
Dia sudah mengetahui kelemahannya, tetapi kini harus memikirkan bagaimana cara menghancurkannya.
Sembari memikirkannya, Tang Li menyerang bunga-bunga benang. Dia juga harus menghindari boneka jacaranda yang terus melakukan serangan-serangan setelah bilah Pedangnya kembali. Kali ini kecepatan kedua boneka itu tidak main-main seperti sebelumnya.
Meski tubuhnya terkena racun, dia masih melakukan gerakan dengan baik, walaupun tangan kirinya sudah terkena racun.
Dari kejauhan, dua orang memperhatikannya. Mereka berdiri di atas bukit terdekat. Meski di halangi kabut dan malam mulai turun, mereka mampu melihat pertarungan dengan jelas.
“Dari mana kau menemukan gadis itu?” seorang wanita cantik berpakaian putih bertanya.
“Dari beberapa informasi yang ku dapatkan.
Dia adalah orang terkenal sering membunuh, dia tidak mungkin tidak mempunyai musuh. Aku mencari beberapa informasi mengenai dirinya, termasuk beberapa jurus dan kekuatannya. Aku percaya dia memiliki kemampuan baru, sehingga perlu membuatnya bertarung seperti ini. Gadis itu adalah salah satu orang yang membencinya. Aku mengirimnya untuk memastikan kekuatannya.”
“Tetapi... Dia sangat kuat, bukankah sangat rugi jika kau menaruh bidak kuat seperti ini di sini?”
“tidak. Dengan dia bertarung seperti ini, kita bisa mengamati kelemahannya. Kita sudah mendapatkan salah satunya. Dengan pertarungan ini juga, kita dapat melemahkannya secara fisik.
Kita akan melemahkannya secara fisik dan mental. Aku tidak sabar ingin melihat dia mati perlahan-lahan di tanganku.”
“ayahku harus di balaskan dendamnya.”
“Aku akan selalu mendukungmu.”
Tepat ketika mereka berbicara, Tang Li menebaskan pedangnya ke arah lengan boneka gerimis salju.
Tapi, bukannya potongan-potongannya terjatuh, melainkan menyatu kembali dengan tubuhnya.
Pagoda terus menyerangnya dengan berbagai lontaran dari dalam jendela. Memang menyulitkan bertarung dengan orang kuat seperti Du yueliang, di tambah lagi dua orang yang mengawasinya, apakah mereka akan melawannya atau tidak?
Tang Li mengangkat pedangnya, dia menjatuhkan tubuhnya ke arah telapak tangan besar boneka itu. Tepat ketika bilah pedangnya menyentuh telapak tangannya, tiba-tiba bunga petir hitam meledak.
Tang Li meraung dan menekan pedangnya. Kayu yang menyelimuti tangan boneka itu retak dan mulai hancur. Setelahnya jarum-jarum yang sangat banyak meluncur keluar. Tang Li melompat ke belakang. Pecahan-pecahan pedangnya melesat menghalangi setiap jarum-jarum yang ada.
__ADS_1
Tetapi meski begitu, ada beberapa juga yang mengenainya. Tetapi, bayarannya sangat bagus, dia telah bisa menghancurkan satu tangan boneka itu.
Dia bisa menghela nafas lega, tetapi, dari lengannya kembali muncul lengan baru menggantikan yang lama.
Tang Li menggertak giginya dan memandang tajam ke arahnya. Pertarungan ini sangat tidak menguntungkannya. Hanya satu hal yang bisa dia lakukan, hal itu tidak lain adalah mengeluarkan beberapa jurusnya.
Boneka gerimis salju, mengangkat kedua tangannya. Pagoda mulai berputar lagi. Kecepatannya semakin cepat dan lebih cepat. Atap-atapnya berterbangan, memperlihatkan sesuatu yang aneh di dalamnya. Bangunan yang sangat indah berwarna putih dengan cahaya yang menyilaukan. Benang-benang keluar dari dalam cahaya itu, dan melesat menyerang Tang Li.
Ada lebih dari seratus benang keluar dan menyerangnya.
Boneka jacaranda tidak diam saja, dia terus menyerang Tang Li. Di apit dari kedua sisi memang menyulitkannya, terlebih lagi, racun-racun merasuki tubuhnya.
Tang Li tidak punya pilihan lain. Dia mengangkat pedangnya ke atas.
Awan-awan hitam tiba-tiba muncul di langit. Kilatan-kilatan petir merah keluar. Malam yang sebelumnya terang belang, kini di penuhi awan hitam dan kilatan-kilatan.
Tepat di atas Tang Li muncul pedang hitam yang sangat besar. Pedang itu memiliki panjang 100 meter dan lebar 30 meter. Ketika pedang itu muncul, tekanan dan aura mengerikan muncul tiba-tiba, seperti seseorang yang sangat panas tiba-tiba merasa dingin yang mencekam.
Meski ini sangat berbahaya, Tang Li tidak punya pilihan. Jika dia mencari kelemahan setiap boneka, maka akan memakan waktu yang lama, dan dia tidak tahu seberapa lama dia bisa mempertahankan racun di tubuhnya.
Selain itu, mencari kelemahan boneka gerimis salju, akan membuat boneka itu akan mengeluarkan racun-racunnya.
Merasakan ini, Du yueliang muncul di atas pagoda. Dia tersenyum senang melihat Tang Li mengeluarkan kekuatannya seperti ini. Dengan demikian, Tang Li terdesak. Memang sangat menguntungkan jika bertarung dengan orang ahli pedang menggunakan racun.
Dia mengangkat wajahnya, memandang pedang besar itu, Kemudian kembali memandang Tang Li.
“Tidak aku sangka, kau secepat ini mengeluarkannya...”
Melihat senyumnya Du yueliang, tang Li berusaha tetap tenang. “Sudah aku bilang, aku buru-buru. Tidak ada waktu meladenimu.”
Tang Li menunjuk Du yueliang dengan pedangnya.
Pedang besar itu sedikit miring, dan mengarahkan ujungnya ke arah Du yueliang.
__ADS_1
Du yueliang tersenyum. Dia menggerakkan tangan kanannya, dan jari-jarinya. Seketika muncul jacaranda di depannya. Jacaranda mengangkat wajahnya. Boneka itu mengambil ancang-ancang, Kemudian melesat ke langit, ingin menghancurkan pedang itu.
Tang Li tersenyum. Akhirnya Du yueliang masuk ke dalam jebakannya.
Melihat wajah Tang Li tersenyum, Du yueliang juga ikut tersenyum. Dia pernah bertarung dengan Tang Li, dan sudah pernah melihat kekuatan ini. Saat melihatnya, dia sudah mempelajarinya. Dia sudah mengetahui kekuatan serangan ini, dan kelemahannya. Boneka jacarandanya sudah di rancang lebih kuat dari pedang itu, dia yakin, jacaranda akan menghancurkannya.
Ketika jacaranda hendak mengayunkan pedangnya, tiba-tiba pedang itu hancur menjadi ribuan Pedang, dan melipat gandakan jumlahnya.
Du yueliang terkejut, tetapi dia masih yakin, bonekanya masih bisa mengalahkannya.
Tetapi, Pedang-pedang itu melesat melewati jacaranda.
Kecepatannya sangat cepat. Du yueliang kali ini lebih terkejut. Dia melakukan beberapa gerakan. Bangunan sembilan tingkat berputar, dan melepaskan puluhan anak panahnya.
Namun, semua anak panah itu tiba-tiba berhenti dan hancur.
Wajah cantik Du yueliang di penuhi keterkejutan. Dia sudah mengamati segalanya, Tang Li tidak pernah melakukan hal apa pun. Jika dia melakukannya, sejak kapan? Bagaimana dia bisa melakukannya?
Kedua pupil matanya yang indah sedikit membesar, dan memandang tajam ke arah Tang Li. “Trika apa yang kau lakukan!?”
Dia tidak bisa mempertahankan sikap tenangnya lagi.
Tang Li seperti biasa tetap dingin, tetapi dia menjawab, “Aku hanya melakukan hal yang seharusnya.”
Tiba-tiba pedang-pedang yang sangat banyak melesat ke arah Du yueliang, dia ingin menarik boneka jacaranda, tetapi terlalu terlambat untuk melakukannya. Satu persatu pedang melesat mengarah boneka gerimis salju. Du yueliang ingin melakukan sesuatu, tetapi, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan bonekanya.
Wajah cantiknya saat ini terlihat linglung, tidak tahu ingin melakukan apa. Meski itu hanya Pedang biasa, dengan kecepatan saat ini, dan Jumlahnya banyak, pedang itu mampu menghancurkan bonekanya yang indah.
Bunyi-bunyi kayu hancur terus terdengar ketika ribuan pedang itu melesat.
Pedang-pedang itu lebih banyak di Arahkan ke telapak tangan Boneka, dari pada bagian lainnya.
Tang Li memandang datar Pedang-pedang di depannya. Dia tidak punya keprihatinan terhadap teman lamanya itu. Dia sudah terbiasa melakukannya.
__ADS_1