
Setelah masya dan mamanya pergi menyiapkan makan siang mereka, fe dan feri menunggu diruang tamu.
"gimana udah ada" ucap feri sambil memainkan hpnya.
"sudah tuan muda ada dijalan xx saya carikan yang lebih dekat dengan rumah mereka tuan muda" ucap fe, sebelum instruksi dari feri, fe sudah menyiapkan toko itu yang bisa dijangkau lebih mudah oleh mereka. Fe tau jika terlalu jauh dari kediaman mereka akan sulit untuk mereka dan yang pasti tuan mudanya itu juga tidak setuju jika fe menyulitkan mereka.
Orang jatuh cinta memang terkadang sulit dimengerti, apa karna memang aku belum jatuh cinta, gimana aku mau jatuh cinta kalau hidupmu menempel terus dengan tuan muda gumam fe menggelengkan kepalanya.
"Bagus, kamu memang selalu bisa diandalkan fe" ucap feri sambil menepuk punggung fe " fe kamu selalu mengerti aku tapi kan gak jatuh cinta juga kan padaku fe" tanya feri sambil terbahak
"maaf tuan muda tidak" ucap fe, tapi saya juga takut kalau selalu menempel terus dengan tuan muda saya jatuh cinta juga gumam fe memikirkan hal itu jika benar terjadi.
"bercanda fe" ucap feri masih terbahak, setelah percakapan fe dan feri selesai masya muncul keruang tamu.
"om ayo makan" ucap masya lalu berjalan lagi menuju dapur.
__ADS_1
Fe dan feri mengikuti gadis cantik itu. Mereka pun makan bersama siang itu. Setelah mereka selesai makan siang fe dan feri pun masih belum pulang dari rumah masya. Mereka kembali duduk diruang tamu masya.
"tante saya ada sesuatu untuk tante" ucap feri lalu memberikan kunci kepada mama masya.
Mama masya menerima kunci itu bingung "kunci apa ini nak?" ucap mama masya sambil terus melihat kunci itu. Ini seperti kunci pintu kalau mobil kayaknya bukan pikir mama masya.
"itu untuk tante, mari ikut kami saya akan menunjukkan sesuatu"ucap feri
"om mau kemana? aku juga mau ikut" ucap masya
"apa yg kamu lihat fe, tutup matamu jangan menatap dia seperti itu" ucap feri lirih sambil tetap menginjak kaki fe
"maaf tuan muda" ucap fe datar, dia ingin sekali bilang injakan itu terlalu kuat dan sakit namun tidak akan keluar kata2 itu dimulut fe.
"gadis bodoh kamu bisa gak ganti baju yg lebih tertutup sediki" ucap feri yang tidak rela kecantikan masya itu juga dinikmati mata orng lain.
__ADS_1
"emang kenapa sih om kan gerah om" ucap masya sambil melihat2 penampilannya itu.
mama masya yang tau maksud dari feri pun langsung menyuruh masya untuk pergi mengganti bajunya juga
"iya sayang ganti baju dulu deh" ucap mama masya
Mama ini juga kenapa sih, emang ada yang salah dengan pakaian ku. Dulu kalau cuma keluar bentar aku juga pakai baju seperti ini mama juga tidak menyuruh ganti baju gumam masya kesal lalu berjalan mengganti bajunya.
Mereka pergi ke toko kue yang akan diberikan itu. Akhirnya sampai di depan ruko , mobil feri pun parkir didepan ruko itu. Mama masya dan masya pun masih bingung dengan yang dilakukan feri dan sekertarisnya itu.
"sudah sampai tuan muda" ucap fe lalu turun membuka pintu.
Banyak ruko berjajar disitu dan salah satu ruko itu akan diberikan untuk mama masya.
terima kasih dukungannya kakak
__ADS_1