei.
Dugaan Xin Mei ternyata benar, Selain menarik, wanita itu sangat cantik. Namun, semakin dia mendekat, wajahnya terlihat sangat pucat.
“Hanya penyakit biasa.”
“Tidak. Itu sepertinya penyakit yang parah.”
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan Xin Mei, tetapi dia duduk di pinggir telaga. Membuat kedua kakinya sedikit tenggelam di dalam air. Dan, para ikan-ikan menyebar seiring gelombang yang di timbulkannya.
“xin Mei, hati yang cantik. Nama yang indah. Apakah kau mengetahui itu?”
Xin Mei mengangguk. “Ibu dan ayahku memberikannya untukku, supaya aku memiliki hati yang bersih dan selalu ceria.”
“Orang tua yang baik. Apakah kau sudah melakukannya?”
“Sudah.”
“berapa kali?”
Xin Mei terdiam beberapa saat dan menjawab tidak tahu.
“hal sepele selalu tidak di hiraukan tetapi sangat penting untuk di ingat.”
Wanita itu kemudian berdiri. Dia kemudian berjalan kembali menuju bangunan di tengah danau.
__ADS_1
Xin Mei ingin mengejarnya, tetapi asap tipis seperti wanita muncul di belakangnya, dan semuanya terlihat memerah, tetapi dia tidak merasa takut sama sekali.
“S-siapa kau?” sebaliknya, dia penasaran dengan sosok putih itu.
“Aku akan memperlihatkan sesuatu. Pejamkan matamu.” Wanita itu bergerak-gerak sekitar tubuh Xin Mei.
Percaya atau tidak, Xin mei menurutinya. Perlahan-lahan dia merasakan buaian angin sepoi-sepoi yang lembut seperti buaian seorang ibu, kemudian angin yang sangat sejuk menerpa wajahnya, dan rambutnya yang di ikat satu terlepas dan terbang.
“Ibu, ini rumah baru kita!? Apakah benar!? Benar kan? Iya kan!?”
Xin Mei membuka matanya setelah mendengar ucapan ceria dari seorang gadis.
Tidak jauh darinya, dia melihat seorang gadis yang di gandeng oleh ibunya menuju rumah megah yang sebelumnya dia masuki. Namun, rumah di depannya tampak lebih bersih dan baru di bangun.
Xin Mei dengan cepat menyadari jika rumah di depannya berbeda. Dia juga menyadari jika di sekelilingnya sama sekali berbeda dari sebelumnya.
“iya, ini rumah baru kita.” Jawab ibu dari gadis itu lalu cepat-cepat berjalan.
Ketika wanita itu membuka pintu, cahaya putih keluar dari pintu. Semakin terang dan lebih terang, membuat xin mei tidak bisa melihat.
Kemudian, dia merasa lebih hangat dan suara tawa gadis-gadis bermain bersama laki-laki terdengar. Namun, ada suara tangisan seorang gadis yang lebih jelas terdengar.
Saat Xin Mei membuka kedua matanya lagi, seorang gadis duduk di depan pintu sembari menangis. Kedua pipi dan matanya memerah karena menangis di balik sela-sela rambutnya yang panjang.
Gadis itu duduk memeluk lutut, kemudian menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.
“ibu... Kenapa kau meninggalkanku...”
Kata-kata itu di ucapkan beberapa kali sembari dia menangis.
Xin Mei tidak tahan melihat kejadian ini, dia mendekati Gadis itu. Semakin dia mendekatinya, dia semakin familiar dengan suara tangisnya.
Xin Mei terus mendekat dan mendekat. Tetapi ketika dia menyentuh bahu gadis itu, tiba-tiba semuanya berubah.
Dia kembali berada di pinggir telaga, burung-burung berkicau di ranting-ranting pohon.
Dia tidak menemukan wanita tadi, Namun dia melihat seorang gadis cantik berpakaian hijau duduk di pinggir telaga dan menggoyang-goyangkan kakinya.
Gadis itu sangat cantik, rambutnya menjuntai ke bawah menutupi pipinya dan hampir menyentuh air ketika dia menunduk menatap kedua kakinya.
“Aku menyukainya. Apakah dia juga menyukaiku?” gumam gadis itu.
Barulah dia menyadari jika nada suara itu.... Tidak lain adalah punyanya sendiri!
Xin Mei terkejut mendengar suara itu. Rasa penasarannya membuatnya mendekati gadis itu, semakin mendekatinya, dia mulai mengetahui jika wajah yang dia pandang sekarang sama persis dengan wajahnya.
Namun, tidak lama kemudian, gadis itu menghilang tiada jejak.
“Kau sekarang tahu bagaimana akhirnya kan?”
__ADS_1
“T-tidak.”
“Di dalam mimpimu itu. Kau berakhir bunuh diri karena cintamu yang tidak ada artinya di dunia ini. Sekarang, kau juga berakhir dengan takdir yang sama.”